defersite

Inilah Uji Coba Roket Vampire Milik TNI AL Yang Bikin Takut Negara Lain. Lihat Penampakannya


TNI Angkatan Laut melakukan uji coba alutsista terbaru mereka roket Vampire. Alusista terbaru tersebut baru saja dibeli dari Rep. Ceko. Roket Vampire sendiri memiliki kaliber 122 mm


Video diatas memperlihat uji coba yang berlangsung di pantai Baronang, Situbondo. Senjata ini jauh lebih unggul canggih dari jenis sebelumnya RM 70 Grad karena bisa dioperasikan secara digital.
Ujicoba roket ini bisa dibilang sukses dan disaksikan langsung KSAL laksamana Ade Supandi. : Sumber: http://blog.batikindonesia.com/42457/#.V8Y6USnbvIU

Koordinasi Tidak Jelas, Masyarakat Biak Numfor Tolak Pembangunan Pangkalan Militer

Pembangunan pangkalan militer di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua mendapatkan penolakan dari warga setempat akibat masyarakat merasa pemerintah tidak melakukan koordinasi yang jelas.



“Dalam proses pembangunan ini pun tidak ada koordinasi antara pihak militer dengan masyarakat Biak selaku pemilik hak ulayat,” kata Jhon Mandibo, Ketua Forum Peduli Kawasa Biak kepada Antara, Selasa (23/8) kemarin.

Jhon menilai bahwa pembangunan pangkalan militer untuk wilayah Indonesia Kawasan Timur yang bertempat di Kabupaten Biak Numfor dapat menimbulkan banyak masalah termasuk membungkam kebebasan hidup masyarakat setempat.

Masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Kawasan Biak tersebut juga mendesak pemerintah provinsi Papua untuk membentuk tim pansus dan menolak pengembangan pangkalan militer tersebut.

Sumber: HarianPapua

Curi Ikan di Perairan Indonesia, TNI AL Tahan 9 WN Singapura

KEPRI – Prajurit TNI AL menangkap kapal asing yang sedang mencuri ikan di Perairan Provinsi Kepuluan Riau (Kepri). Sebanyak sembilan Warga Negara (WN) Singapura dan tiga warga Indonesia ditahan.

"Saat ini kapalnya (kapal pencuri ikan) sudah bersandar di Tanjung Pinang," ucap Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Tanjung Pinang, Mayor Josdy D kepada Okezone, Selasa (23/8/2016).

Penangkapan kapal asing yang masuk periran Indonesia terungkap saat petugas TNI AL dari Lantamal IV Tanjung Pinang,Kepri, mendeteksi adanya kapal asing yang berada di posisi 7,5 Nautical Miles dari Tanjung Berakit pada 20 Agustus 2016 lalu. Kapal TNI AL kemudian mendekati kapal asing itu.

Saat didekati, para penumpang sedang melakukan aktivitas melakukan pemancingan ikan.

Saat diperiksa mereka tidak memiliki izin mencari ikan dan melakukan pelanggaran teritorial.

Petugas kemudian membawa kapal beserta 12 penumpang ke Markas Lantamal IV Tanjung Pinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka terdiri dari nahkoda dan dua anak buah kapal (ABK) dan sembilan orang WN Singapura,"ucapnya.(fzy) Sumber: Okezone

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!

Tampilannya lumayan mencolok di sudut utara Jalan Merdeka Barat, dibalut warna hijau loreng, sosok Raisa yang berjarak tak jauh dari gerbang Istana Negara sontak menjadi perhatian banyak orang. Inilah Raisa (Kendaraan Pengurai Massa) yang digelar untuk suatu waktu diperlukan guna mengurai konsentrasi massa di depan Istana dan area sekitar lapangan Monas saat perayaan HUT RI ke-71 hari Rabu lalu.

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!


Siapakah Raisa? Dari tampilannya Raisa diusung oleh kendaraan offroad 4×4 dari jenis Nissan Frontier. Mengingatkan pada rantis Direction Finder YonHub TNI AD yang juga memakai kendaraan yang sama. Meski berbalut cat loreng, Raisa berplat hitam, yang artinya kendaraan ini berstatus milik sipil. Yang membuat Raisa menarik adalah adanya dua unit speaker dalam ukuran besar yang ditempatkan di bagian belakang.

Meski tampil sangar bak rantis (kendaraan taktis), sejatinya Raisa diciptakan untuk menjalankan dua fungsi, pertama untuk mengurai massa dan kedua untuk public announcement bila terjadi bencana alam atau tsunami. Khusus untuk fungsi yang pertama, apabila dipasang frekuensi tertentu, bunyi speaker Raisa akan sangat memekakkan telinga dan membuat demonstran lari dan bubar. Yang menjadi istimewa pancaran suara dari kendaraan ini bisa didengar hingga jarak satu kilometer.

Raisa sendiri merupakan produksi dalam negeri, yakni diciptkan oleh perusahaan V8sound.com. Keterlibatan Raisa di sekitar area Istana diperkirakan tak lepas dalam upaya mendukung tugas dalmas kepolisian. Raisa belum lama ini ditampilkan dalam ajang Prolight and Sound Messe di Frankfurt Jerman, 5 – 8 April 2016 lalu. Kabarnya teknologi speaker ini banyak diminati pihak asing.(Hans) Sumber: IndoMiliter

Pakar Sebut China Sengaja Provokasi Indonesia

Pakar hukum internasional menilai kekisruhan yang terjadi di perairan Natuna merupakan tindakan sengaja dari China untuk memprovokasi Indonesia. China bermanuver karena putusan pengadilan arbitrase di Den Haag dipredikasi membatalkan klaim China terhadap hampir seluruh kawasan Laut China Selatan. Pendapat itu disampaikan Melda Kamil Ariadno, seorang profesor hukum internasional di Universitas Indonesia. ”Pengadilan Tetap Arbitrase akan mengeluarkan vonis dan saya percaya itu akan membatalkan klaim China terkait nine-dash line (garis sembilan bidang).



Itulah mengapa China melakukan beberapa manuver,” ujarnya. Komentar Profesor Melda ini muncul setelah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Natuna bersama Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menko Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan sikap kerasnya terhadap kapal asing pencuri ikan. Presiden Jokowi bahkan menggelar rapat kabinet di atas kapal perang Indonesia di perairan Natuna, yang sekaligus menjadi pesan yang ditujukan pada China bahwa Natuna bagian dari kedaulatan Indonesia. 

