defersite

Brigjen TNI Madsuni Jabat Danjen Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar upacara penyerahan satuan dari Mayjen TNI M Herindra kepada Brigjen TNI Madsuni selaku Danjen Kopassus baru. Upacara penyerahan satuan ini digelar di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta, 8/10/2016.

Brigjen TNI Madsuni Jabat Danjen Kopassus


Usai upacara penyerahan satuan, Brigjen Madsuni mengatakan dirinya berjanji akan membangun Kopassus menjadi pasukan elite yang profesional dan memiliki kemampuan tempur yang disegani.

“Kopasuss ke depan yang jelas (jadi) pasukan yang kuat, efektif, efisien dan dahsyat. Fokus kami, akan membenahi pembinaan satuan Kopassus ke depan akan lebih baik lagi,” ujar Brigjen Madsuni, seperti dilansir sindonews.com, Senin (10/10).


Mayjen TNI M Herindra (kanan) melakukan salam komando dengan Brigjen TNI Madsuni saat Upacara Penyerahan Satuan Kopassus di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu (8/10/2016). (sindonews.com)


Sebelumnya, upacara serah terima jabatan Danjen Kopassus telah dilaksanakan pada hari Jumat (7/10) di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Mayjen Herindra menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi menggantikan Mayjen TNI Hadi Prasojo yang pindah ke Mabes TNI Angkatan Darat sebagai Inspektur Jenderal Angkatan Darat.

Sumber: detik.com dan sindonews.com

Uang 'Sogok' Masuk TNI Bakal Dikembalikan

MAKASSAR - Pihak Komando Daerah Militer (Kodam) VII Wirabuana akan mengembalikan uang sogokan atau Werving kepada orang tua calon TNI yang bernilai hingga milyaran.



Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penghitungan uang tersebut untuk kemudian dikembalikan.

"Saya tidak tahu persisnya berapa mungkin ada sekitar milyaran. Yang jelasnya dari kasus ini kami sedang memproses siapa-siapa yang terlibat," kata Supartodi usai memberikan materi di kampus Unismuh Makassar Jl Sultan Alauddin, Selasa (30/8/2016).

Supartodi menegaskan, persoalan ini sejak awal ia bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti telah menekankan untuk bersikap tegas kepada oknum TNI yang terlibat.

"Jadi untuk masalah werving masuk ke TNI jangan coba-coba bentuk apapun, apalagi uang saya sikat semua itu termaksud bapak pangdam menekankan itu, tidak ada untuk werving," tegasnya. (*) Sumber: Tribunnews

Kisah Letda Poltak dan Segudang Medali untuk TNI

Meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa tentu menjadi impian tiap prajurit TNI, tak terkecuali Letda Poltak Siahaan. Mengawali karier militer sejak 1995 dari Kodam VII Sriwijaya, berpangkat prajurit dua, kariernya langsung melejit usai ditempatkan di Batalyon Infanteri (Yonif) Lintas Udara (Linud) 328 Kostrad.



"Saya masuk militer tahun 1995 dari Kodam Ii Sriwijaya dengan pangkat prajurit dua. Langsung ditempatkan di Kostrad yaitu Yonif 328," ujar Poltak saat berbincang dengan Okezone, Senin (8/8/2016) malam.

Selanjutnya pada 2001, Poltak mengikuti Sekolah Calon Bintara Reguler (Secaba Reg) dan menjadi lulusan terbaik. Namanya semakin berkibar saat sering menjuarai event Pleton Tangkas (Ton Tangkas) TNI AD dan Panglima Cup untuk pertarungan menembak.

Prestasi itu pun berhasil membawanya ke perlombaan menembak di Brunei Internasional Skill at Arms Meeting pada 2005. Meski sempat grogi di ajang internasional pertamanya, ia berhasil meraih medali emas untuk kontingen militer angkatan darat (AD). Di tahun yang sama, ia juga mengikuti ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) di Negeri Kanguru.

"Yang jelas pertama ikut ke event internasional kita pasti grogilah, tapi sebelumnya kita kan untuk di nasional sendiri sering melaksanakan lomba. Ikut pertama menembak internasional tahun 2005 di Brunei dan tahun itu juga mengikuti AASAM pertama dapat satu medali emas," imbuhnya.

Langganan Emas


Poltak pun menjadi langganan peserta lomba dan selalu meraih medali emas. Seperti perlombaan menembak di Vietnam pada 2006, Thailand 2007, dan Filipina 2008. Bahkan pada 2008, prajurit Kostrad itu meraih penghargaan Individual Champion Shoot pertamanya.

"Dalam kurun waktu tersebut ikut juga lomba tembak AARM yaitu 2006 Vietnam, 2007 Thailand, dan 2008 Filippina. 2008 mengikuti AASAM berhasil meraih Individual Champion Shoot pertama dan menjadi orang Indonesia pertama yang bisa mendapatkan itu," kenangnya.

Sejak 2005, Poltak hanya dua kali absen di ajang AASAM. Pada 2010, ia tergabung dalam prajurit perdamaian yang diberangkatkan ke Lebanon. Sementara pada 2013, ia kembali mengikuti pendidikan dan lagi-lagi lulus degan predikat terbaik.

