defersite

"Militer Australia Mungkin Iri dengan Kemampuan TNI..."

JAKARTA, Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi mengapresiasi langkah yang diambil Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menunda kerja sama militer dengan Australia. Hal itu dilakukan TNI karena adanya dugaan pelecehan TNI oleh pihak Australia.

Menurut Bobby, sebagai partner, semestinya Australia menghargai Indonesia sebagai mitra yang sejajar, bukan malah melecehkan.

"Militer Australia ini mungkin iri dengan kemampuan TNI kita, lomba menembak di kandang sendiri saja kalah, sudah bagus perwira kita mau sharing di sana," tulis Bobby melalui pesan singkat, Rabu (4/1/2017).

Ia menuturkan, bila dugaan pelecehan terhadap TNI itu terbukti benar, maka hal itu menunjukkan iktikad yang buruk dan provokatif bagi keberlangsungan kerja sama bilateral dengan Indonesia.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, Komisi I juga akan menanyakan hal tersebut kepada TNI saat rapat kerja pada masa sidang berikutnya.

"Saya masih berharap ini adalah kesalahpahaman, tetapi kiranya benar ada pelecehan, bukan hanya penghentian kerja sama, kalau perlu langkah-langkah diplomatik harus dilakukan," lanjut dia.

Dari informasi yang ditelusuri Kompas, TNI sebelumnya mengirimkan surat kepada ADF pada 9 Desember 2016 tentang penghentian kegiatan kerja sama militer di antara kedua belah pihak. Hal itu dipicu dengan pengalaman pelatih dari Kopassus yang mengajar di sekolah pasukan khusus Australia tersebut.

Saat mengajar, pelatih tersebut mengetahui adanya pelajaran-pelajaran yang isinya menjelek-jelekkan TNI di akademi tersebut.

Saat menghadap kepala sekolah di akademi tersebut untuk mengajukan keberatan, sang pelatih Kopassus tersebut menemukan tulisan lainnya yang isinya justru menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

"Ada kertas tulisan yang di-laminating," demikian sebagaimana dituturkan sumber tersebut. Sumber: Kompas.com

Menurut Menhan, Oknum Militer Australia yang Hina Pancasila Sudah Diberi Sanksi

BOGOR, - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui, ada oknum anggota Australian Defence Force (ADF) yang menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan pelatih dari Korps Pasukan Khusus (Kopassus) yang mengajar di Sekolah Pasukan Khusus Australia.



Menhan mengatakan, oknum tersebut sudah diberi sanksi oleh ADF.

"Itu kan yang letnan saja, kemudian sudah ditegur, sudah dihukum itu," kata Ryamizard di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017).

Ryamizard meyakini, militer atau Pemerintah Australia sama sekali tidak berniat untuk menghina atau melecehkan Indonesia.

Ia menegaskan, Australia dan Indonesia selama ini selalu menjaga hubungan baik.

"Jangan gara-gara 'curut-curut' enggak jelas itu hubungan negara enggak bagus, enggak baik juga," kata dia.

Menhan mengakui dengan adanya peristiwa ini, kerja sama militer antara TNI dan ADF ditunda.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat, dirinya akan segera menemui Menteri Pertahanan Australia untuk membahas kelanjutan kerja sama militer ini.

"Nanti saya ngomong dengan Menhan-nya dulu ya. Memang, seharusnya saya kemarin ke sana. Belum karena Menhan-nya lagi di rumah sakit, mungkin akhir bulan ini saya ke sana," ujar Ryamizard.

Dari informasi yang ditelusuri Kompas, TNI sebelumnya mengirimkan surat kepada ADF pada 9 Desember 2016 tentang penghentian kegiatan kerja sama militer di antara kedua belah pihak.

Hal itu dipicu dengan pengalaman pelatih dari Kopassus yang mengajar di sekolah pasukan khusus Australia tersebut.

Saat mengajar, pelatih tersebut mengetahui adanya pelajaran-pelajaran yang isinya menjelek-jelekkan TNI di akademi tersebut.

Saat menghadap kepala sekolah di akademi tersebut untuk mengajukan keberatan, sang pelatih Kopassus tersebut menemukan tulisan lainnya yang isinya justru menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

"Ada kertas tulisan yang di-laminating," demikian sebagaimana dituturkan sumber tersebut.


Penulis : Ihsanuddin
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary dikutip dari KOMPAS.com

Menelisik Perbandingan Militer Indonesia Belanda Hari Ini yang Bagai Bumi dan Langit

Membandingkan militer Indonesia dan Belanda di masa lalu sama dengan membicarakan dagelan yang lucu sekali. Ya, alasannya tak lain karena kita dan mereka sama sekali tak sebanding. Belanda adalah negara penjajah yang luar biasa dan kita ya begitu-begitu saja. Dan bukti kalau mereka jauh lebih kuat tentu adalah penjajahan yang sedemikian lama itu.

Namun, ketika waktu berganti, segalanya pun ikut berubah. Militer Belanda yang dulu bagi Indonesia adalah bak seekor monster, kini tak lebih dari seorang bocah. Ya, angkatan perang kita saat ini melampaui jauh si negeri tulip. Dari data yang disusun Global Fire Power, diketahui Belanda saat ini berada di peringkat 35 dunia dan kita ada di posisi 14.

