defersite

Ini Produsen Baju Tempur Indonesia Langganan Militer Dunia

Selain Pindad, Indonesia masih memiliki satu pabrik yang kemampuannya diakui oleh dunia internasional. Tidak main-main, NATO yang merupakan pakta pertahanan atlantik utara banyak menggunakan produk dari perusahaan bernama Sritex ini. Mereka mempercayakan pakaian dari para tentaranya untuk dibuat di Indonesia yang notabene sangat jauh dari Eropa.

Sritex berdedikasi tinggi dalam menghadirkan produk pakaian atau kain mereka. Setiap hari mereka berinovasi sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dan juga unik. Berikut profil dari Sritex yang merupakan produsen baju militer terbaik di dunia dan jadi langganan puluhan negara.

Pendiri dari Sritex adalah Lukminto, ia membangun usaha tekstil dari bawah pada tahun 1966. Sebelum mendirikan sebuah usaha tekstil, Lukminto hanyalah seorang pedagang di Pasar Klewer dan menjadi juragan batik.

Setelah lama berjualan dan cukup memiliki modal, beliau mendirikan sebuah perusahaan yang akhirnya terus berkembang pesat hingga sekarang.



Lukminto [image source]

Meski sekarang beliau sudah meninggal dunia, Sritex terus berjalan dengan baik. Setiap tahun pabrik ini melakukan inovasi dengan cepat sehingga mampu menyesuaikan diri. Salah satu bukti dari adaptasi yang hebat dari Sritex adalah mampunya perusahaan ini bertahan dari krisis 1998. Bahkan, setelah krisis berakhir, Sritex mengantongi keuntungan hingga tujuh kali lipat dibandingkan tahun 1992.

Dipercaya oleh Satuan Militer Dunia

Dalam pikiran Lukmito, beliau tidak pernah berpikir akan memiliki perusahaan sebesar ini. Bahkan jaringan dari Sritex Grup sudah banyak bermunculan dengan melakukan investasi ke sektor lain. Salah satu prestasi terbesar dari Sritex adalah dipercaya oleh NATO sebagai penyuplai pakaian militer yang digunakan oleh para tentara yang akan bertarung.




pakaian perang [image source]

Pakaian yang diproduksi oleh Sritex bukanlah sembarang pakaian. Perusahaan tekstil ini juga memproduksi pakaian anti peluru, anti radiasi, anti inframerah, dan ati api. Saat ini, Sritex juga memproduksi pakaian yang bisa beradaptasi dengan lingkungan. Tentara yang memakai pakaian ini bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Mirip kulit dari bunglon lah!


Dipercaya Lini Fashion Terkenal Dunia

Awalnya Sritex hanya memproduksi pakaian jadi atau kain yang di pasaran di Indonesia. Setela mendapatkan sertifikat dari NATO, ketenaran dari perusahaan ini makin menanjak. Selain membuat pakaian yang digunakan oleh para anggota militer di 30 negara dunia. Sritex juga mengerjakan banyak pakaian dari brand ternama dunia seperti Zara, Guess, dan Timberland.




Zara [image source]

Pakaian yang dibuat di Sritex akan akan dijual di banyak negara di dunia. Setiap hari, para pekerja di Sritex akan membuat banyak model pakaian berkualitas ekspor. Hingga sekarang, sudah ada lebih dari 3.000 model pakaian dan kain yang dibuat oleh Sritex yang membuatnya mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Sumber: Viva

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!

Tampilannya lumayan mencolok di sudut utara Jalan Merdeka Barat, dibalut warna hijau loreng, sosok Raisa yang berjarak tak jauh dari gerbang Istana Negara sontak menjadi perhatian banyak orang. Inilah Raisa (Kendaraan Pengurai Massa) yang digelar untuk suatu waktu diperlukan guna mengurai konsentrasi massa di depan Istana dan area sekitar lapangan Monas saat perayaan HUT RI ke-71 hari Rabu lalu.

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!


Siapakah Raisa? Dari tampilannya Raisa diusung oleh kendaraan offroad 4×4 dari jenis Nissan Frontier. Mengingatkan pada rantis Direction Finder YonHub TNI AD yang juga memakai kendaraan yang sama. Meski berbalut cat loreng, Raisa berplat hitam, yang artinya kendaraan ini berstatus milik sipil. Yang membuat Raisa menarik adalah adanya dua unit speaker dalam ukuran besar yang ditempatkan di bagian belakang.

Meski tampil sangar bak rantis (kendaraan taktis), sejatinya Raisa diciptakan untuk menjalankan dua fungsi, pertama untuk mengurai massa dan kedua untuk public announcement bila terjadi bencana alam atau tsunami. Khusus untuk fungsi yang pertama, apabila dipasang frekuensi tertentu, bunyi speaker Raisa akan sangat memekakkan telinga dan membuat demonstran lari dan bubar. Yang menjadi istimewa pancaran suara dari kendaraan ini bisa didengar hingga jarak satu kilometer.

Raisa sendiri merupakan produksi dalam negeri, yakni diciptkan oleh perusahaan V8sound.com. Keterlibatan Raisa di sekitar area Istana diperkirakan tak lepas dalam upaya mendukung tugas dalmas kepolisian. Raisa belum lama ini ditampilkan dalam ajang Prolight and Sound Messe di Frankfurt Jerman, 5 – 8 April 2016 lalu. Kabarnya teknologi speaker ini banyak diminati pihak asing.(Hans) Sumber: IndoMiliter

Vietnam akan Beli Tiga Pesawat Militer Produksi Indonesia

JAKARTA -- Pemerintah Republik Sosialis Vietnam akan membeli tiga unit pesawat jenis CN-295 dari PT Dirgantara Indonesia.