"(Pada) 2010, ikut pasukan perdamaian Unifil ke Lebanon, 2013 mingikuti pendidikan Secapareg dan lulus dengan predikat teebaik juga," bebernya.

Saat ini bapak dua anak itu berdinas di Detasemen Mabes (Denma) Divisi Infanteri 1, Kostrad, Cilodong, Depok. Atas prestasinya sebagai juara di ASAAM 2016, KSAD, Jenderal TNI Mulyono memberinya sebuah rumah secara pribadi.

"Sekarang berdinas di Denma Divisi Infantri 1 Kostrad. Kemarin (setelah juara lomba) dari KSAD diberi hadiah rumah," ucapnya bangga.

Selama mengikuti perlombaan, Poltak mengaku didukung penuh keluarga. Bapak dari dua anak ini menganggap apa yang diraihnya sebagai sebuah pengabdian dan kebanggaannya sebagai prajurit militer. Meski demikian, ia berharap Indonesia bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih sejak 2005 hingga sekarang.

"Tentunya keluarga saya mendukung karier saya dan mereka semua selalu mendukung tugas saya sebagai tentara dan menembak. Harapan ke depan kalau untuk kontigen Indonesia sendiri, tetap bisa mempertahankan gelar umum AASAM seterusnya dan lomba lomba tembak yang diadakan dan diikuti TNI AD," tandasnya. (amr) Sumber: Okezone.com

Special Operations Commander Australia : Kopassus yang Terhebat di Dunia

Special Operations Commander Australia (SOCAUST), Mayjen Jeff Sengelman berkunjung ke Makopassus dalam rangka meninjau pelaksanaan Latma Dawn Komodo TA.2016 antara Kopassus TNI Angkatan Darat dengan Special Air Service Regiment (SASR) Angkatan Darat Australia yang ditutup (Kamis, 28/7) di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar.



SOCAUST, Mayjen Jeff Sengelman Courtesy Call diterima Danjen Kopassus, Mayjen M. Herindra didampingi Pamen Ahli Kopassus, Ir. Kopassus dan para Asisten Danjen Kopassus di Ruang Kerja Danjen Kopassus. Sementara Mayjen Jeff Sengelman didampingi Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Laksma (Brigjen) Robert Platt, Atase Darat Australia Kolonel Justin Roocke, Staff Officer SOCAUST Mayor Thomas Lonergan dan Staf Atase Darat Australia untuk Indonesia Warrant Officer2 David Hayes.

Acara diawali dengan welcome speech, pengenalan para Staf Danjen Kopassus, pemutaran video profil Kopassus dan ditutup dengan pertukaran cinderamata. Selanjutnya, delegasi SOCAUST menuju Sat-81 Kopassus untuk menyaksikan demo ketrampilan yang dipertunjukkan prajurit Sat-81 Kopassus. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah untuk melaksanakan makan siang bersama di Gedung Flamboyan, Makopassus dan pengisian pesan-kesan pada buku tamu.

Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra menjelaskan bahwa latihan bersama ini adalah dalam rangka saling tukar pengalaman untuk berbagi sharing antara Kopassus dengan Special Operations Command (SOCOMD) Australia terutama pengalaman yang pernah dilaksanakan di Afghanistan dan negara-negara lain untuk saling melengkapi yang difokuskan pada penanggulangan terorisme.



“Kita tahu bahwa The Special Operations Command (SOCOMD) Australia punya pengalaman yang sangat baik terutama bagaimana mereka melakukan operasi penanggulangan terorisme di Afghanistan, tegas Danjen Kopassus. Selanjutnya, Mayjen Jeff Sengelman mangatakan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan baginya karena hubungan Kopassus dan SOCOMD sudah berjalan hampir selama 25 tahun.

Hubungan antara Kopassus dengan SOCOMD didasarkan atas kepercayaan, persahabatan dan pemahaman. Latihan bersama yang sudah dijelaskan dan dilaksanakan oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra terfokus pada pertukaran pengetahuan, pertukaran pengalaman untuk meningkatkan ketrampilan Special Forces Indonesia dan Australia. Latihan yang telah dilaksanakan di Indonesia dan Australia membawa manfaat baik buat pasukan TNI AD, Kopassus maupun pasukan Special Forces Australia, dan hubungan ini sudah berjalan lumayan lama.

“Dan dari demonstrasi yang dilihat tadi yang dipertunjukan oleh prajurit Kopassus, saya yakin motto, skill, dan ketrampilan prajurit Kopassus masih yang terhebat di dunia”, kata Mayjen Jeff Sengelman. Lebih lanjut, Mayjen Jeff Sengelman mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Danjen Kopassus, Mayjen TNI M.Herindra serta prajurit Kopassus yang telah bertindak sebagai tuan rumah Latma Dawn Komodo TA.2016.