Hari ini kita sangat kuat kalau dibandingkan dengan Belanda. Bahkan seumpama kita balik invasi mereka, kemungkinan berhasilnya lebih dari 50 persen dengan catatan masing-masing negara berdiri di atas kekuatan sendiri. Untuk mengetahui perbedaan kekuatan Indonesia dan Belanda saat ini, berikut adalah ulasan tentang komparasinya.
Indonesia Menang Telak Soal Jumlah Tentara

Bukan bermaksud untuk sombong, namun pada kenyataannya kalau soal tentara kita jauh lebih unggul dari Belanda. Tak hanya dilihat dari jumlahnya saja, tapi juga kualitas yang dimiliki. Tentang jumlah, Indonesia memiliki tentara yang jauh lebih banyak alias berlipat-lipat dari Belanda. Ya, hari ini mereka hanya memiliki sekitar 50 ribuan tentara aktif, sedangkan kita mempunyai 476 ribu serdadu siap perang.Tentara Belanda vs Indonesia

Tak hanya jumlah, Indonesia juga unggul soal kualitas. Hal ini terbukti dari beragam prestasi yang ditorehkan oleh para tentara kita di berbagai ajang dunia. Belanda mungkin juga cukup berprestasi, namun masih kalah jauh dibanding Indonesia. Tak hanya lewat prestasi, bukti kualitas tentara kita juga dilihat dari begitu banyaknya pasukan elit yang dimiliki, macam Denjaka, Sat-Bravo, Kopaska, dan lain sebagainya yang masing-masingnya sudah mendapatkan pengakuan dunia.
Kekuatan Darat Indonesia Jauh Lebih Tangguh

Jika di ranah tentara kita menang telak, lalu bagaimana dengan kekuatan darat? Ya, sama sekali tak ada bedanya alias kita masih unggul jauh. Hal ini dibuktikan dari koleksi alutsista darat kedua negara yang begitu jauh terpautnya.Kekuatan darat Belanda vs Indonesia

Soal tank misalnya, Indonesia memiliki sekitar 468 buah, sedangkan Belanda sama sekali tidak punya. Serius, kalau tidak percaya silakan telusuri datanya di Global Fire Power. Meskipun begitu, Belanda memiliki sekitar 979 buah kendaraan taktis. Namun, kita tetap unggul di situ karena memiliki sekitar 1.089 buah dan masih bisa produksi lebih banyak lagi.
Kekuatan Udara Kita Setara dengan Mereka

Soal tentara dan kekuatan darat kita menang jauh, namun lain soal daya udara. Ya, di ranah ini siapa sangka kalau Belanda ternyata cukup kuat. Hal ini lagi-lagi bisa kita lihat dari jumlah alutsista yang dimiliki oleh masing-masing negara.

Kekuatan udara Belanda [Image Source]

Misalnya pesawat tempur, Belanda ternyata unggul dari kita dengan jumlah 66 buah sedangkan Indonesia hanya 58 saja. Pun demikian dengan helikopter serbu, mereka memiliki 27 buah dan Indonesia hanya 5 saja. Meskipun demikian, kita cukup unggul untuk pesawat transportasi dengan memiliki 170 buah sedangkan mereka hanya 45 saja.


Kekuatan Laut Kita dan Mereka Cukup Berimbang

Sama halnya seperti kekuatan udara, dalam hal daya laut ternyata kita dan mereka cukup berimbang walaupun Indonesia bisa dibilang lebih unggul sedikit. Kalau dilihat dari alutsistanya, beberapa kita unggul. Misalnya jumlah Corvette yang totalnya 10 buah sedangkan mereka 0 alias tak punya, serta kapal patroli yang mana kita memiliki 66 buah sedangkan mereka hanya 4 saja.Perbandingan kekuatan laut Indonesia vs Belanda

Meskipun unggul, tapi Indonesia kalah jumlah kapal selam. Ya, mereka ternyata memiliki 4 buah, sedangkan Indonesia hanya 2 saja. Walaupun demikian, rencananya pemerintah bakal menganggarkan dana untuk kapal selam. Sehingga dalam waktu dekat jumlahnya mungkin akan sama dengan Belanda atau bahkan lebih.

Penjajah tak selamanya jemawa, ungkapan ini pas untuk menggambarkan kondisi Belanda sekarang. Dulu mereka bagai monster, tapi hari ini bukan siapa-siapa. Meskipun demikian, kita juga tak boleh terlalu sombong dan congkak. Pasalnya, Belanda sendiri ada andil dalam membentuk kekuatan militer kita di masa lalu. Sumber: Boombastis.com

Rusia Tingkatkan Alat Sistem Komunikasi Militer

Pemerintah Rusia akan memberikan 244 alat sistem komunikasi dengan teknologi terbaru, kepada Angkatan Darat mereka. Rencananya, pemberian alat komunikasi tersebut akan direalisasikan pada akhir tahun 2016.

Kepala Staf Angkatan Darat Rusia Mayjen Alexander Galgash mengatakan, diharapkan dengan alat sistem komunikasi terbaru ini mampu meningkatkan kordinasi prajurit di lapangan agar cepat mendapatkan informasi.

“Sesuai dengan pesanan kementerian pertahanan, sebanyak 244 sistem komunikasi termutakhir direncanakan akan dikirim ke Pasukan Sinyal Komunikasi. Pengiriman ini akan meningkatkan persentase teknologi komunikasi yang terbaru hingga 45 persen, dan pada 2020 ditargetkan mencapai lebih dari 70 persen,” ujar Galgash, kepada radio Life Zvuk, Minggu (23/10/2016).

sumber : militer meter

BNN Akan Rekrut TNI Bersenjata Canggih Buru Bandar Narkoba

PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional ( BNN) sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo untuk melengkapi persenjataan canggih lebih hebat dari yang dimiliki oleh TNI dan Polri yang jangkauan tembakan mencapai 1,6 kilometer tembakan lurus sedangkan, tembakan lambung mencapai 2,4 km.



Bahkan, BNN akan mengambil prajurit TNI yang handal dan terlatih dalam membekuk bandar narkoba yang makin menjadi-jadi yang sudah menjadi musuh negara yang tujuannya menghancurkan NKRI.

BNN juga menguraikan, bahwa semua jenis narkoba selain ganja adalah merupakan pasokan dari luar negeri termasuk ada narkoba jenis yang baru jenis ekstasi masuk ke Indonesia yang ternyata kiriman dari negara Jerman.

Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso ( Buwas ) saat menjadi pembicara dalam acara workshop tentang pemberantasan peredaran narkoba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah , Selasa (18/10/2016) mengatakan, soal pengadaan senjata canggih dan bekerjasama dengan TNI, sudah dapat persetujuan Presiden, tinggal persetujuan DPR RI.

Menurut Budi Waseso, yang mengaku datang ke Palangkaraya sekaligus untuk mengenang masa lalu dia saat menjadi Kapolresta Palangkaraya, selama ini pihak BNN dan polisi kesulitan dalam proses hukum bandar narkoba, karena meskipun pelaku dan modus serta jaringan sudah diketahui secara akurat.

