defersite

Menurut Menhan, Oknum Militer Australia yang Hina Pancasila Sudah Diberi Sanksi

BOGOR, - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui, ada oknum anggota Australian Defence Force (ADF) yang menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan pelatih dari Korps Pasukan Khusus (Kopassus) yang mengajar di Sekolah Pasukan Khusus Australia.



Menhan mengatakan, oknum tersebut sudah diberi sanksi oleh ADF.

"Itu kan yang letnan saja, kemudian sudah ditegur, sudah dihukum itu," kata Ryamizard di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017).

Ryamizard meyakini, militer atau Pemerintah Australia sama sekali tidak berniat untuk menghina atau melecehkan Indonesia.

Ia menegaskan, Australia dan Indonesia selama ini selalu menjaga hubungan baik.

"Jangan gara-gara 'curut-curut' enggak jelas itu hubungan negara enggak bagus, enggak baik juga," kata dia.

Menhan mengakui dengan adanya peristiwa ini, kerja sama militer antara TNI dan ADF ditunda.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat, dirinya akan segera menemui Menteri Pertahanan Australia untuk membahas kelanjutan kerja sama militer ini.

"Nanti saya ngomong dengan Menhan-nya dulu ya. Memang, seharusnya saya kemarin ke sana. Belum karena Menhan-nya lagi di rumah sakit, mungkin akhir bulan ini saya ke sana," ujar Ryamizard.

Dari informasi yang ditelusuri Kompas, TNI sebelumnya mengirimkan surat kepada ADF pada 9 Desember 2016 tentang penghentian kegiatan kerja sama militer di antara kedua belah pihak.

Hal itu dipicu dengan pengalaman pelatih dari Kopassus yang mengajar di sekolah pasukan khusus Australia tersebut.

Saat mengajar, pelatih tersebut mengetahui adanya pelajaran-pelajaran yang isinya menjelek-jelekkan TNI di akademi tersebut.

Saat menghadap kepala sekolah di akademi tersebut untuk mengajukan keberatan, sang pelatih Kopassus tersebut menemukan tulisan lainnya yang isinya justru menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

"Ada kertas tulisan yang di-laminating," demikian sebagaimana dituturkan sumber tersebut.


Penulis : Ihsanuddin
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary dikutip dari KOMPAS.com

Oso: Ancaman Narkoba Lebih Ngeri Ketimbang Serangan Militer

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan bahwa ancaman yang paling serius adalah gerakan kriminal narkoba. Karena tujuan untuk melumpuhkan pola pikir kebanggaan bangsa Indonesia, nilai budaya, dan segala yang menyangkut kepribadian bangsa Indonesia.

Oso sapaan akrab Oesman Sapta menyampaikan hal itu ketilka membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Makodam XII Tanjungpura di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (21/10). Sosialisasi ini diikuti oleh 530 peserta, terdiri dari para perwira, tamtama dan bintara se Garnizun Pontianak.


Lebih lanjut Oesman Sapta menegaskan, satu-satu jalan untuk mengintervensi bangsa Indonesia yang bisa dilakukan adalah dengan cara merusak moral generasi bangsa.


"Kalau intervensi fisik dengan cara merebut kedaulatan, TNI sangat mampu mengatasi hal-hal yang bersifat keamanan. TNI kita luar biasa," ungkap Oso dalam rilis Humas MPR.

Ancaman lewat narkoba ini luar biasa. Mereka memasukkan narkoba ke Indonesia terbesar di dunia. Kalau ini masalah narkoba ini tidak ditanggulangi, kata Oso, maka hancurlah martabat bangsa.

Lucunya, kata Oso, orang tua baik swasta, sipil, TNI, Polri maupun pejabat eksekutif, menteri dan lainnya, kalau anaknya terkena narkoba maka ia berusaha melindungi supaya orang lain tidak tahu kalau anaknya terkena narkoba.

"Jadi ancaman lewat narkoba ini lebih ngeri dari serangan militer. Musuhnya tidak ketahuan," ujarnya.

Nah, untuk mengatasi ini, tegas Oso, adalah dengan cara terus-menerus menyosialisasikan Empat Pilar.

Dinding pertahanan yang terakhir adalah Empat Pilar. Karena di dalam Empat Pilar, menurut Oso, dimana setiap pilarnya ada makna, ada pertahanan, ada ketahanan, ada rasa kebanggaan terhadap rasa memiliki bangsa Indonesia.

"Hanya itu satu-satu cara untuk mempertahankan negara kita," ujar Oso.

Sosialisasi ini selain dihadiri para pemateri, yaitu Prof. Bachtiar Aly (Ketua Fraksi Nasdem di MPR), Zainut Tauhid Sa'adi (Ketua Fraksi PPP MPR) dan Ma'ruf Cahyono (Sesjen MPR). Juga dihadiri Pangdan XII Tanjungpura Mayjen TNI Andhika Perkasa.

Selaku tuan rumah, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andhika Perkasa menyatakan, acara sosialisasi ini merupa peristiwa istimewa untuk Kodam XII Tanjungpura. Karena dihadiri oleh pimpinan lembaga tinggi negara beserta anggota MPR, dan Sesjen MPR. [rmol]

Arab Saudi gelar latihan militer di tengah ketegangan dengan Iran

Riyadh (ANTARA News) - Angkatan Laut Arab Saudi akan menggelar latihan militer di Teluk Persia dan Selat Hormuz pekan depan, di tengah ketegangan dengan Iran.



Latihan militer dengan sandi "Gulf Shield 1" akan berlangsung di Laut Oman dengan melibatkan armada kapal, pesawat, marinir dan personel lainnya, menurut pernyataan Komandan Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi Abdullah al Sultan, Rabu.