Ditanya apakah konflik Indonesia dan China atas insiden di Natuna, Melda mengatakan: "Ingat, ini bukan hanya kita yang membutuhkan China, namun China membutuhkan kita. Jadi kita perlu memiliki hubungan yang baik tetapi tidak harus datang dengan mempertaruhkan hak kedaulatan.” Indonesia dan China sudah tiga kali terlibat insiden di perairan Natuna. Yang terbaru, kapal perang Indonesia menembaki kapal nelayan China karena diduga mencuri ikan di Natuna. Alih-alih meminta maaf, Pemerintah China justru memprotes keras dan menyalahkan Indonesia yang dianggap menyalahgunakan kekuatan militer. China juga mengklaim, kapal nelayannya beroperasi di perairan tradisional mereka.

Indonesia yang tertarik untuk mendorong investasi asing dari China, sebelumnya telah mengecilkan pertengkaran maritim. Namun, kali ini Presiden Jokowi menyampaikan sikap tegas. Jokowi bahkan menuliskan pesan di buku tamu kapal perang Indonesia di Natuna, bahwa dia meminta militer Indonesia menjaga Natuna sebagai bagian dari kedaulatan Indonesia. Pesan itu ramai diperbincangkan publik di media sosial. ”Saya pikir itu adalah masalah besar,” kata Evan Laksmana, dari Pusat Studi Strategis dan Internasional di Jakarta, mengomentari kunjungan Jokowi ke Natuna, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (24/6/2016). ”Hanya karena kami berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan China, tidak berarti Indonesia bersedia untuk menjual perairan. Itulah keseimbangan Jokowi. Itu perlu dibuat jelas bahwa pulau-pulau dan perairan sekitarnya adalah milik kita,” katanya. (mas) Sumber: sindonews 

Israel kembali serang Gaza pada tengah malam

Pesawat tempur Israel pada Minggu malam melancarkan serangkaian serangan udara terhadap posisi gerilyawan di bagian utara Jalur Gaza “sebagai tanggapan atas serangan roket sebelumnya” dari daerah itu ke dalam wilayah Israel Utara.



Aksi ini merupakan aksi balasan atas tindakan pasukan milisi Palestina yang dikabarkan berafiliasi dengan ISIS menyerang kawasan Israel.

Beberapa sumber keamanan mengatakan tank Israel yang ditempatkan di perbatasan antara bagian utara Jalur Gaza dan Israel juga menembakkan sembilan bom ke daerah pertanian di Kota Kecil Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza, tapi tak ada orang yang cedera.

Beberapa saksi mata mengatakan jet tempur dan pesawat tanpa awak milik Israel terbang di atas wilayah itu dan melancarkan 15 serangan udara berturut-turut terhadap pos dan intalasi milik Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), Jihad Islam dan Front Rakyat (PFLP) –yang berhaluan kiri.

Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, mengatakan dua warga sipil cedera dalam serangan Israel terhadap bagian utara Jalur Gaza tersebut, demikian laporan Xinhua, Senin pagi. Ditambahkannya, mereka dibawa ke satu rumah sakit untuk diobati.

Beberapa sumber keamanan mengatakan sejak Sabtu sore, militer Israel telah melancarkan 46 pemboman dan serangan udara terhadap bagian utara Jalur Gaza “sebagai reaksi atas penembakan roket sebelumnya ke dalam wilayah Israel”.

Pada Minggu pagi, beberapa gerilyawan yang tak dikenal menembakkan empat roket dari bagian utara Jalur Gaza ke dalam Kota Kecil Sderout di wilayah Israel Selatan. Satu roket merusak dua rumah di kota kecil tersebut, tapi tak ada laporan mengenai korban cedera.

Satu kelompok milisi, yang berafiliasi kepada kaum Salafi dan memiliki logo yang sama dengan ISIS, dalam satu pernyataan mengaku bertanggung-jawab atas penembakan empat roket ke dalam wilayah Israel. JakartaGreater

Jaga Kedaulatan, Bank Indonesia dan TNI AL Edarkan Rupiah di Pulau Terluar

Bank Indonesia (BI) melepas pelayaran kapal TNI AL KRI Beladau di Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Sabtu (13/8/2016). Kapal tersebut akan mengedarkan uang kas rupiah ke 5 pulau di Provinsi Kepulauan Riau.



"Kerjasama ini adalah komitmen menjaga kedaulatan Indonesia," ujar Deputi Gubernur BI Erwin Riyanto saat memberikan sambutan pelepasan KRI Beladau.

Sebagai negara maritim dengan jumlah 17.000 pulau, kedaulatan Indonesia sudah seharusnya dijaga hingga pulau-pulau terluar dan terpencil. Namun kenyataannya, transaksi ekonomi masih dilakukan dengan rupiah yang lusuh, rusak, dan tidak layak edar. Bahkan, masih ada masyarakat di sebagian kecil daerah perbatasan yang masih melakukan transaksi ekonomi dengan mata uang asing.

Atas dasar itulah BI menggandeng TNI AL untuk melayani penyediaan yang kas di pulau-pulau terluar dan terpencil sejak 2011.

Masyarakat bisa menukarkan pecahan uang rupiah yang sudah lusuh atau rusak dengan uang baru yang layak edar tanpa dipungut biaya apapun.

Sementara itu, Palaksa Lanal Batam Letkol Laut Jatiar Sinaga menilai program layanan kas ke pulau-pulau terluar dan terpencil memiliki makna yang penting bagi kepentingan nasional. Menurut ia, kebijakan hasil kerjasama BI dan TNI AL itu berkontribusi menjaga kedaulatan Indonesia melalui penggunaan rupiah di pulau terluar dan terpencil.

"Ini memilki makna yang penting untuk kepentingan nasional ikut menjaga kedaulatan," kata Jatiar.