Namun lanjut dia, kesulitan sering ditemukan dilapangan terkait barang bukti dan alat bukti terhadap bandar narkoba untuk membekuknya untuk mengajukannya ke persidangan.

"Kendala ini yang sering kami hadapi dilapangan untuk polisi dan BNN dalam melakukan operasi," katanya.

Lalu kenapa BNN mengandeng TNI dalam melakukan operasi membekuk bandar narkoba tersebut?

"Indonesia sudah darurat narkoba. Bandar Narkoba merupakan musuh negara yang harus dibasmi. Yang bisa membasmi musuh negara adalah TNI bekerjasama dengan polisi membekuk bandar narkoba," katanya.

Buwas menegaskan, dengan kesiapan TNI yang selalu melakukan latihan rutin untuk perang melawan musuh negara serta dengan dilengkapi senjata canggih, ketika data dan fakta sudah lengkap dan jelas, bahwa sosok yang ditarget adalah bandar narkoba.

"TNI bisa melakukan penembakan hingga mati terhadap pelaku, karena dia adalah musuh negara yang harus dibasmi. TNI khusus untuk melakukan penembakan saja, soal jenazahnya, nanti jadi urusan polisi dan BNN untuk membungkusnya dengan kantong jenzah, itu bukan lagi urusan TNI," ujar Buwas.

Buwas juga mengatakan, usulannya dalam rapat kabinet kepada Presiden Joko Widodo, untuk menempatkan semua tahanan narkoba dalam satu pulau yang banyak binatang buasnya seperti buaya sudah disetujui.

"Sehingga rencananya gedung tahanan narkoba tersebut akan dibangun di dekat pulau Natuna yang dijaga ketat oleh TNI," tegas uBuwas yang menceritakan ayahnya adalah mantan anggota Kopasus. (*) Tribunews

Ini Gadis Pertama yang Kenakan Hijab di Sekolah Militer, AS

Sampai saat ini, dunia barat sangat rentan terhadap kasus diskriminasi terhadap kaum muslim atau sering disebut juga dengan islamophobia. Namun, semua itu tidak menjadi masalah untuk Sana Hamze.

Sana Hamze jadi muslimah pertama yang diizinkan memakai hijab di sekolah militer di Vermont, Amerika Serikat. Gadis lulusan Universitas Norwich itu, kini tengah menempuh pendidikan di sekolah militer swasta tertua di AS.

"Saya tidak memandang diri saya sedang mengubah dunia atau mengubah Amerika," kata gadis 18 tahun asal Fort Lauderdale, negara Bagian Florida itu, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (17/10).

"Saya tidak memandang diri saya sedang mengubah dunia atau mengubah Amerika," kata gadis 18 tahun asal Fort Lauderdale, negara Bagian Florida itu, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (17/10).

"Saya melihatnya ini hanya soal sebuah sekolah yang mengizinkan seorang siswanya menjalankan pratik agama sekaligus menempuh pendidikan untuk menjadi tentara Angkatan Laut," lanjut dia.


Sana Hamze

Dengan mengikuti sekolah militer Hamze rupanya ingin meneruskan jejak keluarganya yang berasal dari keluarga militer. Awal tahun ini ketika mendaftar ke Norwich dia sudah meminta izin akan mengenakan hijab sebagai bagian dari keyakinannya dan permohonannya dikabulkan.

Awalnya dia ingin masuk ke Charleston, kampus militer di South Carolina, tapi permohonannya untuk memakai hijab ditolak.
Nenek buyut Hamze dulunya tentara Angkata Udara dan nenek-kakeknya waktu itu bertemu ketika bertugas di Puerto Rico sebagai tentara Angkatan Laut dan ayahnya adalah polisi di Florida.

"Saya tahu apa yang saya lakukan adalah untuk melindungi negara. Saya bergabung di ketentaraan untuk melindungi negara," kata dia. (Ref: sandk, merdeka.com, dailymail.co.uk)

LSM Australia Kompori Masyarakat Papua Barat Pisah dari Indonesia

Keinginan Provinsi Papua Barat untuk melepaskan diri dari Indonesia yang terdengar keras selama ini ternyata diprovokasi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) gereja asal Australia.



Buktinya kini kembali muncul petisi menyangkut referendum tanah cendrawasih itu dari Australia.

"Dubes (Australia) menyampaikan ada berita dari Canbera, bahwa ada satu petisi lagi menyangkut soal Papua Barat," ungkap Ketua DPR Ade Komarudin di Bali, Sabtu (8/10).

Dikatakannya, petisi itu datang dari LSM yang dibiayai banyak aktivis gereja. Bahkan itu dilakukan secara sistematis. "Jadi biasa, LSM Australia yang sering gatel," sebut dia.

Politikus Partai Golkar itu menyebutkan, kelompok LSM Australia itu sering melakukan aksi demonstrasi. Bahkan pada peringatan 17 Agustus lalu ada yang melakukan pengibaran bendera berlambang bintang kejora yang identik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Dan itu ternyata yang mengibarkan adalah mahasiswa yang dibayar oleh orang-orang itu," sebut dia.

Menurut Akom, selama ini yang mengganggu hubungan Indonesia dengan Australia bukanlah pemerintahnya, tetapi masyarakatnya yang memang susah dikendalikan sebagai negara demokrasi.

"Membuat kita menjadi tidak baik, walaupun pemerintahannya baik," pungkasnya. (dna/JPG) Sumber Jawapos

Hal Menakjubkan Iringi Pasukan Elite TNI AD Kopassus Sambut Komandan Baru

Tampuk pimpinan pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD resmi berganti. Brigjen TNI Madsuni Sabtu (8/10) dikukuhkan sebagai orang nomor satu di jajaran korps baret merah -sebutan lain Kopassus. Dia menggantikan Mayjen TNI M. Herindra. 



Pengukuhan dirinya sebagai Danjen Kopassus tersebut dilakukan dalam upacara serah terima tongkat Danjen Kopassus di Lapangan Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur (Jaktim) pagi kemarin.