Latma Dawn Komodo TA.2016 ini diselenggarakan di Jakarta dan Bandung selama dua minggu sejak tanggal 18 Juli dan akan berakhir besok (Kamis, 28/7), dengan melibatkan 50 personel dari pasukan khusus kedua Angkatan Darat. Sebelumnya, Kopassus juga telah mengirimkan 30 prajuritnya pada bulan Maret 2016 lalu dipimpin oleh Komandan Batalyon 812 Sat-81 Kopassus Mayor Inf Viliala Romadhon, untuk melaksanakan Latihan Bersama dengan Special Air Service Regiment (SASR) dalam kegiatan yang sama dengan sandi Latma Dawn Kookabura di Perth, Australia. Sumber: JakartaGreater.com

TNI dan Militer Malaysia Latihan Bersama, Sejumlah Alutsista Dikerahkan



TNI dan militer Malaysia menggelar latihan militer bersama di Tanjung Gelang, Kuantan Pahang, Malaysia pada 21 Juli-3 Agustus 2016. Latihan militer bertajuk Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia Darsasa-9 AB/2016 itu mengambil tema Combined Coordination Centre(CCC).

Berdasarkan siaran pers Puspen Mabes TNI, Kamis (21/7/2017), latihan bersama itu bertujuan meningkatkan kerja sama dan memelihara hubungan militer kedua negara.

"Selain itu, juga meningkatkan kemampuan satu sama lain demi mewujudkan strategi penanggulangan bencana di wilayah perbatasan," ujar Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin.

Dalam amanat saat upacara pemberangkatan personel, Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Agung Ridhianto menegaskan, latihan militer bersama itu murni untuk menghadapi bencana alam.

"Peranan militer mampu memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi kedua negara yang rentan terhadap ancaman bencana alam," ujar dia.

Agung berpesan agar meminimalisir peluang kecelakaan dalam latihan bersama itu. Ia juga berpesan agar para prajurit menunjukkan disiplin, semangat, kerja sama dan kekompakkan sesama TNI di negeri orang.

Terakhir, Agung berpesan agar prajurit mengevaluasi apa yang menjadi kelemahan seusai melaksanakan latihan bersama itu.

"Adakan evaluasi internal perbagian, selesai pelaksanaan tiap fase kegiatan latihan guna mengadakan perbaikan dan persiapan optimal untuk melaksanakan fase berikutnya," ujar dia.

Jumlah prajurit TNI yang diberangkatkan ke Malaysia, yakni berjumlah 500 orang. Pemberangkatan itu melalui upacara militer di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta Utara.

Mereka terdiri dari tiga matra TNI, termasuk dua orang dari Polri dan dua orang pula dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di Negeri Jiran, para prajurit dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro mewakili Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Ridhianto.

TNI mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), antara lain KRI Banda Aceh-593, dua unit The Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP), satu unit kendaraan Nubika, satu unit helikopter Bell, satu unit pesawat Hercules (A-1318) dan satu unit helikopter Nas-332 Super Puma (H-3213). Sumber: Kompas.com

Foto-Foto Dramatis TNI Bikin Rakyat Haru

Sangar dan tangguh, begitu pandangan pertama saat orang-orang melihat barisan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat melintas di depan mata. Dengan seragam loreng hijau yang dikenakan, mereka nampak seperti prajurit yang profesional, dan siap menjalankan tugas tanpa kenal lelah.

Di balik kesangaran dan ketangguhan, para prajurit ini tetap terlahir sebagai manusia biasa. Mencintai rakyat kecil merupakan bagian dari tugas mereka.

Ada sejumlah momen di mana prajurit tetap menunjukkan sisi kemanusiaan, baik saat berlatih maupun ketika berada di tengah tugas. Berikut foto-foto dramatis TNI yang dikumpulkan merdeka.com:

Penuhi Nazar di depan makam ayah





Dengan bertelanjang kaki sambil memegang erat foto sang ayah dan bendera merah putih yang telah dilipat, Rayski Bagus Mandala Putra berlari menuju makam sang ayah. Pemuda yang biasa disapa Pikki itu berlari ke tempat peristirahatan terakhir sang ayah untuk menepati nazarnya, jika ia menjadi anggota TNI.

Foto ini langsung menjadi viral di dunia maya, dan membuat netizen terharu. Ayah Pikki sendiri merupakan anggota Kopassus dengan pangkat terakhir Sersan Mayor. Namun, janji itu tetap ditepatinya. Foto ini disebar luas oleh akun Facebook Greafik Ltk.

Berbagi mi instan di tengah asap





Foto dua anggota TNI ini yang tengah menangani kebakaran hutan dan lahan bikin heboh di media sosial. Foto ini pun menjadi viral di media sosial.

Dalam foto tersebut terlihat kedua anggota TNI itu terlihat kompak bukan cuma dalam menangani kabut asap, namun juga ketika beristirahat. Kekompakannya nampak terlihat saat seorang anggota TNI tengah memberikan mi instan yang belum matang kepada rekannya.

Salat minta hujan saat tiba di medan tugas





Setelah melakukan perjalanan selama berjam-jam menuju lokasi kebakaran hutan, para prajurit ini tidak lantas berleha-leha. Mereka lantas menggelar salat istisqa di sekitar landasan untuk meminta hujan.

Foto tersebut disebarluaskan oleh akun Facebook Eka Wijayanti. Dia memperlihatkan seluruh prajurit berpakaian loreng sedang bersujud kepada Allah SWT agar bencana kabut asap bisa ditangani.

Gendong nenek seberangi jembatan darurat





Foto ini didapatkan dari akun Instagram @indonesian_spetsnaz, yang memperlihatkan seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) saat ditugaskan ke lokasi bencana alam. Dia rela mengangkat nenek yang tidak dikenalnya dan menyeberangkannya ke tempat yang aman.