Kerjasama pembelian alat utama sistem persenjatan (alutsista) tersebut dibahas saat Menteri Keamanan Publik Republik Sosialis Vietnam To Lam mengunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jumat (10/6).

Deputi Wapres bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan, Dewi Fortuna Anwar, mengatakan bahwa Vietnam telah menandatangani kontrak kerjasama pembelian alutsista sejak 2013 lalu. Vietnam memesan tiga pesawat jenis CN 295.

"Saat ini PT Dirgantara Indonesia tengah menyiapkan mekanisme pembiayaan lewat bank," kata Dewi.

Pesawat CN-295 sendiri merupakan pesawat militer yang bisa difungsikan sebagai pesawat untuk penerbangan sipil. Pesawat tersebut tercatat sebagai alutsista teranyar yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

Saat ini Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara pengimpor alutsista terbesar di Asean. Pasar terbesar Indonesia yakni Cina. Sumber: Republika.co.id

Produk Militer Indonesia Pukau Pasar Timur Tengah

Produk industri strategi buatan Indonesia dipamerkan pertama kali di Amman, Yordania. Banyak pihak yang tertarik dengan produk unggulan karya anak bangsa.

Untuk pertama kalinya produk-produk ini ditampilkan dalam pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional, "The 11th Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX)". Pameran ini dibuka oleh Raja Yordania, Abdullah II pada 10 Mei 2016, dan akan berlangsung hingga 12 Mei 2016, di Amman, Yordania.



PT Pindad akan mewakili Indonesia dalam pameran kali ini. Partisipasi Indonesia ini dimaksudkan untuk mengenal pasar, melihat peluang, dan aktif dalam promosi industri strategis Indonesia di Timur Tengah," ujar Dubes RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Negara Palestina, Teguh Wardoyo, dalam keterangan tertulis KBRI Amman, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (11/5/2016).

KBRI Amman telah memfasilitasi penyewaan booth yang berlokasi di Hall 3 nomor A 302 di area pameran King Abdullah I Airbase, Marka, Yordania.

Baca: Inilah 5 Fakta Kehebatan TNI AU yang Membuat Indonesia Membusungkan Dada

Pada booth Indonesia tersebut, PT Pindad menampilkan produk-produk unggulannya, seperti Senapan Serbu 2 (SS2 V4 HB & SS2 V5 Comando), Pistol G2 Elite dan G2 Combat, Senapan Sniper (SPR2 dan SPR3), dan Senapan Anti Teror PM2. PT Pindad juga membawa mock up beberapa produk kendaraan andalannya, yaitu Panser Anoa, Kendaraan Taktis Komodo, dan Tank Boat.

Di samping itu, PT Pindad juga memberikan kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan uji coba senjata dan munisi pada pameran tersebut.

Selain PT Pindad yang membawa langsung produk-produknya ke Yordania untuk dipamerkan, beberapa industri strategis tanah air, yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT PAL dan PT Sritex turut berpartisipasi dengan menyediakan brosur-brosur produk unggulan dan profil perusahaan yang dibagikan kepada para pengunjung pameran.



Pangeran Feisal bin Al Hussein selaku President of SOFEX Supreme Steering Committee menyatakan sangat sangat kagum atas perkembangan industri strategis Indonesia. Hal tersebut disampaikan Pangeran Feisal ketika berkunjung ke paviliun Indonesia yang langsung diterima oleh Duta Besar RI, Teguh Wardoyo dan di dampingi oleh Direktur Komersial PT. Pindad Widjajanto, yang sekaligus turut menjelaskan mengenai produk-produk yang ditampilkan.

"Pangeran Feisal menyatakan ketertarikannya kepada Senapan Sniper SPR2 dan akan mencoba kemampuannya di lapangan tembak dekat lokasi pameran," sebut Dubes Teguh.

"Selain Petinggi Militer Yordania, Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Tentara Kazakhstan, Jenderal Zhasuzakov Sakin dan Panglima Tentara Kuwait Letnan Jenderal Mohammad Khaled Al-Kheder, yang masing-masing didampingi delegasi militernya menyatakan sangat tertarik terhadap produk-produk PT. Pindad. Mereka langsung menugaskan stafnya untuk mengatur pertemuan lanjutan, sekaligus mengundang PT Pindad untuk
datang ke Kazakhstan dan Kuwait," pungkas Dubes Teguh.

Pameran SOFEX yang diinisiasi oleh Raja Abdullah II, diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan telah berlangsung sejak tahun 1996. Pameran ini telah menarik perhatian begitu banyak pelaku industri pertahanan dan keamanan global sehingga mereka berpartisipasi menampilkan produk-produk andalan dari masing-masing negara.

Penyelenggaraan SOFEX 2016 ini diikuti lebih dari 400 perusahaan yang bergerak di industri pertahanan baik lokal, regional dan internasional dari 47 negara.

Ketua panitia penyelenggara, Amer Tabbah, dalam laporan pembukaan menyampaikan bahwa dalam acara pembukaan ini terdapat lebih dari 1.000 orang merupakan delegasi resmi, termasuk di antaranya sekitar 30 orang pejabat setingkat menteri dari berbagai negara di antaranya, Menteri Pertahanan, Panglima Angkatan Bersenjata, Panglima Operasi Khusus, dan pejabat-pejabat penting lainnya. Diharapkan pejabat Indonesia khususnya terkait industri strategis kiranya berkenan hadir pada SOFEX 2018 mendatang, guna melihat peluang pasar sekaligus mempromosikan kehebatan karya Indonesia.

Sumber: Metrotvnews.com
Diberdayakan oleh Blogger.