Masyarakat Cijantung begitu antusias menyaksikan upacara serah terima jabatan tersebut. Pasalnya, sebelum acara serah terima, dipertontonkan sejumlah atraksi menakjubkan yang dari para anggota Kopassus. Di antaranya terjun payung, baris berbaris, bela diri Yong Moodo, dan marching band.

Usai menyaksikan atraksi, Mayjen M. Herindra memasuki lapangan upacara bersama Brigjen Madsuni. Saat penyerahan pasukan Herindra mengatakan bahwa serah terima pasukan Kopassus kemarin adalah kelanjutan dari serah terima jabatan di Mabes AD pada Jumat kemarin (7/10) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono.

“Saya mohon diri dan minta restu agar dapat mengemban tugas berikutnya sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi,” ujar Herindra dalam sambutannya.

Herindra juga sempat menyampaikan rasa bangganya kepada Kopassus. Dia berpesan agar pasukan khusus TNI AD tersebut meningkatkan kemampuannya untuk menghadapi ancaman yang semakin kuat. “Belajar itu mutlak,” ucapnya.

Sementara itu, Madsuni yang kini menjadi Danjen ke-29 Kopassus. (dod) Jawapos

Swedia akan perkenalkan kembali wajib militer mulai 2018

Stockholm - Swedia mengatakan pada Rabu bahwa mereka akan memperkenalkan kembali wajib militer mulai 2018, delapan tahun setelah dihapuskan.



Negara Skandinavia tersebut, yang tidak pernah dilanda konflik bersenjata di teritorialnya dalam dua abad terakhir, menghentikan wajib militer pada 2010 setelah hal itu dianggap bukan cara yang memuaskan untuk memenuhi kebutukan angkatan darat moderm.

"Saya harap kita akan menemukan jalan untuk cara perekrutan yang lebih stabil, kuat dan fungsional," kata Menteri Pertahanan Peter Hultqvist dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP.

Kebijakan baru tersebut akan berpengaruh pada warga Swedia yang lahir setelah 1999, menurut sebuah laporan dari mantan anggota parlemen untuk Kementerian Pertahanan.

Langkah itu diduga akan disahkan parlemen, di bawah perjanjian antara pemerintah sayap kiri dengan oposisi tengah kanan.

Sekitar 4.000 pemuda Swedia, baik laki-laki maupun perempuan berusia 18 tahun, diperkirakan akan dipanggil tiap tahunnya. Sumber Antaranews

Panglima TNI Imbau Tidak Ada Tindakan Provokatif di Laut China Selatan

TNI mempunyai strategi tersendiri untuk menghadapi konflik beberapa negara di wilayah Laut China Selatan. Mereka juga akan memperkuat pangkalan militer di pulau-pulau terluar, termasuk di Pulau Natuna.



Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo mengatakan, pemerintah Indonesia mempunyai dua strategi menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya terkait konflik di Laut China Selatan.

"Kami mengimbau kepada semua pihak dan bertekat mewujudkan Laut China Selatan damai dan stabil, kemudian mengimbau semua pihak tak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa merusak stabilitas di Laut China Selatan," kata Gatot usai berziarah ke makam Presiden RI ke empat, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Kabupaten Jombang, Selasa (27/9/2016).

Selain itu, untuk menjaga kedaulatan NKRI, lanjut Gatot, TNI akan memperkuat pangkalan militer di Pulau Natuna dan pulau-pulau terluar lainnya yang dipandang strategis.

"Pembangunan pangkalan TNI tak hanya di Natuna. Atas petunjuk Presiden (pangkalan TNI) di pulau-pulau terluar strategis, Natuna, Morotai, Biak, Merauke akan dibangun," tandasnya.

Konflik di Laut China Selatan semakin memanas setelah China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan ke dalam teritorialnya. Klaim tersebut membuat China terlibat sengketa wilayah dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
(tfq/tfq) Sumber Newsdetik

Pangkalan Militer Natuna 2017 Segera Diwujudkan, TNI siap dengan segala Kemungkinan

Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo memastikan TNI siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi terkait Laut China Selatan. Oleh karena itu pihaknya terus mempercepat pembangunan pangkalan TNI di pulau terluar.

Hal tersebut, disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat melakukan Ziarah makam Gus Dur (Abdurrahman Wahid) di Ponpes tebu Ireng Jombang, Jawa Timur (27/9).


Pangkalan TNI di pulau terluar seperti yang dimaksudkan Panglima TNI tidak hanya di Natuna, namun juga di pulau-pulau terluar lainnya, seperti morotai, biak, merauke dan Saumlaki-Selaru. “Pembangunan pangkalan TNI di pulau-pulau terluar ini ditentukan berdasarkan skala prioritas, Seperti meningkatnya kepentingan pengamanan perbatasan terluar Pulau Natuna yang bersinggungan dengan Laut China Selatan, Otomatis akan didahulukan,” tegas Panglima TNI.

Bahkan jika diperlukan, tambah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, TNI siap atas berbagai kemungkinan yang terjadi dengan Laut China Selatan (LCS) termasuk jika muncul konflik dengan Tiongkok.

Namun demikian, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menghimbau kepada semua pihak agar saling menjaga Laut China Selatan kondusif dan damai.

“Demi stabilitas Laut China Selatan, Kami menghimbau agar semua pihak tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengganggu dan merusak instabilitas Laut China Selatan,” paparnya kepada jakartagreater.



Menurut Gatot, pembangunan akan dimulai pada akhir tahun 2016. Pada tahun 2017, diharapkan ada perkembangan pembangunan di sejumlah kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga perlu membangun dermaga yang dapat disinggahi oleh sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga keamanan perairan. Gatot mengatakan, pemerintah juga perlu menambah radar untuk memantau wilayah di seluruh kawasan perbatasan.

Selain itu, yang perlu diperbaiki tambah Panglima TNI di Natuna adalah perpanjang Runway Lanud Ranai dan tempat pesawat tempur ground support equipment.

Menurut Gatot, pemerintah perlu membangun dermaga yang dapat disinggahi oleh sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga keamanan perairan serta menambah radar untuk memantau wilayah di seluruh kawasan perbatasan.