Arab Saudi dan Iran, dua negara yang dipisahkan oleh Teluk Persia, tidak memiliki hubungan diplomatik dan berselisih atas sejumlah isu regional termasuk perang Suriah dan Yaman.

Gulf Shield 1 merupakan bagian dari rangkaian latihan yang dijalani oleh armada Angkatan Laut Arab Saudi di kawasan, ujar Sultan seperti dilansir kantor berita SPA, yang dikutip AFP.

Manuver ditujukan untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan mempertahankan perbatasan, melindungi jalur pelayaran dan mencegah agresi atau serangan teroris, menurut laporan SPA.

Koalisi pimpinan Arab Saudi, termasuk pasukan Angkatan Laut, memberlakukan blokade terhadap Yaman sebagai bagian dari upaya mencegah senjata jatuh ke tangan pemberontak Huthi dan para sekutu mereka yang telah menguasai sebagian wilayah negara tersebut.

Amerika Serikat dan Arab Saudi menuding Iran mengirimkan rudal dan berbagai senjata lain kepada pemberontak Yaman, namun Teheran membantah tudingan tersebut.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir mengungkapkan di The Wall Street Journal pada 18 September bahwa "Iran harus menghentikan tindakan subversif dan permusuhan dan berhenti mendukung terorisme."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan pada 13 September di surat kabar The New York Times bahwa "pemicu utama aksi kekerasan (di kawasan) adalah ideologi ekstremis yang digaungkan oleh Arab Saudi." (ab) Sumber: Antaranews

Rudal Yang Dibeli dari Cina Telat Meluncur, Pakar Militer: Cina Ingin Lemahkan Indonesia!

Insiden telat luncur rudal C705 buatan China pada latihan perang TNI AL, Armada Jaya XXXIV 2016 di Perairan Banongan, Situbondo, Jatim (14/09) mengindikasikan adanya upaya pelemahan TNI oleh pihak China.



Sinyalemen itu dilontarkan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (15/09). “Insiden rudal telat meluncur di hadapan Presiden Jokowi mengindikasikan adanya skandal pembelian alutsista asal China. Hal itu juga menjadi sinyal terkait upaya China yang sengaja melemahkan militer RI,” ungkap Ahmad Baidhowi.

Menurut Baidhowi, secara logis, China tidak ingin Indonesia mempunyai armada yang kuat, terlebih lagi ada sengketa di wilayah Laut China Selatan. “China akan rugi jika Indonesia punya armada laut yang kuat, maka dibuatkan rudal model ‘kw’,” beber Baidhowi.

Ahmad Baidhowi menilai, kegagalan peluncuran rudal itu sangat memalukan bagi bangsa Indonesia. “Komisi I harus segera memanggil KSAL, Panglima TNI untuk membahas persoalan ini. Kasus ini terkait masalah kedaulatan bangsa,” papar Baidhowi.
Kata Baidhowi, insiden itu semakin menunjukkan upaya China untuk menguasai Indonesia. “Indonesia jangan hanya senyam-senyum saja. Bisa jadi peralatan tempur dari China kualitasnya abal-abal,” pungkas Baidhowi.
Panitia Latihan Perang TNI AL Armada Jaya XXXIV 2016 masih melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden keterlambatan meledak rudal C705.(ts/inteljn)

Uang 'Sogok' Masuk TNI Bakal Dikembalikan

MAKASSAR - Pihak Komando Daerah Militer (Kodam) VII Wirabuana akan mengembalikan uang sogokan atau Werving kepada orang tua calon TNI yang bernilai hingga milyaran.



Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penghitungan uang tersebut untuk kemudian dikembalikan.

"Saya tidak tahu persisnya berapa mungkin ada sekitar milyaran. Yang jelasnya dari kasus ini kami sedang memproses siapa-siapa yang terlibat," kata Supartodi usai memberikan materi di kampus Unismuh Makassar Jl Sultan Alauddin, Selasa (30/8/2016).

Supartodi menegaskan, persoalan ini sejak awal ia bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti telah menekankan untuk bersikap tegas kepada oknum TNI yang terlibat.

"Jadi untuk masalah werving masuk ke TNI jangan coba-coba bentuk apapun, apalagi uang saya sikat semua itu termaksud bapak pangdam menekankan itu, tidak ada untuk werving," tegasnya. (*) Sumber: Tribunnews

Kemenhan: Tenaga Kerja Asing Ancam Kedaulatan Indonesia

Kepala Subdirektorat Lingkungan Kerja Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan Kolonel Inf Sudi Prihatin mengatakan tenaga kerja asing yang masuk dalam jumlah besar merupakan salah satu bentuk ancaman baru bagi kedaulatan Indonesia.



“Ancaman terhadap kedaulatan suatu negara ada dalam bentuk militer dan nonmiliter. Tenaga kerja asing merupakan salah satu bentuk ancaman nonmiliter,” kata Sudi, di Jakarta, Selasa (2/8).

Sudi mengatakan pada era modern ancaman terhadap kedaulatan negara lebih banyak berupa nonmiliter seperti virus flu burung, peredaran narkoba dan vaksin palsu. Tujuannya adalah untuk membodohi rakyat suatu negara dan membuat masyarakatnya tidak berkembang.

Terkait dengan arus tenaga kerja asing di Indonesia, Sudi mengatakan Indonesia tidak bisa menolak karena terikat dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Namun, tenaga kerja asing perlu diatur agar tidak merugikan rakyat dan mengancam kedaulatan negara.

