defersite

Alhamdulillah, Panglima TNI Bolehkan Jilbab untuk Prajurit

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mempersilahkan anggota wanita TNI AD (Kowad) untuk mengenakan jilbab. “Jadi begini, jilbab itu bulan puasa jadi pada pakai. Kalau mau gunakan ya gunakan saja,” kata Gatot di Kantor Menkopolhukam, Jumat (1/7).



Gatot tak melarang jika jilbab itu digunakan oleh Kowad sebagai seragam tugasnya pascabulan ramadhan. Namun, Gatot tidak menyebut secara rinci mengenai aturannya. “Pakai, pakai saja. Gak ada yang ngelarang kan. Boleh, saya gak larang,” kata Gatot.

Jilbab di kalangan anggota wanita TNI merupakan yang pertama. Pada tahun lalu, saat Panglima TNI dijabat oleh Jenderal Moeldoko, TNI menyatakan telah mengakomodasi usul pemakaian jilbab bagi wanita TNI dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit. Tapi aturan penggunaan jilbab itu hanya diperuntukkan bagi wanita TNI yang bertugas di Aceh. "Aturannya sudah kita buat. Tak ada larangan. Kalau mau pakai jilbab, tinggal pindah ke Aceh. Selesai persoalan," kata Moeldoko waktu itu.

Sedangkan pada Mei 2015 lalu, Mabes Polri secara resmi mengakomodasi keinginan anggotanya maupun PNS yang bekerja di lingkungan Polri untuk berhijab. Kini para polwan sudah boleh mengenakan jilbab tanpa ada halangan lagi.

Dalam pengumuman yang terdapat dalam laman humas.polri.go.id aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor : 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri Nopol : SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.
Sumber: Republika.co.id

Serda Pebti, tentara cantik sang pencari jejak ulung

Parasnya ayu, gayanya juga feminim. Tapi siapa sangka, wanita ini justru tangguh di medan perang, bahkan mampu melacak jejak yang tak kasat mata.

Dia adalah Serda (K) Pebti Feryanti. Tak cuma cantik, Kowad IX Udayana, ini menyimpan segudang talenta.



Salah satu keberhasilannya adalah mewakili Kodam IX Udayana untuk mengikuti perlombaan tingkat internasional. Sebuah prestasi yang tak bisa dilupakannya bertandang ke negeri ginseng mewakili Indonesia.

"Ya kebetulan saat itu saya lolos untuk ajang orienteering (pencari jejak) tingkat Internasional," ungkap gadis kelahiran 24 Februari 1994 ini, Rabu (2/12) lalu.

Usai berlatih di lapangan Hubdam IX Udayana, Pebti mengaku sangat mencintai kegiatan mencari jejak. Selain banyak tantangan juga merasa puas jika mampu mengungkap temuan dalam mencari jejak.

"Baru-baru ini aja, awalnya tidak menyangka juga. Pastinya selama 12 hari di sana (Korsel) banyak pengalaman yang saya dapat sebagai anggota TNI," ungkapnya saat ditanya terkait pengalaman ikut turnamen internasional.

Pebti menceritakan kisahnya masuk TNI. Mengawali menjadi korp Kowad TNI tahun 2014 karena ikut-ikutan saja melihat teman mendaftar jadi anggota TNI.

Padahal saat itu, gadis kelahiran Desa Temenggung ini sudah mengenyam bangku kuliah pada semester tiga di sekolah tinggi guru di Yogyakarta, mengambil jurusan pengajar tingkat Sekolah Dasar.

"Saya sangat suka mengikuti kegiatan pengabdian. Waktu kuliah cari jurusan guru, ingin mengabdi sebagai pengajar. Tidak tahunya, Tuhan berikan saya kepercayaan mengabdi pada negara," tegas Serda (K) Pebti.

Inilah kartini masa kini, tak cuma cantik, tapi juga tangguh. Sumber: Merdeka.com

Diberdayakan oleh Blogger.