Wilayah Kepulauan Natuna menjadi strategis karena merupakan wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

Wilayah ini juga merupakan wilayah laut Indonesia yang menjadi jalur utama pelayaran global, terutama bagi kapal-kapal yang hendak menuju Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan.

Pengembangan Natuna menjadi sebuah keharusan dan juga prioritas utama bagi pemerintah Indonesia, bukan saja karena Presiden Jokowi ingin perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia, melainkan juga ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (marksman) Jakarta Greater

Wiranto Tawarkan Panser Anoa dan CN 235 ke Militer Pakistan

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menerima kunjungan kehormatan dari Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Rashad Mahmood di kantornya, Selasa, 20 September 2016.



Pertemuan ini di antaranya membicarakan kerja sama militer kedua negara. "Kita juga sudah menawarkan berbagai alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang kita produksi," kata Wiranto.

Mantan Panglima ABRI ini menjelaskan, beberapa alutsista buatan Indonesia yang ditawarkan pada militer Pakisan, di antaranya Panser Anoa, Senapan Serbu hingga Pesawat CN 235. "Mereka sudah mengerti, kita punya alutsista seperti itu," ujarnya menambahkan.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini mengungkapkan, kerja sama militer antarkedua negara sudah berlangsung sangat lama. Bahkan, Ia mengaku punya pengalaman kerja sama dengan militer Pakistan.

"Pada saat saya masuk pendidikan Seskoad (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat) kira-kira tahun 82 temen saya dari Pakistan sudah ada, dan itu terus menerus. Mereka kirim siswa Sesko AD, Sesko AL, Sesko AU dan Lemhanas ke Indonesia sampai sekarang," ujar Wiranto.

Yang terpenting dari pertemuan ini kata Wiranto, adalah permintaan untuk terus menjaga hubungan baik dan kerja sama militer antarkedua negara.

"Dia minta hubungan ini terus dipelihara dan dikembangkan. Ini kunjungan resmi melengkapi kunjungan terhadap Panglima TNI.” Sumber Viva

Pindad dan Perusahaan Jerman, Bikin Sistem Peledak Roket

Jakarta -PT Pindad menyepakati Nota Kesepahaman dengan perusahaan supplier fuze munisi Jerman, Junghans Defence, untuk sinergi di bidang sistem fuze beberapa produk munisi, jenis : mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut. Fuze merupakan suatu perangkat yang menginisiasi proses peledakan pada munisi dalam suatu kondisi tertentu.




Penandatanganan Nota Kesepahaman menjadi bagian dari agenda kegiatan Presiden Joko Widodo dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Jerman di Berlin, 18 April 2016. Pindad menjadi salah satu BUMN yang mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke negara-negara Eropa.

“Pindad dan Junghans Defence sepakat melakukan sinergi di bidang solusi sistem fuze untuk amunisi : mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut, yang akan dimulai tahun ini dengan investasi awal US$ 5 juta dan di masa depan bisa mencapai US$ 20 juta,” ujar Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, Jumat (22/4/2016).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini sebagai salah satu bentuk komitmen Pindad untuk melakukan ekspansi pemasaran ke luar Indonesia.

Beberapa tahapan kerja sama awal telah direncanakan bersama dengan Junghans Defence, antara lain persiapan alih teknologi mekanikal mortar fuze, menyiapkan lini produksi dan perakitan di Pindad, serta pemberian hak ekspor dan pemasaran kepada Pindad dengan fokus pasar di luar Indonesia, khususnya wilayah Asia Pasifik.

“Ke depannya, Pindad dapat memasarkan fuze hasil diproduksinya ke pasar di luar Indonesia, terutama ke negara-negara di wilayah Asia Pasifik,” ujar Silmy.

Pindad menghabiskan biaya yang cukup besar untuk pengadaan fuze ini dan hal ini menunjukan pentingnya kemampuan untuk dapat memproduksi fuze secara mandiri. Alhasil, kemampuan industri pertahanan dan keamanan dalam negeri meningkat dan total devisa yang dikeluarkan negara untuk pengadaan fuze dapat dihemat.

“Dalam setahun, Pindad mengeluarkan biaya sekitar US$ 4 juta untuk pengadaan fuze. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendukung Pindad untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat menghemat devisa yang dikeluarkan negara,” ujar Silmy.

Penandatanganan Nota Kesepahaman menjadi salah satu agenda Forum Bisnis Indonesia-Jerman, kegiatan yang mempertemukan investor dan pemerintah kedua negara untuk membicarakan investasi jangka panjang, dengan fokus utama pada bidang ekonomi. Beberapa perusahaan Indonesia turut menandatangani kesepakatan kerja sama, antara lain PT Aneka Tambang, Tbk dengan Ferrostaal dan PT PLN dengan Siemens AG.

Sumber : Finance.detik.com

Danpussenkav Thailand Mengapresiasi Produk Pertahanan Pindad

Royal Thai Army Cavalry Center melakukan kunjungan ke PT Pindad untuk melihat dan mencoba performa senjata buatan BUMN tersebut, pada hari Rabu (7/9) lalu. Kunjungan yang dipimpin oleh Commanding General of Thai Cavalry Centre (Danpussenkav Thailand), MG Veerayut Vurtsiip, ini bertujuan untuk melihat proses produksi industri pertahanan Indonesia.




Veerayut mengapresiasi kemampuan Pindad dalam menghasilkan berbagai produk industri pertahanan seperti senjata, munisi, maupun kendaraan khusus. Ia juga tertarik dengan senjata buatan Pindad yang sering menjuarai berbagai kompetisi menembak internasional seperti Australian Army Skills at Arms Meeting (AASAM), ASEAN Armies Rifle Meet (AARM), dan Brunei International Skill Arms Meet (BISAM).

“Pindad luar biasa bisa membuat produk secara mandiri di dalam negeri yang sudah bagus, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Veerayut.

Rombongan Royal Thai Army juga mengunjungi fasilitas produksi Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata. Mereka mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai senjata buatan Pindad, termasuk SS2 V4 yang sering memenangkan sejumlah perlombaan menembak tingkat internasional. Senjata lain yang dicoba oleh rombongan ini adalah SPR 2 dan SPR 3.