“Seharusnya diatur tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia harus memiliki kemampuan yang baik dan hanya bekerja di tingkat manajerial. Namun, tampaknya sudah ada tenaga kerja asing yang masuk dan mengerjakan pekerjaan tingkat rendah,” tuturnya.

Sudi menceritakan pengalamannya menumpang pesawat terbang dari Jakarta ke Manado. Saat itu, hampir seperempat penumpangnya adalah warga negara China.

“Saya sudah memiliki pengalaman untuk membedakan orang China dengan warga negara Indonesia keturunan China. Biasanya berbeda dari penampilan dan gaya berpakaiannya,” katanya.

Sudi mengatakan penumpang warga China itu ternyata disambut oleh beberapa orang di Manado. Saat itu, dia sempat bertanya apakah warga negara China itu masuk ke Indonesia secara legal. Ternyata, mereka masuk ke Indonesia secara legal.

“Untuk membendung ancaman tenaga kerja asing terhadap kedaulatan negara, Kementerian Pertahanan memiliki program bela negara untuk para pekerja. Para pekerja yang mengikuti program bela negara harus memastikan para tenaga kerja asing itu mengikuti peraturan yang ada di Indonesia, misalnya wajib berbahasa Indonesia,” tuturnya.

(Nebby)

Sumber: aktual.com/Agustus 2, 2016

Ngeri, Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Bongkar Keterlibatan Asing Terkait Vaksin Palsu

Kemunculan vaksin palsu bagian dari strategi asing dalam menjalankan assymetrical war atau perang asimetris di Indonesia.



Demikian dikatakan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam pesan singkat di group diskusi whatsapp.

Kata Siti Fadilah, sebentar lagi berduyun-duyun rumah sakit asing akan menyerbu Indonesia setelah beberapa rumah sakit di Indonesia terpuruk dituduh menyediakan vaksin palsu.

“Masyarakat dbuat tidak percaya lagi.
Sebentar lagi akan ada jargon “makanya belilah vaksin impor”. Inilah kelengahan kita sebagai bangsa Kenapa mendiamkan kapitalisme global dengan mekanime pasar bebasnya dianut dalam politik ekinomi kita secara menyeluruh,” ungkap Siti Fadilah.

Siti Fadilah meminta berbagai lembaga kesehatan tidak boleh masuk ke mekanisme pasar bebas tuan-tuan karena nyawalah taruhannya.

“Menangislah berteriaklah tapi sudah tidak ada gunanya kecuali kita hadapi untuk anak cucu kita kembalilah kita kepada guidance kita pancasila dan “UUD 45 asli” untuk mengatur negara ini. Anda-Anda semua sedang berperang dengan assymetrical war menghancurkan NKRI,” ungkap Siti Fadilah.

Siti Fadilah mengatakan, menteri yang hanya menurut peraturan-peraturan internasional tanpa melihat kebutuhan rakyatnya sesuai preambule UUD 45 Asli hanya akan memposisikan rakyatnya sebagai korban assymetrical war yang sekarang sudah mulai. Sumber: http://suaranasional.com

Erdogan: Kudeta Militer Bertujuan Jadikan Minoritas Dominan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan angkat bicara soal upaya penggulingan terhadap dirinya yang dilakukan sekelompok orang berbaju safari pada Jumat 15 Juli waktu setempat atau Sabtu 16 Juli WIB.



Menurut mantan Wali Kota Istanbul ini, kudeta militer yang menewaskan lebih dari 250 orang tersebut merupakan ulah sebagian kecil pasukan militer yang berusaha menguasai masyarakat mayoritas di Turki.

Kesalahan juga dia limpahkan kepada Fetullah Gulen (75) yang kini berdiam di Pennsylvania, Amerika Serikat. Minoritas dalam angkatan bersenjata Turki itu ditudingnya merupakan para antek setia ulama kharismatik pendiri gerakan Hizmet tersebut.

Sangat jelas bahwa mereka adalah kelompok minoritas. Kita tidak bisa membiarkan minoritas mendominasi mayoritas. Kami sudah mengambil sejumlah langkah yang signifikan untuk mencegah kudeta semacam itu terjadi lagi,” ujarnya, seperti dikutip dari APA, Kamis (21/7/2016).

Erdogan bersyukur, upaya pemakzulan dirinya itu berhasil digagalkan. Rakyat pun berbalik semakin mencintai dan berusaha melindungi dia. Mengetahui bahwa ada marabahaya di dalam negerinya yang bukan berasal dari pemerintah.

“Selama kita saling bahu-membahu dan berada di pihak rakyat, tank-tank sekalipun tidak akan bisa mengalahkan kita,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.

Kudeta militer tersebut terjadi saat Erdogan tengah berlibur. Mendengar kabar tersebut, orang nomor satu di Turki itu segera pulang ke Istanbul. Sementara itu, dua kota utama di Turki, yakni Ankara dan Istanbul telah dikuasai militer.

Bom Marmaris yang menjadi penginapan terakhir Erdogan sebelum meninggalkan liburannya juga dibom. Dalam perjalanan pulang, dikabarkan pesawat yang membawa dia juga sempat dibidik dua jet tempur F-16.

Pasca-kudeta, pasukan yang terlibat telah ditahan, ditelanjangi, dan diikat. Mereka bahkan tengah menunggu putusan hukuman mati jadi atau tidak. Dampaknya juga berimbas kepada pemecatan dan penangguhan jabatan terhadap puluhan ribu pegawai negeri sipil, guru, hakim, pejabat, dan staf di sejumlah kementerian yang dianggap tidak setia pada Erdogan. Sumber: okezone.com

Pesawat Bomber China Bermanuver di Wilayah Sengketa LCS

China kembali ‘unjuk gigi’ kekuatan militernya di wilayah sengketa Laut China Selatan (LCS). Kali ini China memamerkan pesawat pengebom H-6K di atas langit Scarborough, sebuah pulau di Laut China selatan. Negeri tirai bambu semakin memperkuat militernya pasca keputusan pengadilan abitrase di Den Haag yang memenangkan gugatan Filipina terkait sengketa di LCS.