Setiap langkah harus diperhitungkan dengan baik, jika salah dia dan nenek tersebut bisa kehilangan nyawa. Ditambah lagi titian jembatan yang licin akibat siraman hujan dan aliran air di bawahnya nampak deras.


Memberi sedekah pada pengemis





Akun Instagram @indonesian_spetsnaz juga memamerkan foto haru yang membuat banyak orang menitikkan air matanya. Pada foto itu nampak barisan prajurit sedang berlatih fisik dengan berlari, latihan ini biasa dilakukan di semua tangsi militer.

Yang bikin haru adalah, satu di antara seluruh prajurit, ada yang tetap memberikan sedekah kepada ibu tua. Ibu tersebut duduk seorang diri, dan nampak terkejut ketika menerima lembaran rupiah dari prajurit baik hati itu.

Itulah beberapa foto prajurit TNI yang bikin banyak orang terharu. Sumber: Merdeka

Saat TNI dan Petani Berdampingan Membajak Sawah

JEMBER - Masih jatuhnya hujan membuat sebagian besar petani di Jember tertarik untuk menanami sawahnya dengan komoditas padi sepanjang tahun ini. Demikian halnya kelompok tani “Tani Mulyo” Dusun Ledok Desa Sidomukti Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember yang memulai membajak sawah di areal seluas 33 hektare.



PPL Didik dan Babinsa Desa Sidomukti, Serka Sapto saat mendampingi petani guna percepatan pengolahan lahan dan persiapan penanaman padi yang ditandai dengan pembajakan lahan dan penyiapan bibit padi di lahan milik Dasuki. Bagi, petani, menanam padi jauh lebih menguntungkan dibanding menanam tanaman komoditas lain.

''Berkali-kali sudah diimbau untuk diselingi dengan tanaman palawija agar unsur hara tanahnya dapat terpelihara dan lain-lain tetapi belum bisa merubah kemauan para petani," ujarnya seperti dikutip siaran pers Kodim Jember, Ahad (17/7).

Imbauan itu disampaikan mengingat hampir sepanjang hari ada yang panen namun ada pula yang tanam. Hal ini sudah berjalan selama bertahun-tahun dan sudah membudaya sehingga sulit untuk diubah. Namun tidak masalah selama ini produksinya relatif cukup baik, dan untungnya lagi relatif tidak ada hama yang menyerang.

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P saat kami konfirmasi menyampaikan terima kasihnya kepada unsur terkait dan jajarannya yang aktif turun ke sawah untuk melaksanakan pendampingan kepada petani. "Saya memang sudah atensikan kepada jajaran untuk lebih fokus lagi untuk pencapaian target serapan gabah produksi tahun 2016 ini sekitar 1.060.000 ton setara gabah," ujarnya.
 Sumber: Republika.co.id


TNI Dapat Sumbangan Puluhan Ribu Meter Kubik Keramik untuk Rumah Prajurit

PT Arwana Citramulia menyumbangkan 35.000 meter kubik keramik kepada TNI.

Acara penyerahan sumbangan tersebut digelar secara simbolis di Ruang Hening, Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2016).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tandean Rustandy atas sumbangan itu.



Panglima mengatakan, keramik-keramik itu akan didistribusikan ke para personel di TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

"Kami harus bersyukur berarti kesejahteran prajurit lebih meningkat. Tapi saya yakin masih ada beberapa tempat lagi yang belum tersentuh, segera saya distribusikan," ujar Gatot dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Sumbangan ini bertujuan untuk pembinaan kesatuan, teritorial dan kesejahteraan prajurit serta PNS TNI.

"Semoga dengan bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para prajurit dan para PNS TNI," lanjut Gatot.

Direktur Utama perusahaan penyumbang, Tandean Rustandy mengaku bangga dapat menyumbang keramik.

Ia berharap keramik itu dapat digunakan untuk rumah-rumah para personel TNI dan PNS TNI.

Rustandy juga mengatakan, sumbangan semacam ini sebenarnya bisa juga dilakukan oleh yang lainnya, meskipun kondisi ekonomi sedang melemah.

"Semua bisa kita lakukan, dalam kondisi baik ataupun sedang buruk. Yang penting kami tetap komitmen melakukan hal ini," ujar dia.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Bayu Galih
Sumber: Kompas.com

Mengejutkan Dunia. Inilah Pasukan Khusus Indonesia yang Lebih Hebat dari SWAT

Kita boleh kagum pada SWAT, pasukan elit asla Amerika yang tersohor. Seragam Hitam, senapan M16 di pundak, helm serta kacamata hitam pekat, dan rompi anti peluru berlabel SWAT. Tak disangkal penampilan pasukan khusus milik Amerika ini memang sangat memukau. Tak hanya soal penampilan serta peralatan mematikan, kiprah mereka juga benar-benar hebat dan mungkin sudah ratusan misi berhasil dilakukan dengan gemilang. Sehingga tak heran jika SWAT ini pun jadi contoh untuk diimplementasikan di negara-negara lain.