Sumber: Pindad dikutip dari JakartaGreater

Bocornya Rekaman Tentara Kudeta Turki

Ankara - Warga Turki dikejutkan dengan rekaman video dan obrolan radio dari pilot jet tempur F-16 yang membom markas polisi Ankara pada malam 15 Juli saat kudeta yang gagal. Rekaman tersebut pertama diperdengarkan dalam sidang oleh jaksa di Istanbul pada Sabtu (3/8).



Kepala Jaksa Penuntut Umum Ankara merilis rekaman video dan obrolan radio pilot dengan pihak oknum tentara kudeta terkait pemboman di ibukota Turki. Dalam catatan detil percakapan tersebut menunjukkan bahwa salah satu tentara yang terlibat dalam kudeta tersebut adalah Kapten Mustafa Mete Kaygusuz yang memerintahkan pengeboman.

Jaksa juga menunjukkan ada dua bom yang mendarat di markas polisi yang diluncurkan oleh dua jet tempur. Satu dengan nomor seri 94-1562, yang dikemudikan oleh Kapten Ilhami Aygul, dengan nama kode Aslan 4 Nomor Satu, dan yang lainnya dengan kode seri 94-0095, yang diterbangkan oleh Letnan Mustafa Ozkan, dengan nama kode Aslan 4 Nomor Dua. Rekaman video tersebut secara eksplisit menunjukkan peristiwa pemerintahan pemboman markas polisi.

Pada malam tanggal 15 Juli, tepat di markas polisi, beberapa pesawat jet tempur F-16 menjatuhkan 14 bom ke enam lokasi, termasuk di sebuah persimpangan dan parkir di dekat Istana Presiden, gedung parlemen, markas operasi khusus polisi di Golbasi, markas penerbangan Turki, fasilitas komunikasi satelit Turki dan stasiun TV TURKSAT.

Pemerintah Turki kemudian menyatakan bahwa kudeta telah gagal. Pembantaian yang menewaskan lebih dari 240 warga tersebut ternyata dirancang oleh pengikut Fetullah Gulen, yang tinggal di pengasingan di negara bagian AS yaitu Pennsylvania sejak tahun 1999. Saat itu Gulen dituduh memimpin kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Berikut catatan detil komando penghancuran markas polisi oleh tentara kudeta seperti dilansir World Bulletinpada Minggu (4/9);

- Perintah Markas: "Tembak markas polisi, hancurkan". Menurut sang pilot yang terlibat dalam obrolan radio tersebut bernama Ilhami Aygul mengatakan bahwa benar pertempuran di depan markas polisi adalah Kaygusuz yang memberi perintah: "Tembak markas polisi, hancurkan."

Kemudian kutipan obrolan radio antara pilot jet tempur kedua dan Kaygusuz di Pangkalan Udara Akinci di Ankara:
- Aygul: Kurt armada Aslan 4, kita ikut dalam pertempuran di depan kantor polisi.
- Kaygusuz: Tembak markas polisi, hancurkan!
- Aygul: Roger. Kami menembak zona pertempuran. Apa itu tindakan yang tepat?
- Kaygusuz: Tepat!
- Aygul: OK. markas polisi adalah yang pertama, terus yang kedua bangunan dekat ANKAmall? Kami telah menembak ke zona pertempuran.
- Kaygusuz: Tembak ke daerah di mana paling banyak tembakan. Tembak ke zona pertempuran.
- Aygul: OK. Ada tembakan dari kantor pusat di jalan. Kami sedang menembak ke daerah markas.
- Kaygusuz: Hancurkan markas polisi secepatnya!
- Kaygusuz: Apakah Anda ditembak oleh aparat di markas polisi?
- Aygul: Ada serangan tadi sekitar dua menit.
- Kaygusuz: Ayo cepat! satu bom lagi, dua bom lagi!.
- Aygul: Saya tidak mengenai bangunan itu.
- Kaygusuz: Jatuhkan satu bom lagi di sana! cepat!
- Aygul: OK! Aku akan menjatuhkan dua bom lagi ke zona pertempuran.

Sumber: http://www.bersamaislam.com/2016/09/bocornya-rekaman-tentara-kudeta-turki.html

Seberapa kuat TNI AU dibanding Angkatan Udara Malaysia & Australia?

Memasuki era reformasi, TNI AU terus berbenah diri. Salah satu fokus angkatan ini adalah memperkuat kualitas tempur mereka dengan membeli alutsista baru dari sejumlah negara.

Saat ini, TNI AU telah memiliki 7 skadron tempur, 4 skadron pesawat angkut dan 3 skadron helikopter. Untuk radar, TNI AU telah memiliki 22 radar di seluruh Indonesia. Namun, jumlah ini belum memenuhi minimum essential force yang dibutuhkan.



“Idealnya kita memiliki restra untuk sampai 2024, berbasis minimum essential force. Untuk skadron tempur misalnya, kita butuh 11, sehingga masih perlu 4 skadron lagi. Angkut butuh enam, masih kurang dua dan heli butuh empat tapi baru punya dua. Sementara radar kita butuh 32, sekarang baru 22, itu baru kekuatan minimum, bukan kekuatan ideal,” papar Kadispenau Marsma Hadi Tjahjanto saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (8/4) kemarin.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, yakni Malaysia dan Australia, kekuatan yang dimiliki Indonesia sudah cukup memadai. TNI AU sudah memiliki sumber daya manusia yang siap melaksanakan misi, termasuk alutsista berkualitas seperti pesawat Sukhoi dan F-16.

“Kalau melihat dari latihan-latihan dengan Australia, kita mampu untuk bisa menandingi dia. Itu kualitas kita,” ungkapnya,

Kini, TNI AU tengah berencana untuk mengganti pesawat F-5 Tiger dengan pesawat jenis baru generasi 4,5. Generasi terbaru ini dipercaya dapat membuat Indonesia mampu menghadapi segala ancaman dari negara asing.