Pesawat bomber H-6K memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal jelajah nuklir ke seluruh wilayah di kawasan Asia Pasifik, termasuk ke pangkalan militer AS, di Guam. Pesawat ini dirancang pada tahun 1950 oeh Rusia.

Aksi China ini diduga sebagai aksi balasan kepada Amerika Serikat yang pernah mengirimkan jet tempur A10 Thunderbird di wilayah yang sama.

Diduga memiliki kedekatan dengan CIA, Putin melarang Pokemon Go di Rusia

Presiden Rusia Vladmiri Putin mengeluarkan larangan permainan anak-anak Pokemon dari Amerika Serikat. Anak-anak muda yang gandrung terhadap permainan ini ditipu memberikan informasi pribadi oleh agen rahasia AS, CIA, melalui mainan ini.



“Kremlin sedang melakukan investigasi mengenai permainan Pokemon yang sedang marak,” tulis Worldtruth, Senin, 18 Juli 2016. Putin menuding bahwa permainan Pokemon itu adalah serigala berbulu domba.

Menurut laporan Worldtruth, pencipta permainan ini, Niantec, memiliki hubungan sangat dekat dengan CIA. CEO Niantec, John Hanke, membuat Keyhole alias lubang kunci pada 2001, belakangan hasil karyanya dibeli Google.


“Hampir seluruh uang yang digunakan untuk membuat Keyhole berasal dari National Geo-Spatial Intelligence Agency dan CIA,” kata Worltruth.

Pokemon GO sejauh ini adalah menjadi puncak karir intelijen Hanke. Dia merupakan agen intelijen New World Order yang karirnya diperoleh dengan menciptakan cara cerdik untuk memata-matai warga tanpa curiga dan menyampaikan informasi kembali ke agen intelijen.

Dengan peluncuran viral permainan ini, CIA secara efektif merekrut jutaan orang tanpa mereka sadari. Orang-orang itu bekerja sebagai agen intelijen dan melakukan operasi mata-mata serta mengumpulkan informasi sebelum mengosumsi. “Ini biaya mahal untuk lembaga intelijen.”

Seorang agen yang ingin menampilkan sisi dalam sebuah rumah atau bangunan sekarang ini dapat menempatkan Pokemon di sana. Bagi warga yang naif, mereka akan mengumpulkan informasi untuk para agen itu.

Putin pun berjanji menghancurkan New World Order pada tahun ini.

Permainan itu tidak dirilis di Rusia, namun, beberapa penggemar Pokemon Rusia sudah terlanjur mulai memainkan permainan ini di Moskow. Untuk itu, Putin meminta mereka menjauh dari rumah dan gedung-gedung pemerintah dengan alasan keamanan.

Bukan hanya Rusia yang mengeluarkan pelarangan atas permainan ini. Cina, negara pasar terbesar permainan anak-anak dan smartphone, melakukan ha yang sama. Negeri itu menuding permainan tersebut seperti Kuda Troya untuk melakukan serangan militer oleh AS dan Jepang. Sumber: JakartaGretaer

Kapuspen TNI: Pria yang Diduga Santoso Tewas Ditembak Prajurit Raider Kostrad

Dugaan pria yang tewas tertembak tim Satgas Tinombala adalah Santoso semakin menguat. Kapuspen TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menyebut bahwa pria diduga Santoso tewas setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang juga tergabung di Satgas Tinombala.




"Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kontak tembak dari satuan tugas batalio Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan pengejaran Santoso," kata Mayjen Tatang saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/7/2016).

Tatang membenarkan, baku tembak terjadi sekitar pukul 17.00 WIT. Ada lima orang yang terlibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, dua orang di antaranya tewas. Salah satunya diduga Santoso.

"Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mempunyai tahi lalat yang cirinya dicurigai mirip Santoso," jelas Tatang.

Saat ini, tim masih melakukan evakuasi, karena lokasi penembakan yang jauh, sekitar 60 Km dari Poso, tepatnya berada di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng. Tim akan langsung membawa dua jenazah itu ke RS Bhayangkara di Poso untuk diidentifikasi.

"Saat ini terakhir informasi yang saya dapat, masih dilakukan evakuai dari TKP, dengan satu pucuk M16. Informasi selanjutnya kita tunggu penjelasan dari pihak polisi," tutur Tatang.

Satgas Tinombala merupakan tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di hutan Poso. Tim ini merupakan gabungan dari prajurit TNI dan Polisi yang jumlah totalnya lebih dari 3.000 orang. Selama ini, kerjasama TNI dan Polisi yang tergabung dalam Satgas Tinombala cukup efektif menyulitkan pergerakan kelompok Santoso. Sudah banyak anggota kelompok Santoso yang berhasil ditangkap oleh tim Satgas Tinombala.
(Hbb/fdn) Sumber: Detik.com

Badan Intelijen Strategis TNI: Pokemon GO Miliki Dampak Negatif Terhadap Keamanan NKRI

Anda suka bermain Pokemon Go? Di mata Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, ada ancaman terhadap negara yang muncul dalam game yang sudah menjadi viral ini, termasuk penyadapan informasi mengingat penggunaan data-data dari geo positioning system (GPS).