Setelah dilepas, KRI Beladau akan langsung berlayar selama 8 hari mulai 13-20 Agustus 2016. Rencananya, kapal tersebut akan bersandar di 5 pulau terluar yakni Pulau Jemaja, Tarempa, Sakatung, Ranai, dan Subi. Sumber: Kompas.com

Special Operations Commander Australia : Kopassus yang Terhebat di Dunia

Special Operations Commander Australia (SOCAUST), Mayjen Jeff Sengelman berkunjung ke Makopassus dalam rangka meninjau pelaksanaan Latma Dawn Komodo TA.2016 antara Kopassus TNI Angkatan Darat dengan Special Air Service Regiment (SASR) Angkatan Darat Australia yang ditutup (Kamis, 28/7) di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar.



SOCAUST, Mayjen Jeff Sengelman Courtesy Call diterima Danjen Kopassus, Mayjen M. Herindra didampingi Pamen Ahli Kopassus, Ir. Kopassus dan para Asisten Danjen Kopassus di Ruang Kerja Danjen Kopassus. Sementara Mayjen Jeff Sengelman didampingi Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Laksma (Brigjen) Robert Platt, Atase Darat Australia Kolonel Justin Roocke, Staff Officer SOCAUST Mayor Thomas Lonergan dan Staf Atase Darat Australia untuk Indonesia Warrant Officer2 David Hayes.

Acara diawali dengan welcome speech, pengenalan para Staf Danjen Kopassus, pemutaran video profil Kopassus dan ditutup dengan pertukaran cinderamata. Selanjutnya, delegasi SOCAUST menuju Sat-81 Kopassus untuk menyaksikan demo ketrampilan yang dipertunjukkan prajurit Sat-81 Kopassus. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah untuk melaksanakan makan siang bersama di Gedung Flamboyan, Makopassus dan pengisian pesan-kesan pada buku tamu.

Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra menjelaskan bahwa latihan bersama ini adalah dalam rangka saling tukar pengalaman untuk berbagi sharing antara Kopassus dengan Special Operations Command (SOCOMD) Australia terutama pengalaman yang pernah dilaksanakan di Afghanistan dan negara-negara lain untuk saling melengkapi yang difokuskan pada penanggulangan terorisme.



“Kita tahu bahwa The Special Operations Command (SOCOMD) Australia punya pengalaman yang sangat baik terutama bagaimana mereka melakukan operasi penanggulangan terorisme di Afghanistan, tegas Danjen Kopassus. Selanjutnya, Mayjen Jeff Sengelman mangatakan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan baginya karena hubungan Kopassus dan SOCOMD sudah berjalan hampir selama 25 tahun.

Hubungan antara Kopassus dengan SOCOMD didasarkan atas kepercayaan, persahabatan dan pemahaman. Latihan bersama yang sudah dijelaskan dan dilaksanakan oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra terfokus pada pertukaran pengetahuan, pertukaran pengalaman untuk meningkatkan ketrampilan Special Forces Indonesia dan Australia. Latihan yang telah dilaksanakan di Indonesia dan Australia membawa manfaat baik buat pasukan TNI AD, Kopassus maupun pasukan Special Forces Australia, dan hubungan ini sudah berjalan lumayan lama.

“Dan dari demonstrasi yang dilihat tadi yang dipertunjukan oleh prajurit Kopassus, saya yakin motto, skill, dan ketrampilan prajurit Kopassus masih yang terhebat di dunia”, kata Mayjen Jeff Sengelman. Lebih lanjut, Mayjen Jeff Sengelman mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Danjen Kopassus, Mayjen TNI M.Herindra serta prajurit Kopassus yang telah bertindak sebagai tuan rumah Latma Dawn Komodo TA.2016.

Latma Dawn Komodo TA.2016 ini diselenggarakan di Jakarta dan Bandung selama dua minggu sejak tanggal 18 Juli dan akan berakhir besok (Kamis, 28/7), dengan melibatkan 50 personel dari pasukan khusus kedua Angkatan Darat. Sebelumnya, Kopassus juga telah mengirimkan 30 prajuritnya pada bulan Maret 2016 lalu dipimpin oleh Komandan Batalyon 812 Sat-81 Kopassus Mayor Inf Viliala Romadhon, untuk melaksanakan Latihan Bersama dengan Special Air Service Regiment (SASR) dalam kegiatan yang sama dengan sandi Latma Dawn Kookabura di Perth, Australia. Sumber: JakartaGreater.com

Erdogan: Kudeta Militer Bertujuan Jadikan Minoritas Dominan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan angkat bicara soal upaya penggulingan terhadap dirinya yang dilakukan sekelompok orang berbaju safari pada Jumat 15 Juli waktu setempat atau Sabtu 16 Juli WIB.



Menurut mantan Wali Kota Istanbul ini, kudeta militer yang menewaskan lebih dari 250 orang tersebut merupakan ulah sebagian kecil pasukan militer yang berusaha menguasai masyarakat mayoritas di Turki.

Kesalahan juga dia limpahkan kepada Fetullah Gulen (75) yang kini berdiam di Pennsylvania, Amerika Serikat. Minoritas dalam angkatan bersenjata Turki itu ditudingnya merupakan para antek setia ulama kharismatik pendiri gerakan Hizmet tersebut.

Sangat jelas bahwa mereka adalah kelompok minoritas. Kita tidak bisa membiarkan minoritas mendominasi mayoritas. Kami sudah mengambil sejumlah langkah yang signifikan untuk mencegah kudeta semacam itu terjadi lagi,” ujarnya, seperti dikutip dari APA, Kamis (21/7/2016).

Erdogan bersyukur, upaya pemakzulan dirinya itu berhasil digagalkan. Rakyat pun berbalik semakin mencintai dan berusaha melindungi dia. Mengetahui bahwa ada marabahaya di dalam negerinya yang bukan berasal dari pemerintah.

“Selama kita saling bahu-membahu dan berada di pihak rakyat, tank-tank sekalipun tidak akan bisa mengalahkan kita,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.

Kudeta militer tersebut terjadi saat Erdogan tengah berlibur. Mendengar kabar tersebut, orang nomor satu di Turki itu segera pulang ke Istanbul. Sementara itu, dua kota utama di Turki, yakni Ankara dan Istanbul telah dikuasai militer.

Bom Marmaris yang menjadi penginapan terakhir Erdogan sebelum meninggalkan liburannya juga dibom. Dalam perjalanan pulang, dikabarkan pesawat yang membawa dia juga sempat dibidik dua jet tempur F-16.