Lalu, seperti apa sebenarnya kekuatan TNI AU dengan dua negara tetangga itu, berikut ulasannya:

1. Jet tempur
TNI AU sampai saat ini masih mengoperasikan 12 unit F-16 Fighting Falcon Block 15 A/B OCU. Indonesia akan menambah jumlahnya menjadi 24 buah dengan varian C/D 52ID. Selain produk barat, Indonesia juga memiliki pesawat buatan Rusia, antara lain 5 unit Sukhoi Su-27 SK/SKM dan 11 Su-30 MK/MK2. Selain itu, masih ada 16 unit jet tempur KAI T-50 Golden Eagle dan 12 unit EMB 314 Super Tucano.

Sementara, Angkatan Udara Australia diperkuat 24 unit F/A-18F Super Hornet dan 71 unit F/A-18A/B Hornet . Selain kedua pesawat itu, negara ini masih memiliki dua unit F-35A Lightning II yang digunakan sepenuhnya untuk pelatihan.

Sedangkan Malaysia diperkuat 18 unit Su-30MKM, 8 unit F/A-18 Hornet, 12 unit Mikoyan MiG-29, 20 unit BAE Hawk dan 18 unit Northrop F-5. Beberapa dari pesawat ini sempat menjalani modernisasi untuk meningkatkan kemampuan tempurnya di udara.

2. Jumlah personel
Dari sudut kekuatan personel, TNI AU memiliki 37.850 personel yang masih aktif berdinas. Hingga saat ini, Indonesia juga memiliki 510 pesawat, 110 di antaranya adalah pesawat tempur.

Sedangkan Australia tercatat memiliki personel aktif sebanyak 14.120 orang, dan 4,273 personel cadangan. Untuk alutsistanya, negara ini memiliki 265 pesawat, baik pesawat tempur, patroli maupun angkut.

Sementara, Malaysia memiliki personel aktif sebanyak 15 ribu orang. Menurut situs globalfirepower.com, Malaysia diperkirakan memiliki 217 pesawat, termasuk 97 jet tempur.

3. Indeks kekuatan
Meski hubungan antara Indonesia, Malaysia dan Australia cukup dekat, namun ketiga negara ini saling berlomba untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya masing-masing.

Berdasarkan situs analisa kekuatan militer dunia, globalfirepower.com, Indonesia menempati posisi cukup baik yakni urutan ke-12. Rating kekuatan Indonesia sebesar 0,5231. Hal ini dinilai dari kekuatan udara, darat, dan laut. Selain itu jumlah personel dan kemampuan belanja pertahanan.

Sementara Australia berada satu tingkat dari Indonesia. Indeks kekuatan dari Negeri Kangguru sebesar 0,5281.

Dibanding kedua negara di atas, Malaysia justru berada di peringkat 35. Negara ini mendapat indeks kekuatan sebesar 0,9612.
Sumber : Merdeka.com

Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Raih Medali Kehormatan dari PBB

Beirut - Prajurit TNI yang tergabung dalam kontingen Garuda UNIFIL 2015-2016 di bawah pimpinan Kol Kav Jala Argananto raih medali kehormatan PBB. Pasukan ini bertugas di Lebanon.

Dalam keterangan yang disampaikan pasukan Garuda UNIFIL, Jumat (2/9/2016), medali kehormatan ini karena telah berpartisipasi dalam menjaga perdamaian di bumi Lebanon. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hadir dalam penyematan medali kehormatan.

Panglima TNI juga melakukan beberapa kunjungan kehormatan (courtesy call) ke beberapa pejabat tinggi pemerintah seperti Menhan Lebanon dan Panglima LAF. Panglima TNI menyempatkan untuk mengunjungi Satgas MTF KRI Bung Tomo-357 di pelabuhan Beirut.





Setelah melakukan pertemuan dan kunjungan ke beberapa tempat, Panglima TNI beserta rombongan menghadiri pelaksanaan medal parade Kontingen Garuda yang diselenggarakan terpusat di Markas Indobatt UNP 7-1 Adchit Al Qusayr. Rangkaian awal kegiatan yaitu penyambutan jajar kehormatan kepada Panglima TNI.

Setelah menerima Jajar kehormatan, para Prajurit TNI yang bertugas di Lebanon tersebut menerima pengarahan dari Panglima TNI di Lapangan Soekarno UNP 7-1. Panglima TNI menyampaikan rasa bangganya terhadap prajurit dan menekankan bahwa prajurit yang ditugaskan ke daerah misi ini merupakan prajurit-prajurit pilihan melalui seleksi yang dapat mengharumkan nama baik bangsa dan negara.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan selama berada di Lebanon telah bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah Lebanon dan keseluruhannya menyampaikan apresiasi yang sangat baik terhadap Kontingen Garuda dalam setiap penugasannya, apresiasi tersebut harus tetap dijaga oleh seluruh Prajurit TNI Kontingen Garuda.

Setelah menerima pengarahan, para prajurit TNI melaksanakan upacara penyematan Medali Kehormatan PBB yang merupakan tanda jasa yang diberikan kepada setiap Peacekepeers yang telah memenuhi syarat sebagai sebuah bentuk penghargaan atas partisipasi aktif dalam keikutsertaan menjaga perdamaian dunia.

Upacara dilaksanakan dengan hikmat, dengan Komandan Upacara Letkol Inf Dwi Sasongko, S.E. yang juga Dansatgas Indobatt dan Force Commander UNIFIL Mayjen Michael Beary selaku Inspektur upacara.

Seusai pelaksanaan Upacara, dilanjutkan parade dan defile pasukan dan alutsista dengan diiringi Drumband Senada Tengkorak yang tampil memukau para tamu undangan. Tidak kalah memukaunya, para tamu undangan disuguhkan dengan penampilan terbaik para Prajurit TNI seperti tarian tradisional khas Indonesia, beladiri dan demontrasi pemecahan.