Ada dampak negatif yang ditimbulkan permainan ini terhadap keamanan negara, yaitu penyadapan dan pengumpulan data lokasi strategis badan keamanan suatu negara. Menurut Satuan Cyber Bais TNI, Pokemon Go serupa dengan sistem pengumpulan data lokasi yang biasa dilakukan oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) dan Central Intelligence Agency (CIA) di sosial media Facebook.

Pola penyadapan informasi berupa data lokasi yang dilakukan oleh permainan Pokemon Go ini terjadi dengan cara menyediakan pokemon langka atau pokemon legenda. Jenis pokemon ini hanya bisa didapatkan di sejumlah tempat strategis pemerintahan, seperti Istana Negara, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan serta Lembaga/Kementerian strategis lainnya pada waktu malam hari untuk diburu oleh seluruh Pokemaster.

Selanjutnya, Pokemaster yang memburu pokemon ke sejumlah tempat strategis pemerintahan itu secara tidak langsung juga akan membantu pihak asing untuk mengumpulkan informasi. Hal ini termasuk data lokasi wilayah penting yang selama ini sulit ditembus oleh negara manapun.

Pola pengumpulan data wilayah yang dilakukan Pokemon Go ini hampir sama dengan pola yang dilakukan oleh Google untuk layanan Google Maps atau Google Earth menggunakan kamera Google yang berkeliling ke seluruh wilayah atauStreet Maping. Mobil Google yang berkeliling ini mengumpulkan informasi berupa nama jalan, nama gedung, dan lokasi lainnya untuk digunakan pada layanan Google Maps atau Google Earth.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr Tina Afiatin, permainan Pokemon Go ini adalah perangkat jenis baru yang dimiliki oleh intelijen negara asing untuk merekonsiliasi data citra fisik valid. Hal ini sekaligus memetakan setiap sudut wilayah negara di mana para user mengaktifkannya dan berbentuk game yang terbalut teknologiinterconnecting geospasial.

“Coba bayangkan jika seluruh pejabat, tentara, polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game ini diwilayah kerja masing-masing. Berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses,” tuturnya.

Amerika Serikat juga sempat menjalankan sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan melalui eksploitasi dan analisis pencitraan serta informasi geospasial. Salah satunya upaya saat memburu Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin atau Osama bin Laden di rumah persembunyiannya dengan menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis bumi atau yang disebut Geospatial Intelligence pada 2 Mei 2011.

Berkat Google Maps dan Google Earth, Amerika Serikat dapat mengikuti perjalanan Osama Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad hingga daerah terpencil di mana pun sebelum dibunuh di Pakistan. Saat itu, teknologi Google Earth hanya dapat melakukan mencitrakan dalam bentuk datar suatu wilayah melalui satelit.

Pengumpulan informasi dalam bentuk wilayah ini akan lebih sempurna dan faktual dengan menggunakan aplikasi game yang dapat mengumpulkan data fisik dalam bentuk 3D seperti yang ada pada fitur Pokemon Go.

Permainan buatan Nintendo tersebut memang tengah menjadi tren belakangan ini dan banyak dimainkan oleh anak muda di seluruh dunia. Pengguna Pokemon Go juga telah memberikan banyak keuntungan kepada perusahaan game asal Negeri Sakura itu. Berdasarkan data perusahaan analisis aplikasi mobile Think Gaming, Pokemon Go diperkirakan berhasil meraup keuntungan hingga US$1,6 juta per hari hanya di Amerika Serikat. (solo/mg) Sumber: Konfrontasi.com

Satelit Mata-Mata AS Terdeteksi Di Atas Indonesia

Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu meluncurkan roket Delta IV dari Florida membawa satelit mata-mata. Menariknya, lokasi satelit mata-mata tersebut telah ditemukan oleh pelacak satelit amatir asal Australia.



Sesaat setelah peluncuran roket Delta IV, video peluncuran langsung diputus agar lokasi satelit mata-mata itu tetap jadi rahasia. Sayangnya, tiga hari setelah peluncuran, satelit mata-mata itu terdeteksi oleh Marco Langbroek, pelacak satelit asal Australia.

Dibantu dua temannya, Paul Camilleri dan Ted Molczan, Langbroek berhasil mendeteksi lokasi satelit mata-mata itu berada di atas Selat Malaka yang kemudian melintasi pulau Sumatera. Langbroek menambahkan bila satelit itu terlihat mengarah ke barat.

“Perkiraanku, satelit itu akan berhenti di garis bujur 80E (selatan Sri Lanka) atau 10E (di atas Afrika Tengah)," tulis Langbroek seperti dikutip Merdeka.

Dugaan sementara, satelit mata-mata tersebut berjenis 'Mentor' yang sering digunakan untuk mendengarkan sinyal radio. Satelit tersebut kemungkinan terkait dengan misi rahasia 'NROL-37' milik National Reconnaissance Office (NRO). NRO sendiri tercatat sebagai satu dari 16 badan intelijen AS. Namun Pihak NRO belum mengeluarkan keterangan resmi soal penemuan satelit itu oleh Langbroek.

 [Sumber: Siyasa/Tarbiyah.net] di http://www.tarbiyah.net/2016/06/satelit-mata-mata-as-terdeteksi-di-atas.html

KRI Irian, legenda kapal perang raksasa milik TNI AL

Armada China terus bikin ulah di laut Natuna. Mereka menghalang-halangi TNI AL yang hendak menangkap kapal China yang maling ikan di perairan Indonesia. Tindakan China ini sudah mengganggu kedaulatan Indonesia. 



Mengenang sejarah, dulu Presiden Soekarno benar-benar membangun kekuatan armada Angkatan Laut. Soekarno sadar betul Indonesia adalah negara kepulauan. Untuk menjaganya perlu Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang sangat tangguh. Tak ada yang berani macam-macam.