Pasca-kudeta, pasukan yang terlibat telah ditahan, ditelanjangi, dan diikat. Mereka bahkan tengah menunggu putusan hukuman mati jadi atau tidak. Dampaknya juga berimbas kepada pemecatan dan penangguhan jabatan terhadap puluhan ribu pegawai negeri sipil, guru, hakim, pejabat, dan staf di sejumlah kementerian yang dianggap tidak setia pada Erdogan. Sumber: okezone.com

Presiden Jokowi dan Panglima TNI Kunjungi Natuna Besok

Jakarta - Menyusun insiden penembakan TNI AL terhadap kapal milik China di perairan Natuna, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi lokasi itu besok, Kamis (23/6). Presiden akan didampingi sejumlah anggota Kabinet Kerja.



"Ya kita ingin lihat Natuna, terus nanti setelah lihat kita rapat. Nanti kita tahu apa yang kita mau ngomong," ucap Menko Pohukam Luhut Pandjaitan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/6/12016)

Luhut tidak merinci apa yang ingin diketahui oleh Presiden di perairan Natuna. Namun seperti kebiasaan Presiden, hal itu akan jadi masukan penting untuk mengambil keputusan atau kebijakan selanjutnya.

"Tadi Presiden sampaikan setelah ninjau kita akan berikan keterangan di sana," ujarnya.

Sementara Seskab Pramono Anung mengatakan kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna akan didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi dan para kepala staf TNI.

"Natuna adalah wilayah NKRI, itu sudah final. Maka dengan demikian sebagai seorang kepala pemerintahan dan kepala negara, Presiden ingin memastikan bahwa Natuna adalah bagian dari kedaulatan RI," ujar Pramono.

Natuna adalah kabupaten yang masuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Jika dilihat di peta, posisi Kepri sebetulnya berada di perairan jauh dari Sumatera. Natuna merupakan kepulauan paling utara di Selat Karimata.

Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

Baca: Panglima TNI Sebut Tak Perlu Ada Koordinasi dengan China karena Natuna Milik RI
Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hong Kong, Jepang, Korea dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680.000 barel.

Di perairan Natuna itu terjadi insiden penangkapan oleh KRI Imam Bonjol terhadap 1 dari 12 kapal nelayan China yang diduga melakukan aktivitas illegal fishing pada Jumat 17 Juni 2016. Pemerintah China mengirim protes diplomatik atas insiden yang menurutnya membuat satu nelayan di kapal lainnya terluka.
(miq/fdn)

KASAL: Asing Jangan Ganggu Nelayan Indonesia

Tanjung Pinang – 64 unit KRI mengamankan perairan di wilayah barat Indonesia sehingga nelayan lokal tidak perlu merasa tidak dilindungi dari ancaman nelayan asing. “Perairan Kepri ini salah satu yang diamankan. Selama ini aman-aman saja,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di Tanjungpinang, Batam, Senin (25/5).



Ade Supandi yang pernah menjabat komandan Guskamlabar itu menjelaskan, TNI AL memiliki kapal cepat untuk mengamankan perairan di Kepri maupun perairan di wilayah barat Indonesia lainnya. Kapal cepat itu dipergunakan untuk merespons laporan bila ada ancaman atau gangguan dari pihak-pihak tertentu maupun dari pihak asing.

“Jadi kalau ditemukan pelanggaran di perairan, kami langsung dapat merespons segera,” ujar mantan kepala staf umum TNI tersebut.

Nelayan tidak perlu merasa takut dengan adanya gangguan dari nelayan asing. Jika nelayan asing mengganggu nelayan lokal, TNI AL berada di depan untuk mengejar dan menangkap nelayan asing tersebut. “Kalau ada nelayan kita yang diuber-uber pihak asing, kita akan uber kembali mereka, sampai dapat,” katanya seusai melakukan pertemuan singkat dengan Gubernur Kepri HM Sani.

Namun, Ade mengingatkan, nelayan untuk tidak memasuki wilayah negara tetangga. Nelayan hanya diperbolehkan menangkap ikan di wilayah Indonesia. Nelayan juga tidak diperbolehkan menggunakan pukat harimau saat menangkap ikan. “Nelayan harus mengantungi izin sebelum menangkap ikan,” ujarnya.

Sumber: Republika.co.id

TNI AL Sering Temukan Kapal Nelayan Asing di Perairan Nunukan

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Kabupaten Nunukan, Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, mengatakan bahwa pihaknya sering menemukan kapal asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.



“Kami masih sering menemukan kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia di ambang batas laut antara Malaysia-Indonesia dan Filipina selama ini,” kata Letkol Laut (P) Hreesang, Sabtu (18/06).

Danlanal mengatakan bahwa pihaknya sering memberikan toleransi kepada nelayan asing apabila beralasan tidak mengetahui telah memasuki wilayah perairan Indonesia akibat terbawa ombak, apalagi memang melakukan aktivitas pada malam hari.

“Kita tetap toleransi bagi nelayan asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia karena alasan teknis atau terbawa arus sehingga dianggap bukan sengaja memasuki wilayah kita (Indonesia),” ujar Letkol Laut (P) Hreesang.

Danlanal menjelaskan bahwa keberadaan kapal asing, khususnya kapal berbendera Malaysia, di perairan Indonesia masih dalam kondisi wajar karena tidak mengetahui batas perairan negara. Pihaknya hanya melakukan pengusiran agar meninggalkan wilayah perairan Indonesia setelah memberikan pemahaman bahwa telah melakukan pelanggaran batas wilayah.

Namun begitu, Letkol Laut (P) Hreesang menegaskan bahwa Lanal Kabupaten Nunukan tetap waspada setiap saat agar tidak kecolongan terhadap masuknya kapal-kapal asing yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.

Sumber: Antara

Vietnam akan Beli Tiga Pesawat Militer Produksi Indonesia

JAKARTA -- Pemerintah Republik Sosialis Vietnam akan membeli tiga unit pesawat jenis CN-295 dari PT Dirgantara Indonesia.



Kerjasama pembelian alat utama sistem persenjatan (alutsista) tersebut dibahas saat Menteri Keamanan Publik Republik Sosialis Vietnam To Lam mengunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jumat (10/6).

Deputi Wapres bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan, Dewi Fortuna Anwar, mengatakan bahwa Vietnam telah menandatangani kontrak kerjasama pembelian alutsista sejak 2013 lalu. Vietnam memesan tiga pesawat jenis CN 295.