Perlu diketahui adalah Indonesia juga punya satuan yang tak kalah mematikan dari kebanggaan Amerika itu. Bernama Brimob, ini adalah korps andalan pemerintah yang juga tak kalah gahar dilihat dari sisi mana pun. Pamor Brimob bahkan sangat melegenda dengan berbagai konflik yang berhasil diredam oleh para pasukan spesial ini dengan sempurna.
Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua.

Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.
Nah, jika dibuat semacam perbandingan antara Brimob dan SWAT, manakah yang lebih unggul? Kita bisa membusungkan dada karena Brimob tak kalah hebat dari pasukan khusus Amerika tersebut. Berikut adalah fakta-faktanya.

1. Kualifikasi Brimob Sama Ketatnya Dengan SWAT

Brimob adalah pasukan khusus, sama seperti detasemen militer khusus yang dimiliki TNI seperti Paskhas dan sebagainya. Jadi, artinya hanya yang benar-benar kompeten serta lolos kualifikasi saja yang bisa masuk ke dalam pasukan ini dan menjadi anggota. Proses rekrutmennya sendiri bisa dibilang lebih ganas jika dibandingkan awal masuk kepolisian.latihan-brimobBrimob sendiri memang harus punya kemampuan lebih karena tugas mereka sangat vital. Terutama dalam mengamankan kota, tokoh-tokoh penting, sampai menahan huru-hara. Ada begitu banyak proses yang harus dilalui termasuk ditempa oleh para pasukan elite, hingga akhirnya bisa menyandang baret biru kebanggaan Brimob.

2. Misi Brimob Tak Kalah Mencekam
Dalam sejarah perjuangan Indonesia, Brimob sudah melakukan banyak sekali misi-misi berbahaya. Misalnya saja Pertempuran 10 November 1945 ketika itu korps ini masih bernama Pasukan Polisi Istimewa. Brimob juga pernah ditugaskan menumpas separatis yang mengancam stabilitas negara, misalnya Andi Aziz, DI/TII, RMS, dan juga PRRI.latihan-tempur-brimobBrimob juga yang pernah bikin Malaysia ketar-ketir pada konflik 1963. Korps ini juga terlibat penuh dalam pergolakan di Timor Timur pada tahun 1975. Pasukan militer Indonesia memang berjasa besar, tapi Brimob juga punya kiprahnya sendiri yang tak kalah penting bagi Indonesia.


3. Brimob Dibekali Dengan Persenjataan Modern
Sebagai pasukan istimewa, maka sudah bukan hal yang mengherankan lagi kalau Brimob punya senjata yang mematikan pula. Ada berbagai senjata taktis yang selalu dipakai oleh korps satu ini. Misalnya saja M4 buatan Amerika. Senapan ini hampir sama seperti M16 namun punya kelebihannya sendiri. Misalnya tak perlu mekanisme susah ketika memasukkan bracket peluru dan juga tahan panas. Dikatakan pula jika senjata ini lebih nyaman digunakan dari yang lainnya.senjata-brimobSS1 juga merupakan senjata andalan Brimob ketika bertugas. Senapan ini konon mampu menembak akurat dalam jarak ratusan meter. Kontruksinya sendiri juga kokoh dan bisa digunakan di banyak medan. Yang bikin bangga, SS1 adalah senjata yang dibuat oleh Pindad. Meskipun lokal, kemampuan SS1 sangat diakui dunia. Tak hanya dua senjata mematikan ini, Brimob juga kadang menggunakan AK101 yang merupakan generasi berikutnya dari sang legenda AK47.

4. Brimob Punya Keahlian Kompleks yang Jarang Dimiliki

Ungkapan populer mengatakan jika senjata bagus takkan pernah bisa mematikan jika pemegangnya tidak mendukung. Hal ini memang benar adanya. Sebagus apa pun sebuah senjata harus diimbangi oleh skill pemakainya yang handal. Dalam hal ini, Brimob sudah memenuhi syarat tersebut.aksi-brimobSeperti yang dijelaskan sebelumnya, kualifikasi Brimob berbeda dari polisi biasa. Mereka ditempa sedemikian rupa untuk menghadapi misi yang lebih besar. Tugas Brimob sendiri adalah antiteror, sehingga mereka dibekali kemampuan khusus yang sangat beragam. Mulai penyelamatan sandera, menjinakkan bom, mengatasi huru-hara, mengepung perampokan, serta masalah-masalah yang dekat hubungannya dengan masyarakat. Brimob bahkan konon memiliki kemampuan Raider TNI yang mematikan itu. Hanya saja keduanya berada di ranah yang berbeda Tak perlu mengagumi SWAT berlebihan kalau kita punya tandingan yang tak kalah hebat seperti Brimob. Harapannya, semoga detasemen satu ini makin meningkatkan kemampuan mereka sehingga bisa mampu mengatasi kejahatan dan terorisme dengan lebih sempurna lagi. Makin berkualitas maka jaminan aman sudah pasti besar pula.
sumber: (liputan co id, wikipedia)

Gilanya militer Rusia didik pasukan elite Spetznaz

Demi membentuk pasukan elite yang sangat dan tidak mudah takluk di tangan musuh, Rusia punya cara yang mengerikan hingga akhirnya para anggotanya memiliki mental baja. Bahkan, latihannya sangat brutal hingga melampaui batas kemampuan manusia.