Di laut, Indonesia pernah memiliki armada laut terbesar akibat hubungan baik dengan Rusia. Bahkan periode 1960-an, Indonesia memiliki sebuah kapal perang terbesar di Asia dan belahan bumi bagian selatan. Namanya KRI Irian, dibeli dari Rusia tahun 1962.

KRI Irian sebelumnya bernama Ordzhonikidze atau Object 055. Nama kapal diambil dari nama Menteri Industri Berat era Stalin, Grigory 'Sergo' Ordzhonikidze). Kapal ini dibuat di Admiralty Yard, Leningrad. Peletakan lunas pertama dilakukan tanggal 9 Oktober 1949, diluncurkan tanggal 17 September 1950, dan pertama kali dioperasikan tanggal 30 Juni 1952 oleh Armada Baltik Uni Soviet.

Ordzhonikidze merupakan sebuah kapal penjelajah kelas Sverdlov (Project 68-bis). Panjangnya 210 meter dengan lebar 22 m. Bobot kapal mencapai 13.600 ton. Kapal ini termasuk canggih pada masanya.

Senjata utama dari KRI Irian adalah 4 buah turret/kubah, dimana setiap turret berisi 3 meriam kaliber 6 inchi. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inchi di geladaknya.

Selain itu, kapal dilengkapi 10 tabung torpedo antikapal selam kaliber 533 mm. 12 Kanon tipe 57 cal. B-38 kaliber 15.2 cm (6 di depan, 6 di belakang). 12 Buah kanon ganda tipe 56 cal. Model 1934 6 (twin) SM-5-1 kaliber 10 cm. Selain itu 32 buah kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm dan 4 buah triple gun Mk5-bis kaliber 20 mm (untuk keperluan antiserangan udara).

Indonesia membeli kapal ini saat persiapan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian Barat. Mungkin karena itu pula kapal akhirnya diberi nama Irian alias Ikut Republik Indonesia anti-Netherlands. Sebelumnya Rusia tidak pernah menjual kapal seberat dan sebesar ini. Terlihat bagaimana saat itu Rusia begitu mengistimewakan Indonesia. 

Baca: Ancaman di natuna begitu nyata.. kalau tidak ada kebijakan preventif, dimana harga diri kita sebagai bangsa.

Melihat dari persenjataan, kapal ini cukup tangguh untuk menghancurkan kapal-kapal perang Belanda yang berkeliaran di sekitar Arafuru.

Sebelum dibawa ke Indonesia, pihak Uni Soviet berusaha memodifikasi Ordzhonikidze agar bisa dioperasikan di perairan tropis yang bersuhu 40 derajat celcius. Tentu butuh modifikasi luar biasa karena kapal ini biasa beroperasi di perairan Baltik yang nyaris beku.

Tahun 1962, kapal tiba di Pelabuhan Surabaya. Karena kurang pengalaman, kapal berharga mahal itu langsung mengalami kerusakan. Suhu yang panas juga membuat sejumlah peralatan tidak bisa berfungsi optimal. Bulan Maret 1964, KRI Irian dikirim ke Vladivostok guna menjalani sejumlah perbaikan. Para teknisi di Pabrik Kapal Dalzavod kaget melihat kondisi Ordzhonikidze yang mengalami kerusakan cukup parah.

Bulan Agustus 1964, kapal selesai diperbaiki dan dipulangkan ke Surabaya. Namun hingga akhir konfrontasi dengan Belanda, KRI Irian tercatat tidak pernah berhadapan dengan kapal musuh.

Tahun 1965, angin politik berbalik. Soeharto yang menggantikan Soekarno kurang tertarik membangun kekuatan di laut. Soeharto pun enggan meneruskan hubungan dengan Rusia yang komunis. Akibatnya sejumlah pesawat tempur dan kapal perang made in Russia pun terbengkalai. Kurang perawatan dan suku cadang.

KRI Irian yang dibeli dengan harga mahal dan canggih juga terkena imbas angin politik itu. Kondisinya terus memburuk tanpa ada yang peduli.

Ada beberapa versi akhir KRI Irian. Versi pertama menyebutkan saat kapal sudah sedemikian hancur, KSAL Laksamana Sudomo membawanya ke Taiwan. Kemudian kapal ini pun dihancurkan menjadi besi tua.

Versi wartawan senior Hendro Subroto, kapal perang ini dijual di Jepang setelah persenjataannya dipreteli. Hendro menyebut sebenarnya KRI Irian tidak kekurangan suku cadang. Hanya saja tidak ada teknisi yang bisa merawat dan memperbaiki KRI Irian setelah peristiwa Gestapu tahun 1965. Semua teknisi Rusia sudah dipulangkan ke negaranya. Hubungan dengan negara-negara blok Soviet juga sudah memburuk.

Versi ketiga, saat akan dibesituakan, KRI Irian dicegat oleh sejumlah kapal dari Uni Soviet. Kapal ini diambil alih oleh Soviet karena tidak ingin rahasia kapal penjelajah miliknya jatuh ke tangan Blok Barat.

Tidak jelas versi mana yang benar. Yang pasti akhir nasib Ordzhonikidze pasti tidak segagah saat kapal ini pertama kali datang dan dielu-elukan di Pelabuhan Surabaya tahun 1962. Sumber: Merdeka.com

Hadapi Potensi Konflik, Natuna Dijadikan Pangkalan Utama TNI AL

BATAM - Pemertintah Indonesia akhirnya menyikapi manuver Tiongkok yang mencaplok perairan Natuna, Kepulauan Riau sebagai bagian wilayah perikanan tradisonal mereka.