"Saat ini PT Dirgantara Indonesia tengah menyiapkan mekanisme pembiayaan lewat bank," kata Dewi.

Pesawat CN-295 sendiri merupakan pesawat militer yang bisa difungsikan sebagai pesawat untuk penerbangan sipil. Pesawat tersebut tercatat sebagai alutsista teranyar yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

Saat ini Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara pengimpor alutsista terbesar di Asean. Pasar terbesar Indonesia yakni Cina. Sumber: Republika.co.id

Mengejutkan Dunia. Inilah Pasukan Khusus Indonesia yang Lebih Hebat dari SWAT

Kita boleh kagum pada SWAT, pasukan elit asla Amerika yang tersohor. Seragam Hitam, senapan M16 di pundak, helm serta kacamata hitam pekat, dan rompi anti peluru berlabel SWAT. Tak disangkal penampilan pasukan khusus milik Amerika ini memang sangat memukau. Tak hanya soal penampilan serta peralatan mematikan, kiprah mereka juga benar-benar hebat dan mungkin sudah ratusan misi berhasil dilakukan dengan gemilang. Sehingga tak heran jika SWAT ini pun jadi contoh untuk diimplementasikan di negara-negara lain.

Perlu diketahui adalah Indonesia juga punya satuan yang tak kalah mematikan dari kebanggaan Amerika itu. Bernama Brimob, ini adalah korps andalan pemerintah yang juga tak kalah gahar dilihat dari sisi mana pun. Pamor Brimob bahkan sangat melegenda dengan berbagai konflik yang berhasil diredam oleh para pasukan spesial ini dengan sempurna.
Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua.

Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.
Nah, jika dibuat semacam perbandingan antara Brimob dan SWAT, manakah yang lebih unggul? Kita bisa membusungkan dada karena Brimob tak kalah hebat dari pasukan khusus Amerika tersebut. Berikut adalah fakta-faktanya.

1. Kualifikasi Brimob Sama Ketatnya Dengan SWAT

Brimob adalah pasukan khusus, sama seperti detasemen militer khusus yang dimiliki TNI seperti Paskhas dan sebagainya. Jadi, artinya hanya yang benar-benar kompeten serta lolos kualifikasi saja yang bisa masuk ke dalam pasukan ini dan menjadi anggota. Proses rekrutmennya sendiri bisa dibilang lebih ganas jika dibandingkan awal masuk kepolisian.latihan-brimobBrimob sendiri memang harus punya kemampuan lebih karena tugas mereka sangat vital. Terutama dalam mengamankan kota, tokoh-tokoh penting, sampai menahan huru-hara. Ada begitu banyak proses yang harus dilalui termasuk ditempa oleh para pasukan elite, hingga akhirnya bisa menyandang baret biru kebanggaan Brimob.

2. Misi Brimob Tak Kalah Mencekam
Dalam sejarah perjuangan Indonesia, Brimob sudah melakukan banyak sekali misi-misi berbahaya. Misalnya saja Pertempuran 10 November 1945 ketika itu korps ini masih bernama Pasukan Polisi Istimewa. Brimob juga pernah ditugaskan menumpas separatis yang mengancam stabilitas negara, misalnya Andi Aziz, DI/TII, RMS, dan juga PRRI.latihan-tempur-brimobBrimob juga yang pernah bikin Malaysia ketar-ketir pada konflik 1963. Korps ini juga terlibat penuh dalam pergolakan di Timor Timur pada tahun 1975. Pasukan militer Indonesia memang berjasa besar, tapi Brimob juga punya kiprahnya sendiri yang tak kalah penting bagi Indonesia.


3. Brimob Dibekali Dengan Persenjataan Modern
Sebagai pasukan istimewa, maka sudah bukan hal yang mengherankan lagi kalau Brimob punya senjata yang mematikan pula. Ada berbagai senjata taktis yang selalu dipakai oleh korps satu ini. Misalnya saja M4 buatan Amerika. Senapan ini hampir sama seperti M16 namun punya kelebihannya sendiri. Misalnya tak perlu mekanisme susah ketika memasukkan bracket peluru dan juga tahan panas. Dikatakan pula jika senjata ini lebih nyaman digunakan dari yang lainnya.senjata-brimobSS1 juga merupakan senjata andalan Brimob ketika bertugas. Senapan ini konon mampu menembak akurat dalam jarak ratusan meter. Kontruksinya sendiri juga kokoh dan bisa digunakan di banyak medan. Yang bikin bangga, SS1 adalah senjata yang dibuat oleh Pindad. Meskipun lokal, kemampuan SS1 sangat diakui dunia. Tak hanya dua senjata mematikan ini, Brimob juga kadang menggunakan AK101 yang merupakan generasi berikutnya dari sang legenda AK47.

4. Brimob Punya Keahlian Kompleks yang Jarang Dimiliki

Ungkapan populer mengatakan jika senjata bagus takkan pernah bisa mematikan jika pemegangnya tidak mendukung. Hal ini memang benar adanya. Sebagus apa pun sebuah senjata harus diimbangi oleh skill pemakainya yang handal. Dalam hal ini, Brimob sudah memenuhi syarat tersebut.aksi-brimobSeperti yang dijelaskan sebelumnya, kualifikasi Brimob berbeda dari polisi biasa. Mereka ditempa sedemikian rupa untuk menghadapi misi yang lebih besar. Tugas Brimob sendiri adalah antiteror, sehingga mereka dibekali kemampuan khusus yang sangat beragam. Mulai penyelamatan sandera, menjinakkan bom, mengatasi huru-hara, mengepung perampokan, serta masalah-masalah yang dekat hubungannya dengan masyarakat. Brimob bahkan konon memiliki kemampuan Raider TNI yang mematikan itu. Hanya saja keduanya berada di ranah yang berbeda Tak perlu mengagumi SWAT berlebihan kalau kita punya tandingan yang tak kalah hebat seperti Brimob. Harapannya, semoga detasemen satu ini makin meningkatkan kemampuan mereka sehingga bisa mampu mengatasi kejahatan dan terorisme dengan lebih sempurna lagi. Makin berkualitas maka jaminan aman sudah pasti besar pula.
sumber: (liputan co id, wikipedia)

Pasukan Elit Terbaik di Dunia "DENJAKA", Tetap Ibadah Puasa Bikin US Marine Terpana

Dalam Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2014 yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Agustus 2014, Marinir TNI AL menjadi kontingen Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, mereka kembali menorehkan tinta emas. Dua anggota Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), sebuah Datasemen pasukan khusus TNI AL, telah menerima label Godzilla sebagai penghargaan bagi peserta tertangguh selama pelatihan.