Situs cracked.com mengungkapkan, untuk menjadi anggota pasukan elite, Spetznaz tak hanya membutuhkan mental yang kuat, tapi kemampuan mumpuni dalam menghadapi seluruh lawan-lawannya. Tak cuma sekadar melempar pisau, mereka juga bisa melempar kapak sembari melompat terbalik, di mana kepala berada di bawah.

Lewat latihan keras inilah, pasukan Spetznaz menjadi pejuang yang kompeten dan skil yang terasah. Tak heran jika slogan yang dipakai cukup seram, "Ketahuilah. Perang penuh dengan rasa sakit dan penderitaan. Itulah yang harus diketahui setiap prajurit."

Latihan dasar yang harus diikuti setiap anggota Spetznaz adalah kemampuan bela diri. Sebab, untuk menuntaskan seluruh misinya, seorang prajurit harus tahu cara untuk melumpuhkan dan membunuh secara cepat, sebagaimana mengetahui cara menembak dengan dua senjata dalam sekali kokang.


Setelah itu, salah satu pelatihan selanjutnya adalah menghadapi rekan-rekannya sendiri untuk menguji skill yang mereka miliki. Tapi, mereka hanya bisa memperlihatkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, demi mengetahui sejauh mana batasan kekuatan tubuhnya, agar mengetahui hal itu mereka mendapat bimbingan dari atasannya.

Seluruh pelatihan tersebut benar-benar dirancang untuk membangun kekuatan, atau sebagai bentuk hukuman. Dengan begitu, ketika terjun ke medan pertempuran mereka benar-benar harus tahu apa yang dihadapi dan menyusun strategi.

Ujian paling terberat yang harus dihadapi prajurit muda adalah ketika dipaksa bangun di tengah malam. Mereka dibangunkan, diseret dan dilemparkan ke sebuah ruangan gelap.

Ruangan tersebut sungguh mengerikan, berisi darah dan organ dalam manusia. Bagi mereka yang baru pertama melihatnya bisa jadi tak akan kuat mentalnya, kemudian muntah.


"Di dalamnya bukan air, itu adalah darah. Darah yang naik hingga lutut, pinggang hingga ke dada. Di dinding dan langit-langit terdiri dari potongan daging busuk, tumpukan darah dari isi perut. Setiap langkah sangat licin yang berasal dari lendir otak. Jika ragu, prajurit muda akan berhenti di koridor. Kemudian seseorang dalam kegelapan melepaskan anjing besar dari rantai."

Darah dan organ tersebut diambil dari rumah pemotongan yang berada di sekitar lokasi pelatihan, di mana tidak ada kesempatan bagi prajurit untuk istirahat sekalipun. Satu-satunya pilihan adalah tetap melangkah maju atau diserang anjing besar, untuk keluar dari neraka tersebut.

Bagi Spetsnaz, darah adalah bagian dari perang dan secara harfiah seluruh prajurit harus melalui hal itu, dan tak akan mengganggunya ketika berada di medan pertempuran. Hal itu membuat mereka mendapatkan waktu untuk membuat lawannya terkejut sebelum dihabisi. Sumber: Merdeka.com

Rahasia Kekuatan Militer Malaysia

Sejak dekade 1980an Angkatan Tentera Malaysia mengalami transformasi menjadi kekuatan tempur yang modern dan profesional dengan sistem alutsista teranyar. Tapi seberapa besar kekuatan militer negeri jiran itu?

Tentara di Tengah Transformasi

Dibentuk dan dilatih oleh Inggris buat menumpas gerakan separatis, Angkatan Tentera Malaysia sejak 1980an menjalani transformasi untuk menjadi tentara yang profesional dan modern. Militer negeri jiran itu kini memiliki 80.000 personil aktif dan dibekali dengan anggaran pertahanan sebesar 4 miliar Dollar AS per tahun atau sekitar 53 triliun Rupiah.

Pendekar Polandia

Sebanyak 48 tank tempur utama PT-91 Pendekar buatan Polandia menjadi tulang punggung angkatan darat Malaysia. Semua PT-91 saat ini dioperasikan oleh satuan tempur lapis baja, batalyon 11 Kor Armor DiRaja. Satuan tersebut saat ini terbagi ke dalam 5 batalyon dengan sekitar 250 kendaraan tempur infanteri, AVC-300 buatan Turki.

Bantuan dari Langit

Serupa TNI AD, Tentara Darat Malaysia juga memiliki satuan udara (PUTD) yang dibekali dengan 10 unit helikopter multifungsi Agusta A109 dan 12 helikopter angkut Sikorsky SH-3 Sea King. Satuan ini bertugas mengumpulkan informasi, memberikan bantuan tempur dan mengangkut personil gerak cepat.