Turut hadir dalam upacara medal parade tersebut Dubes RI untuk Lebanon Ahmad Chauzin, Letjen TNI (purn) Johanes Suryo Prabowo, Letjen TNI (purn) T.B. Silalahi, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhiarto, M.B.A, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Kabais TNI Mayjen TNI Yayat Sudrajat, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Pangdivif 1 Kostrad, Brigjen TNI A.M. Putranto, Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko W., Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki, Penmil PTRI Brigjen TNI Jamaludin, Penasehat Panglima TNI Bidang Hublu Marsma TNI (purn) Prayitno, pejabat tinggi pemerintah Lebanon dan masyarakat Lebanon. Sumber: Detik

Bikin Bangga, Tiga Jenderal NATO Akui Kehebatan Pasukan TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terdiri dari tiga angkatan (matra) yaitu Angkatan Darat, Angkatan laut, dan Angkatan Udara, kehebatannya memang telah diakui oleh masyarakat dunia. Bahkan Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Gurun) ketika menjadi pembicara adalam acara talk show di TV ABC 13 mengungkapkan bahwa TNI adalah satu dari tiga kekuatan besar MARINIR dunia.





“Sekarang ada tiga kekuatan besar MARINIR dunia, dan Indonesia berada pada urutan nomor tiga,” jelas Jenderal Peter Pace. Ia pun secara tegas membantah adanya dugaan kalau penempatan US MARINE di Australia karena Amerika berencana ingin menyerang Indonesia.

"Penempatan US MARINE hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara, jangan bermimpi USA berencana menyerang Indonesia meski USA adalah pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin USA untuk menyerang Indonesia,” tegas Jenderal Peter Pace.

Dalam acara talk show tersebut tidak hanya Jenderal Peter Pace yang jadi pembicara, ada dua jenderal pensiunan NATO lainnya, yakni Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), dan Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Force saat Operasi Badai Gurun).

Jenderal Peter Pace juga sempat mengakui bahwa pasukan Khusus Indonesia sering membuat pasukannya kewalahan. “Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia,” jelas Jenderal Peter Pace.

Bahkan Jenderal Mike Jackson sempat mengungkapkan bahwa tidaklah mudah untuk mengalahkan pasukan TNI Indonesia. "Meski Indonesia kekurangan senjata, tetap tidak mudah untuk menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang, tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan."

Sumber: http://www.bintang.com/lifestyle/read/2584622/bikin-bangga-tiga-jenderal-nato-akui-kehebatan-pasukan-tni

AS dan Korsel Gelar Latihan Militer Korut Ancam Perang Nuklir

Militer As dan Korsel saat ini tengah melakukan latihan militer gabungan dalam skala besar. Latihan tersebut sudah dimulai sejak, Senin (22/8/2016). Pemerintah Korut sudah beberapa kali memberikan peringatan terhadap kedua negara, jika AS dan Korsel tetap menggelar latihan militer maka perang nuklir bisa terjadi kapanpun.



”Mereka harus tahu benar bahwa dari saat ini (Korut) sepenuhnya siap untuk meluncurkan serangan balasan pre-emptive di semua kelompok musuh yang terlibat dalam (latihan) Ulchi Freedom Guardian,” tulis sebuah pernyataan Pemerintah Korut yang dirilis Korean Central News Agency (KCNA).

Korut merasa terancam dengan latihan militer tersebut, dan menganggapnya sebagai persiapan untuk menyerang Korut. Bahkan Korut mengancam akan mengubah latihan militer menjadi “tumpukan abu”

“Washington dan Seoul harus ingat bahwa jika mereka menunjukkan tanda agresi sedikit pun di tanah, laut dan udara DPRK, itu akan mengubah kubu provokasi menjadi timbunan abu melalui gaya serangan nuklir pre-emptive,” lanjut pernyataanyang dikeluarkan KNCA. Sumber: JakartaGreater

Saat Warga Eks OPM Menyatakan Diri Sebagai Warga Republik Indonesia

Tiga ratus anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliat Tabuni, turun gunung dan melakukan ikrar mendukung pembangunan negara Indonesia, di Kabupaten Puncak Jaya.

Ikrar kembali kepada pangkuan Ibu Pertiwi ini dilakukan setelah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-71, di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Rabu 17 Agustus 2016.



Ratusan anggota OPM ini sebelumnya terlibat aktif dalam perjuangan membentuk negara Papua Barat. Mereka berasal dari wilayah Tingginambut sebanyak 60 orang, Philia 30 orang, Yambi 90 orang, dan wilayah Kalome sebanyak 120 orang.

Ikrar kembali ke NKRI ini dibacakan oleh Boni Telenggen, dihadapan seluruh peserta upacara yang disaksikan langsung Bupati Puncak Jaya Henok Ibo, dan berlangsung di lapangan Roh Kudus, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Bupati Puncak Jaya Henok Ibo yang selama empat tahun belakangan berjuang untuk menurunkan kelompok OPM ini mengatakan, terhambatnya pembangunan di daerah pegunungan tengah ini lantaran sering digangu OPM.

“Khususnya di wilayah basis OPM pimpinan Jenderal Goliat Tabuni ini, gangguan pembangunan disebabkan karena kelompok bersenjata kerap kali melakukan aksi teror,” katanya, Kamis (18/8/2016).

Aksi teror itu dilakukan bukan hanya kepada aparat keamanan, dan masyarakat umum, tetapi juga terhadap para pengusaha. Dengan bergabungnya 300 orang anggota OPM ini diharapkan dapat membantu pembangunan lebih cepat.

Para anggota OPM yang bergabung dengan NKRI akan diberikan pekerjaan kepada mereka oleh pemerintah daerah, seperti mandor, Satpol PP, bahkan hingga menjadi tenaga mandor proyek swakelola masyarakat.

Sementara itu, Boni Telenggen, salah satu pimpinan OPM yang ikut bergabung kedalam NKRI mengaku, selama ini dirinya dan teman-temannya di hutan berjuang. Namun tak ada hasil kepastian kemerdekaan negara Papua Barat.

“Kami memilih bergabung dengan NKRI tanpa adanya paksaan,” tegasnya.

Ratusan anggota OPM ini memegang bendera merah putih sambil meneriakan kata “merdeka” tanda mereka telah sah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Dari pantauan di lapangan, upacara HUT Kemerdekaan di Kabupaten Puncak Jaya yang kerap kali berlangsung secara aman dan lancar. Bupati Puncak Jaya Henok Ibo memimpin upacara didampingi unsur muspida. Sumber: MiliterInfo
Diberdayakan oleh Blogger.