“Justru aneh jika kita tidak menjadi yang terbaik dalam pelatihan ini. Karena setiap pelatihan seperti ini kita selalu menjadi yang terbaik,” ujar Serka (Mar) Riyanto Pane, salah seorang penerima penghargaan tersebut.

Selain Pane, penerima lainnya ialah Kopda (Mar) Subiyanto. Keduanya membuktikan bahwa kemampuan Denjaka memang berada di atas kemampuan tentara angkatan laut negara lain peserta Rimpac 2014.

“Keunggulan tentara kita itu tidak pernah mengenal kata menyerah. Mungkin karena kita memiliki pepatah lama bahwa tidak ada rotan, akar pun jadi. Ini bisa negatif, juga bisa positif maknanya. Dan kita tidak pernah ketergantungan oleh satu alat. Contoh, ketika latihan menembak di sana, walaupun dengan menggunakan alat seadanya, ya kita jauh lebih unggul dibandingkan mereka yang sudah pakai alat canggih sekalipun, tetap mereka masih lewat dengan kami,” ujar Pane saat ditemui JMOL di Bumi Marinir Cilandak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, TNI sudah terbiasa dengan hal-hal yang serba kekurangan. Hikmahnya, secara kemampuan, jauh lebih unggul.

Sementara itu, Kopda (Mar) Subiyanto menambahkan, “Memang kalau secara peralatan, kita jauh tertinggal, tetapi kemampuan kita bisa sejajar, bahkan lebih dari mereka.”

Kedua pria yang sebelumnya berasal dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) ini mengakui dengan rendah hati bahwa porsi latihan di sana tidak ada yang lebih dari porsi latihan di sini.

“Dari sekian banyak porsi latihan yang diberikan oleh instruktur pada dasarnya sama saja, hanya namanya saja yang beda (menggunakan bahasa Inggris—red). Di sini pun kami juga sudah mendapat latihan seperti itu, bahkan sudah lebih jauh,” ujar Subiyanto.

Tetapi, mereka berdua mengakui bahwa pelatihan ini sangatlah berkesan dan istimewa, terutama dalam hal persahabatan antarbangsa dan antarnegara.

“Jadi, pada intinya, tidak ada yang baru dalam porsi latihan dan kemampuan, akan tetapi manfaat yang sangat berharga dalam latihan Rimpac ini adalah bagaimana kita menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Jadi, maksud dari atasan-atasan kami mengirim kami ke sana agar mampu menyamakan persepsi dan mempererat hubungan antarnegara tadi. Dan saya katakan bahwa pelatihan ini sangat istimewa, karena kami bisa bersahabat dengan tentara dari negara lain,” tutur Pane.

Tetap Beribadah Puasa

Yang menarik dalam pelatihan Rimpac 2014 lalu dilaksanakan dalam nuansa bulan puasa bagi yang beragama Islam. Sehingga bagi yang menjalankan ibadah puasa akan menjadi kendala selama pelatihan.

Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi anggota Denjaka. Mereka tetap dengan semangat mengikuti porsi latihan dan menjadi panutan bagi tentara negara lain.

“Ini yang mereka heran, terutama US Marine. Mereka kalau latihan pasti bawa minum satu orang botol besar. Mereka sangat kaget melihat kita yang berpuasa tetapi tetap menjalankan porsi latihan yang sama,” ungkap Pane dengan penuh semangat.

Karena kemampuan dan ketangguhannya, Marinir Indonesia kerap mendapat pujian dan rasa kagum dari tentara negara lain. Ini pun diakui saat berakhirnya pelatihan, tenda Marinir Indonesia banyak dikunjungi kontingen negara lain.

“Yang pasti mereka sangat kagum dengan kita. Terlihat saat berakhirnya pelatihan, tenda Indonesia paling banyak dikunjungi oleh kontingen dari negara lain,” kenang Pane.

Pelatihan Rimpac 2014 diikuti 23 negara, dan untuk Marinir, dipusatkan di Kaniohe Bay (Marine Corps Base Hawaii).

Sumbber: Jurnal Maritim
Fb: Kang Bebe

Letjen TNI Purn J. Suryo Prabowo: Jangan Sampai Indonesia Dijajah China

REALITA menegaskan, asing bisa kuasai 100 persen saham di pembangkit listrik. Asing cukup punya kemampuan membeli properti di Indonesia, 35 bidang usaha dibuka bebas 100% untuk asing. WNI harus antri di pagar kedutaan asing. Warga asing seenaknya masuk RI tanpa Visa.

Diskusi bertemakan “Sudahkan Kebijakan Pemerintah Pro Pribumi?” ini digelar oleh Front Pribumi.

“Kondisi kekayaan Indonesia 70% sektor pertambangan, 40%, kebun Sawit, 35-66,5% sektor komunikasi sudah bukan milik Indonesia. Bagaimana kita memenangkan perang tanpa senjata?” demikian dikatakan Letjen TNI Purn J. Suryo Prabowo saat menjadi keynote speaker jelang Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Stovia, Jakarta, Senin (9/5).


Diskusi bertemakan “Sudahkan Kebijakan Pemerintah Pro Pribumi?” ini digelar oleh Front Pribumi.

“Jangan sampai Indonesia dijajah China. Lihatlah, ribuan buruh dalam negeri di PHK, ribuan sarjana berdesakan dan kesulitan mencari kerja, tapi ribuan buruh impor dari Cina enak-enakan dikasih kerja dengan gaji tinggi di negeri ini. Sementara rakyat Indonesia belum makmur,” ujar Suryo prihatin.

Mantan Pangdam Jaya/Jayakarta ini mengajak anak bangsa agar bangkit. “Bangkitlah Indonesiaku. Satu orang bertindak jauh lebih baik dari 10 orang yang berkomitmen atau 100 orang yang hanya punya niat.”