Modern di Udara

Tentara Udara Diraja Malaysia saat ini terbagi dalam dua divisi dengan dengan 56 jet tempur buatan Rusia dan AS. Baru-baru ini Malaysia memesan empat unit pesawat angkut militer teranyar Airbus A400M dan bakal merombak armada udaranya dengan jet tempur generasi terbaru, Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, F18 Super Hornet atau Saab JAS 39 Gripen dengan nilai pembelian sebesar 2,46 miliar USD

Tumpul di Laut

Tentera Laut DiRaja Malaysia berada di garda terdepan dalam konflik di Laut Cina Selatan. Tapi untuk tugas berat tersebut TLDM cuma diperkuat dengan 2 kapal fregat kelas Lekiu, dua kapal selam kelas Scorpène dan 6 kapal patroli kelas Kedah buatan Jerman dengan teknologi teranyar, tapi dengan persenjataan minim. Baru-baru ini Malaysia berniat memesan 6 kapal patroli tambahan dari Jerman

Tentara Masa Depan

Pemerintah Kuala Lumpur saat ini sedang menjalankan program Future Soldier System buat modernisasi personil militer. Nantinya setiap serdadu akan dibekali dengan helm dan rompi anti peluru, kacamata pelindung, dan perlengkapan untuk melihat di malam hari. Selain itu pasukan infanteri juga bakal dipersenjatai dengan senapan otomatis generasi teranyar buatan AS.

Bajak Laut dan Cina

Angkatan laut Malaysia sejauh ini banyak berurusan dengan operasi anti bajak laut di selat Malaka. Armada yang tersebar di enam pangkalan laut di selat Malaka misalnya didominasi oleh kapal patroli dan kapal cepat milik pasukan penjaga pantai. Sementara kapal korvet dan kapal selam Malaysia ditempatkan di pangakalan laut Teluk Sepanggar di utara Borneo, buat mengamankan Laut Cina Selatan.

Minim Pengalaman

Selain mengawal misi damai PBB, militer Malaysia tidak banyak mengantongi pengalaman bertempur. Insiden terbesar yang melibatkan Malaysia adalah pertempuran Mogadishu, saat pemberontak Somalia menyerbu pasukan elit AS yang diabadikan dalam film Black Hawk Down. Pasukan PBB yang ditugaskan menyelamatakan tentara AS yang disandera, kehilangan beberapa serdadu, termasuk seorang prajurit Malaysia. 
Sumber: http://www.dw.com/id/rahasia-kekuatan-militer-malaysia/g-19233209

Ngeriii,,,,,Razia Tanpa Plang dan Surat Tugas, Polantas kabur Dibubarkan Anggota TNI

Kericuhan terjadi saat belasan polisi dari Sat Lantas Polresta Medan dan PJR menggelar razia di Jalan Pancing simpang Jalan Tuasan, tepat di depan Sirkuit IMI. Selain warga yang kalang kabut dan sebagian berbalik arah, oknum TNI juga mengamuk.

Mengendarai Vixion, 3 oknum TNI berseragam lengkap dan membawa senjata laras panjang, menggeber-geber motornya di depan para Polantas yang sedang asik menyetop pengendara.



"Kau razia apa ini? Apa yang kalian razia? Mana plang razianya? Jangan suka hati main tilang dan minta duit saja,” bentak oknum TNI yang memakai jaket namun tampak laras panjangnya digendong.

Sontak sejumlah Polantas gugup. Sebagian merapat untuk menenangkan anggota TNI yang marah itu. "Sabar Bro, kan bisa kita selesaikan baik-baik," ujar salah seorang Polantas, coba mendinginkan.

Bukannya makin tenang, salah seorang anggota TNI memalangkan sepeda motornya di tengah jalan.

"Apa kau bilang sabar Bro, bukan Bro kau aku! Saudara kami kau tilang kau mintai duitnya, berani kali kau," ujar salah seorang anggota TNI yang memalangkan sepeda motornya ke tengah jalan.

Cekcok pun sempat terjadi. Bahkan salah seorang anggota TNI mendorong salah seorang Polantas dan memakinya.
Kericuhan itu sontak jadi tontonan warga. Banyak yang membela oknum TNI tersebut sambil bersorak. "Ayo Pak TNI, gas aja laler ijo itu, buat pengendara sini dan warga jadi kuatir," ujar salah seorang warga. Teriakan tersebut disambut sorakan warga.

Pengendara yang melintas jadi berhenti untuk melihat kericuhan. Seorang polantas kembali dimaki dan didorong. "Kau lihat aku, jangan kau atur terus jalan itu. Ini kau tilang udah saudara kami, cemana ini urusannya," ujar salah seorang oknum TNI tersebut.

Satu per satu Polantas menghindar. Bahkan ada yang langsung engkol sepeda motor dan pergi. Ada pula yang lawan arah dan ada yang pura pura berjalan sambil mendorong motornya dan di ujung jalan mengengkol motornya lalu kabur.

Seorang polisi berpangkat Ipda coba menenangkan. "Udah Pak, kita selesaikan saja ayok Pak di kantor," ujarnya menenangkan.

Karena malu dilihat warga dan pengendara, akhirnya para anggota TNI ini ikut. Seorang anggota TNI itu mengatakan kesal dengan main tilang Polantas. "Masa main tilang aja dia, kan lengkap motor saudara kami ini," ujarnya.

Ditanya dari kesatuan mana, para TNI ini bungkam. "Udah ya kami ke sana dulu urus motor ini," ujarnya.


Sumber: http://www.kawasannusantara.com/2016/05/ngeriiirazia-tanpa-plang-dan-surat.html

Prajurit TNI Ajari Anak-anak Papua Mengaji

Personel TNI yang menjaga perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini tak hanya melakukan pengamanan wilayah saja. Para prajurit itu ternyata juga menjadi guru mengaji bagi anak-anak di wilayah Kabupaten Keerom, Papua.