Menghadapi potensi konflik itu, Pemerintah Indonesia menegaskan akan memperkuat pertahanan di Pulau Natuna. Natuna diproyeksikan menjadi pangkalan utama TNI AL dengan kekuatan yang besar dan siap menghadapi berbagai kemungkinan buruk jika terjadi konflik.

Saat berkunjung ke Natuna bersama Presiden Jokowi, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dalam kunjungan perdananya ke Natuna, Jokowi ingin melihat langsung kekuatan militer RI di sana.

Saat ditanya soal detail pengembangan pertahanan di Natuna ke depan, Luhut belum mau menjawab rinci. Namun dia memastikan peningkatan dan penguatan pertahanan itu tak akan mengganggu stabilitas di kawasan.

“Saya kira masih kita pelajari, tapi tadi kita fokus masalah ekonomi dan masalah kedaulatan. Jadi tadi Bu Menlu sampaikan kita tidak ingin mengganggu stabilitas keamanan di kawasan ini,” ucap Luhut.

Salah satu yang dikembangkan itu adalah Pangkalan Utama Angkatan Laut di Natuna. “Ya pastilah itu dilakukan sedang dalam perencanaan, tentu tidak bisa kita buka semua (menyangkut pertahanan, red),” tambah Luhut. (Sumber:jpnn.com)

Presiden Jokowi dan Panglima TNI Kunjungi Natuna Besok

Jakarta - Menyusun insiden penembakan TNI AL terhadap kapal milik China di perairan Natuna, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi lokasi itu besok, Kamis (23/6). Presiden akan didampingi sejumlah anggota Kabinet Kerja.



"Ya kita ingin lihat Natuna, terus nanti setelah lihat kita rapat. Nanti kita tahu apa yang kita mau ngomong," ucap Menko Pohukam Luhut Pandjaitan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/6/12016)

Luhut tidak merinci apa yang ingin diketahui oleh Presiden di perairan Natuna. Namun seperti kebiasaan Presiden, hal itu akan jadi masukan penting untuk mengambil keputusan atau kebijakan selanjutnya.

"Tadi Presiden sampaikan setelah ninjau kita akan berikan keterangan di sana," ujarnya.

Sementara Seskab Pramono Anung mengatakan kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna akan didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi dan para kepala staf TNI.

"Natuna adalah wilayah NKRI, itu sudah final. Maka dengan demikian sebagai seorang kepala pemerintahan dan kepala negara, Presiden ingin memastikan bahwa Natuna adalah bagian dari kedaulatan RI," ujar Pramono.

Natuna adalah kabupaten yang masuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Jika dilihat di peta, posisi Kepri sebetulnya berada di perairan jauh dari Sumatera. Natuna merupakan kepulauan paling utara di Selat Karimata.

Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

Baca: Panglima TNI Sebut Tak Perlu Ada Koordinasi dengan China karena Natuna Milik RI
Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hong Kong, Jepang, Korea dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680.000 barel.

Di perairan Natuna itu terjadi insiden penangkapan oleh KRI Imam Bonjol terhadap 1 dari 12 kapal nelayan China yang diduga melakukan aktivitas illegal fishing pada Jumat 17 Juni 2016. Pemerintah China mengirim protes diplomatik atas insiden yang menurutnya membuat satu nelayan di kapal lainnya terluka.
(miq/fdn)

Gawat..!! Drone Target Banshee Milik Asing Jatuh di Kepulauan Riau. Sebarkan..!!

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Henri Alfiandi, mengatakan bahwa pesawat tanpa awak yang ditemukan di laut Kepulauan Riau, Kamis (31/03) sore kemarin, bukanlah milik TNI AU. Ia pun menjelaskan bahwa jika dilihat dari gambarnya, pesawat itu merupakan Drone Target.



Drone Target biasanya digunakan sebagai eksperimen untuk latihan menembak target sasaran (pesawat). Menurut Marsma Henri, drone itu mungkin gagal kembali, hingga akhirnya jatuh ke laut.Drone Target itu merupakan produk buatan Meggitt Defence Systems, satu perusahaan asal Inggris yang mengembangkan produk aviasi untuk keperluan pertahanan. Drone Target Banshee itu memiliki kecepatan maksimum 200 knot dan diluncurkan dengan menggunakan katapel dari dek kapal. Drone Target dapat digunakan berkali-kali dengan jangka waktu penggunaan hingga 25 tahun.Meggitt Banshee merupakan satu sistem target yang menyediakan simulasi penembakan untuk pelatihan senjata pertahanan udara, baik dari darat maupun dari laut.Pesawat tanpa awak yang ditemukan nelayan di perairan Kepulauan Riau pada bulan November 2012. (Noor Kanwa/Batam Pos/JPNN)

Brunei Darussalam dan Malaysia adalah negara pengguna Drone Target di Asia Tenggara. Brunei sudah menggunakan Drone Target Banshee sejak tahun 1987 dan menambahnya pada tahun 2010. Sedangkan Malaysia, sudah menandatangani kontrak dengan Meggitt Defence Systems pada tahun 2012, untuk pengadaan Drone Target Banshee selama lima tahun.

Walau fungsi utama Banshee adalah drone, namun Indonesia harus tetap waspada. Alasannya, Meggitt ternyata mengembangkan Banshee dengan kemampuan tambahan jika diperlukan. Kemampuan itu meliputi angkut chaff & flare, penjejak infra merah untuk mengarahkan rudal, serta kamera untuk pencitraan. Banshee mampu melakukan operasi militer terbatas.
GoRiau.com

Korut Siap Uji Coba Rudal, Militer Jepang Siaga

TOKYO – Jepang menyiagakan militernya untuk berjaga-jaga karena Korea Utara (Korut) dikabarkan siap menguji coba rudal balistik dalam waktu dekat. Senada dengan Negeri Sakura, Korea Selatan (Korsel) juga tengah bersiap. Negeri Ginseng bahkan mengklaim memiliki bukti persiapan peluncuran rudal oleh rivalnya itu.