Pemersatu Bangsa

Apakah masih ada perang yang disebabkan karena pertentangan ideologi? Dikatakan Suryo, bangsa dan negara Indonesia tidak akan hancur karena diserang musuh dari negara lain. Diperlukan pemersatu bangsa dan negara. Sumber: ISlamPos.com

Gilanya militer Rusia didik pasukan elite Spetznaz

Demi membentuk pasukan elite yang sangat dan tidak mudah takluk di tangan musuh, Rusia punya cara yang mengerikan hingga akhirnya para anggotanya memiliki mental baja. Bahkan, latihannya sangat brutal hingga melampaui batas kemampuan manusia.

Situs cracked.com mengungkapkan, untuk menjadi anggota pasukan elite, Spetznaz tak hanya membutuhkan mental yang kuat, tapi kemampuan mumpuni dalam menghadapi seluruh lawan-lawannya. Tak cuma sekadar melempar pisau, mereka juga bisa melempar kapak sembari melompat terbalik, di mana kepala berada di bawah.

Lewat latihan keras inilah, pasukan Spetznaz menjadi pejuang yang kompeten dan skil yang terasah. Tak heran jika slogan yang dipakai cukup seram, "Ketahuilah. Perang penuh dengan rasa sakit dan penderitaan. Itulah yang harus diketahui setiap prajurit."

Latihan dasar yang harus diikuti setiap anggota Spetznaz adalah kemampuan bela diri. Sebab, untuk menuntaskan seluruh misinya, seorang prajurit harus tahu cara untuk melumpuhkan dan membunuh secara cepat, sebagaimana mengetahui cara menembak dengan dua senjata dalam sekali kokang.


Setelah itu, salah satu pelatihan selanjutnya adalah menghadapi rekan-rekannya sendiri untuk menguji skill yang mereka miliki. Tapi, mereka hanya bisa memperlihatkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, demi mengetahui sejauh mana batasan kekuatan tubuhnya, agar mengetahui hal itu mereka mendapat bimbingan dari atasannya.

Seluruh pelatihan tersebut benar-benar dirancang untuk membangun kekuatan, atau sebagai bentuk hukuman. Dengan begitu, ketika terjun ke medan pertempuran mereka benar-benar harus tahu apa yang dihadapi dan menyusun strategi.

Ujian paling terberat yang harus dihadapi prajurit muda adalah ketika dipaksa bangun di tengah malam. Mereka dibangunkan, diseret dan dilemparkan ke sebuah ruangan gelap.

Ruangan tersebut sungguh mengerikan, berisi darah dan organ dalam manusia. Bagi mereka yang baru pertama melihatnya bisa jadi tak akan kuat mentalnya, kemudian muntah.


"Di dalamnya bukan air, itu adalah darah. Darah yang naik hingga lutut, pinggang hingga ke dada. Di dinding dan langit-langit terdiri dari potongan daging busuk, tumpukan darah dari isi perut. Setiap langkah sangat licin yang berasal dari lendir otak. Jika ragu, prajurit muda akan berhenti di koridor. Kemudian seseorang dalam kegelapan melepaskan anjing besar dari rantai."

Darah dan organ tersebut diambil dari rumah pemotongan yang berada di sekitar lokasi pelatihan, di mana tidak ada kesempatan bagi prajurit untuk istirahat sekalipun. Satu-satunya pilihan adalah tetap melangkah maju atau diserang anjing besar, untuk keluar dari neraka tersebut.

Bagi Spetsnaz, darah adalah bagian dari perang dan secara harfiah seluruh prajurit harus melalui hal itu, dan tak akan mengganggunya ketika berada di medan pertempuran. Hal itu membuat mereka mendapatkan waktu untuk membuat lawannya terkejut sebelum dihabisi. Sumber: Merdeka.com

Rahasia Kekuatan Militer Malaysia

Sejak dekade 1980an Angkatan Tentera Malaysia mengalami transformasi menjadi kekuatan tempur yang modern dan profesional dengan sistem alutsista teranyar. Tapi seberapa besar kekuatan militer negeri jiran itu?

Tentara di Tengah Transformasi

Dibentuk dan dilatih oleh Inggris buat menumpas gerakan separatis, Angkatan Tentera Malaysia sejak 1980an menjalani transformasi untuk menjadi tentara yang profesional dan modern. Militer negeri jiran itu kini memiliki 80.000 personil aktif dan dibekali dengan anggaran pertahanan sebesar 4 miliar Dollar AS per tahun atau sekitar 53 triliun Rupiah.

Pendekar Polandia

Sebanyak 48 tank tempur utama PT-91 Pendekar buatan Polandia menjadi tulang punggung angkatan darat Malaysia. Semua PT-91 saat ini dioperasikan oleh satuan tempur lapis baja, batalyon 11 Kor Armor DiRaja. Satuan tersebut saat ini terbagi ke dalam 5 batalyon dengan sekitar 250 kendaraan tempur infanteri, AVC-300 buatan Turki.

Bantuan dari Langit

Serupa TNI AD, Tentara Darat Malaysia juga memiliki satuan udara (PUTD) yang dibekali dengan 10 unit helikopter multifungsi Agusta A109 dan 12 helikopter angkut Sikorsky SH-3 Sea King. Satuan ini bertugas mengumpulkan informasi, memberikan bantuan tempur dan mengangkut personil gerak cepat.


Modern di Udara

Tentara Udara Diraja Malaysia saat ini terbagi dalam dua divisi dengan dengan 56 jet tempur buatan Rusia dan AS. Baru-baru ini Malaysia memesan empat unit pesawat angkut militer teranyar Airbus A400M dan bakal merombak armada udaranya dengan jet tempur generasi terbaru, Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, F18 Super Hornet atau Saab JAS 39 Gripen dengan nilai pembelian sebesar 2,46 miliar USD

Tumpul di Laut

Tentera Laut DiRaja Malaysia berada di garda terdepan dalam konflik di Laut Cina Selatan. Tapi untuk tugas berat tersebut TLDM cuma diperkuat dengan 2 kapal fregat kelas Lekiu, dua kapal selam kelas Scorpène dan 6 kapal patroli kelas Kedah buatan Jerman dengan teknologi teranyar, tapi dengan persenjataan minim. Baru-baru ini Malaysia berniat memesan 6 kapal patroli tambahan dari Jerman

Tentara Masa Depan

Pemerintah Kuala Lumpur saat ini sedang menjalankan program Future Soldier System buat modernisasi personil militer. Nantinya setiap serdadu akan dibekali dengan helm dan rompi anti peluru, kacamata pelindung, dan perlengkapan untuk melihat di malam hari. Selain itu pasukan infanteri juga bakal dipersenjatai dengan senapan otomatis generasi teranyar buatan AS.