Dikutip Dream dari laman tniad.mil.id, Rabu 20 Mei 2015, prajurit TNI mengajarkan baca dan tulis Alquran, terutama Iqro bagi anak-anak masyarakat di sekitar Musala Pos Wembi. Kegiatan ini dilakukan setiap hari, mulai pukul 16.00 WIT sampai 16.30 WIT. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas teritorial, selain tugas pokok yaitu pengamanan perbatasan.

Pos Wembi merupakan salah satu pos dari Satgas Yonif 400/Raider, yang berada di antara Kampung Wembi dan Kampung Piyawi. Penduduk wilayah ini merupakan masyarakat asli dan pendatang. Mereka hidup berdampingan, walau berbeda suku agama.

Salah satu prajurit TNI yang menjadi pengajar, Pratu Suprat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan niat mulia untuk mengajak anak-anak masyarakat untuk bergabung menuntut ilmu agama Islam. Sebelum dijalankan, kegiatan ini dilaporkan terlebih dahulu kepada Komandan Pos (Danpos), Kapten Inf Manashe Lomo. "Ternyata Danpos sangat antusias dan mempersilakan kegiatan tersebut untuk dilaksanakan," ungkap Suprat.

Baca: Mabes TNI Tegaskan Komunisme Haram

Menurut dia, anak-anak di sekitar Musala Pos Wembi tak hanya diajari membaca dan menulis Alquran. Melainkan juga amalan-amalan lainnya. "Selain kami ajarkan cara membaca Alquran, kami juga ajarkan beberapa Salawat di sela-sela kegiatan, selain itu juga kami berikan wawasan tentang berbangsa dan bernegara," ujar Suprat.

"Secara pribadi, sebagai seorang muslim, saya merasa senang di sela-sela tugas pokok yaitu menjaga wilayah darat perbatasan RI-PNG, saya masih mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu dengan mengajar mengaji di daerah perbatasan, kami rasakan kesulitan mengenai fasilitas belajar mengajar bagi masyarakat di daerah perbatasan," tambah dia.

Sementara itu, Pratu Arif, menambahkan bahwa anak-anak dan para orang tua sangat antusias dengan kegiatan belajar ini. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat sekitar untuk bergotong royong memperbaiki musala.

"Masya Allah sekarang kondisi Musala di Pos sudah nyaman untuk digunakan sebagai tempat ibadah. Berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas adalah motto kami didalam melaksanakan tugas sehari-hari, dan semata-mata untuk mendapat ridho dari Allah SWT," kata Arif.

"Sebagaimana dicontohkan oleh Rosullullah SAW bahwa "sampaikanlah walau satu ayat" . Itu menjadi penyemangat bagi kami untuk selalu ber-amar maruf nahi mungkar. Agar hidup ini Insya Allah menjadi bermanfaat bagi orang lain," tambah Arif. (ism) Sumber: Dream.co.id

Serda Pebti, tentara cantik sang pencari jejak ulung

Parasnya ayu, gayanya juga feminim. Tapi siapa sangka, wanita ini justru tangguh di medan perang, bahkan mampu melacak jejak yang tak kasat mata.

Dia adalah Serda (K) Pebti Feryanti. Tak cuma cantik, Kowad IX Udayana, ini menyimpan segudang talenta.



Salah satu keberhasilannya adalah mewakili Kodam IX Udayana untuk mengikuti perlombaan tingkat internasional. Sebuah prestasi yang tak bisa dilupakannya bertandang ke negeri ginseng mewakili Indonesia.

"Ya kebetulan saat itu saya lolos untuk ajang orienteering (pencari jejak) tingkat Internasional," ungkap gadis kelahiran 24 Februari 1994 ini, Rabu (2/12) lalu.

Usai berlatih di lapangan Hubdam IX Udayana, Pebti mengaku sangat mencintai kegiatan mencari jejak. Selain banyak tantangan juga merasa puas jika mampu mengungkap temuan dalam mencari jejak.

"Baru-baru ini aja, awalnya tidak menyangka juga. Pastinya selama 12 hari di sana (Korsel) banyak pengalaman yang saya dapat sebagai anggota TNI," ungkapnya saat ditanya terkait pengalaman ikut turnamen internasional.

Pebti menceritakan kisahnya masuk TNI. Mengawali menjadi korp Kowad TNI tahun 2014 karena ikut-ikutan saja melihat teman mendaftar jadi anggota TNI.

Padahal saat itu, gadis kelahiran Desa Temenggung ini sudah mengenyam bangku kuliah pada semester tiga di sekolah tinggi guru di Yogyakarta, mengambil jurusan pengajar tingkat Sekolah Dasar.

"Saya sangat suka mengikuti kegiatan pengabdian. Waktu kuliah cari jurusan guru, ingin mengabdi sebagai pengajar. Tidak tahunya, Tuhan berikan saya kepercayaan mengabdi pada negara," tegas Serda (K) Pebti.

Inilah kartini masa kini, tak cuma cantik, tapi juga tangguh. Sumber: Merdeka.com

Diberdayakan oleh Blogger.