Bajak Laut dan Cina

Angkatan laut Malaysia sejauh ini banyak berurusan dengan operasi anti bajak laut di selat Malaka. Armada yang tersebar di enam pangkalan laut di selat Malaka misalnya didominasi oleh kapal patroli dan kapal cepat milik pasukan penjaga pantai. Sementara kapal korvet dan kapal selam Malaysia ditempatkan di pangakalan laut Teluk Sepanggar di utara Borneo, buat mengamankan Laut Cina Selatan.

Minim Pengalaman

Selain mengawal misi damai PBB, militer Malaysia tidak banyak mengantongi pengalaman bertempur. Insiden terbesar yang melibatkan Malaysia adalah pertempuran Mogadishu, saat pemberontak Somalia menyerbu pasukan elit AS yang diabadikan dalam film Black Hawk Down. Pasukan PBB yang ditugaskan menyelamatakan tentara AS yang disandera, kehilangan beberapa serdadu, termasuk seorang prajurit Malaysia. 
Sumber: http://www.dw.com/id/rahasia-kekuatan-militer-malaysia/g-19233209

Pangkalan Militer di Perbatasan Perlu Ditambah

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo menargetkan, wajah perbatasan berubah 1000 persen pada 2017 mendatang, dari kondisi yang ada saat ini. 



Karena itu sejumlah langkah pembangunan terus dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut.

“Misi BNPP dari presiden yaitu mempercepat pembangunan perbatasan. Lalu meningkatkan kemampuan nasional dalam perbatasan,” ujar Tjahjo dalam pidato sambutannya di Tasakuran Gedung baru BNPP di Jalan Kebon Sirih No. 3, Jakarta, Kamis (19/5).

Selain menggenjot pembangunan, pertahanan di perbatasan kata Tjahjo, juga penting diperkuat. Caranya, dengan menambah pangkalan-pangkalan militer. Hal ini perlu untuk menjaga kedaulatan Indonesia.
Sehingga ke depan, panglima armada laut kata Tjahjo, tidak ada lagi yang berfokus di Jakarta atau Surabaya. Namun di daerah-daerah perbatasan.

“Kalau belum bisa beli kapal induk, pulau-pulau terluar seperti Natuna (Kepri) Murotai (Maluku Utara) atau Bitung (Sulawesi Utara) dan Saumlaki (Maluku) dijadikan kapal induk (pusat pertahanan,red),” ujarnya.

Menurut mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, BNPP nantinya akan menjadi koordinator yang menggerakan elemen-elemen tersebut untuk menjaga perbatasan.

“Perbatasan Indonesia ini masih rapuh, harus dijaga dengan baik. Perbatasan ini sumber masuknya narkoba dan kelompok radikalisme asing,” ujar Tjahjo.

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2016/05/20/413009/Pangkalan-Militer-di-Perbatasan-Perlu-Ditambah

Panglima TNI: Asing Ingin Kuasai Indonesia Karena Kaya Akan SDA, Mari Kita Bersatu!

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, perang tanpa bentuk atau "proxy war" saat ini mengancam Indonesia, sehingga semua pihak harus bersatu dalam mencegah dan melawannya.
"Perang tanpa bentuk mengancam Indonesia, karena negara-negara luar berlomba-lomba ingin menguasai Indonesia karena kaya akan SDA (sumber daya alam)," kata Gatot Nurmantyo saat menyampaikan orasi ilmiahnya pada Dies Natalis ke-57 Untan Pontianak, Kamis (19/05/2016).

Dia mengatakan dalam "proxy war" tidak bisa dilihat siapa lawan dan kawan, tetapi perang tersebut dikendalikan oleh negara lain.

Ia menjelaskan, perang tanpa bentuk tersebut sudah terbukti, dengan kasus lepasnya Timor-Timur dari NKRI. Timor-Timur diperebutkan oleh negara lain, karena di sana ada kekayaan SDA berupa "greater sunrise" yang letaknya antara Indonesia dan Timor-Timur.

Menurut dia, ada beberapa cara dalam mengatasinya, yakni modal NKRI yang mempunyai geografi daratan dan lautan yang kaya akan SDA agar dikelola dengan baik dan bermanfaat.

"Kemudian kita punya demografi, yakni kearifan lokal, yang juga harus dibarengi dengan revolusi mental, Pancasila sebagai pedoman hidup, serta dibutuhkan peran civitas dan akademika, serta mahasiswa dalam mencegahnya perang tanpa bentuk tersebut," kata Gatot.

Kemudian, solusi dalam mencegah perang tanpa bentuk, yakni Indonesia harus menjadi negara agraris, negara maritim, dan negara industri, sehingga kekayaan SDA tidak dijual dalam bentuk mentah ke luar, tetapi sudah dalam bentuk jadinya, serta didukung oleh para pemuda yang harus menjadi agen perubahan dan pemersatu bangsa, katanya.

Menurut Gatot, saat ini sekitar 70 persen konflik yang ada di dunia adalah latar belakang energi minyak, yang diprediksi juga akan habis.
Baca: Panglima TNI: Asing Ingin Kuasai Indonesia

Selain itu, dengan strategisnya wilayah NKRI juga pemicu rawan konflik, karena akan diperebutkan oleh negara-negara lain, seperti konflik atau perang dalam perebutan pangan, air, dan energi yang itu semuanya ada di Indonesia.

Gatot mengutif pernyataan dari Presiden Soekarno, yakni kekayaan alam Indonesia suatu hari nanti akan membuat iri negara-negara di dunia, kemudian pernyataan Presiden Joko Widodo, yakni kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka kita.

"Kalau mulai sekarang kita tidak berhati-hati dan bersatu maka tunggu ancamannya, sehingga mari kita bersatu dalam mencegah perang agar tidak lagi mengancam Indonesia," katanya. (rn)

[Sumber: NBCIndonesia.com]
Diberdayakan oleh Blogger.