Media Jepang, NHK, melaporkan pihak militer memerintahkan pesawat tempur dan peluncur antirudal Patriot untuk bersiap menembak jatuh proyektil apapun yang tengah mengarah ke Negeri Matahari Terbit. Pejabat Jepang yang tidak mau disebut namanya juga telah mengonfirmasikan perintah tersebut.

Sistem antirudal Patriot berada di bawah kepemilikan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Jepang. Dikabarkan, tabung-tabung untuk melancarkan proyektil sudah berada dalam kondisi siap tembak. Namun, juru bicara Kemenhan menolak berkomentar mengenai kabar tersebut.

Kemenhan Korsel juga enggan berkomentar mengenai jenis rudal yang akan ditembakkan Korut. Namun, agen berita Korsel, Yonhap, yakin rudal yang akan ditembakkan adalah rudal jarak menengah Musudan. Rudal Musudan sendiri telah ditembakkan tiga kali sepanjang April 2016.

“Kami mendeteksi pertanda dan terus melacak pertanda tersebut. Kami sangat siap,” ucap seorang pejabat Korsel yang namanya dirahasiakan, seperti dimuat Channel News Asia, Selasa (31/5/2016).

Jepang diketahui memiliki kapal Aegis yang dapat melacak jejak beberapa target sekaligus. Kapal tersebut juga diperlengkapi dengan rudal SM-3 yang didesain dapat menghancurkan hulu ledak di udara sebelum mereka memasuki atmosfer bumi. Sementara Patriot PAC-3 didesain untuk menghancurkan hulu ledak di darat. Sumber: Newsokezone.com

Letjen TNI Purn J. Suryo Prabowo: Jangan Sampai Indonesia Dijajah China

REALITA menegaskan, asing bisa kuasai 100 persen saham di pembangkit listrik. Asing cukup punya kemampuan membeli properti di Indonesia, 35 bidang usaha dibuka bebas 100% untuk asing. WNI harus antri di pagar kedutaan asing. Warga asing seenaknya masuk RI tanpa Visa.

Diskusi bertemakan “Sudahkan Kebijakan Pemerintah Pro Pribumi?” ini digelar oleh Front Pribumi.

“Kondisi kekayaan Indonesia 70% sektor pertambangan, 40%, kebun Sawit, 35-66,5% sektor komunikasi sudah bukan milik Indonesia. Bagaimana kita memenangkan perang tanpa senjata?” demikian dikatakan Letjen TNI Purn J. Suryo Prabowo saat menjadi keynote speaker jelang Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Stovia, Jakarta, Senin (9/5).


Diskusi bertemakan “Sudahkan Kebijakan Pemerintah Pro Pribumi?” ini digelar oleh Front Pribumi.

“Jangan sampai Indonesia dijajah China. Lihatlah, ribuan buruh dalam negeri di PHK, ribuan sarjana berdesakan dan kesulitan mencari kerja, tapi ribuan buruh impor dari Cina enak-enakan dikasih kerja dengan gaji tinggi di negeri ini. Sementara rakyat Indonesia belum makmur,” ujar Suryo prihatin.

Mantan Pangdam Jaya/Jayakarta ini mengajak anak bangsa agar bangkit. “Bangkitlah Indonesiaku. Satu orang bertindak jauh lebih baik dari 10 orang yang berkomitmen atau 100 orang yang hanya punya niat.”

Pemersatu Bangsa

Apakah masih ada perang yang disebabkan karena pertentangan ideologi? Dikatakan Suryo, bangsa dan negara Indonesia tidak akan hancur karena diserang musuh dari negara lain. Diperlukan pemersatu bangsa dan negara. Sumber: ISlamPos.com

Rahasia Kekuatan Militer Malaysia

Sejak dekade 1980an Angkatan Tentera Malaysia mengalami transformasi menjadi kekuatan tempur yang modern dan profesional dengan sistem alutsista teranyar. Tapi seberapa besar kekuatan militer negeri jiran itu?

Tentara di Tengah Transformasi

Dibentuk dan dilatih oleh Inggris buat menumpas gerakan separatis, Angkatan Tentera Malaysia sejak 1980an menjalani transformasi untuk menjadi tentara yang profesional dan modern. Militer negeri jiran itu kini memiliki 80.000 personil aktif dan dibekali dengan anggaran pertahanan sebesar 4 miliar Dollar AS per tahun atau sekitar 53 triliun Rupiah.

Pendekar Polandia

Sebanyak 48 tank tempur utama PT-91 Pendekar buatan Polandia menjadi tulang punggung angkatan darat Malaysia. Semua PT-91 saat ini dioperasikan oleh satuan tempur lapis baja, batalyon 11 Kor Armor DiRaja. Satuan tersebut saat ini terbagi ke dalam 5 batalyon dengan sekitar 250 kendaraan tempur infanteri, AVC-300 buatan Turki.

Bantuan dari Langit

Serupa TNI AD, Tentara Darat Malaysia juga memiliki satuan udara (PUTD) yang dibekali dengan 10 unit helikopter multifungsi Agusta A109 dan 12 helikopter angkut Sikorsky SH-3 Sea King. Satuan ini bertugas mengumpulkan informasi, memberikan bantuan tempur dan mengangkut personil gerak cepat.


Modern di Udara

Tentara Udara Diraja Malaysia saat ini terbagi dalam dua divisi dengan dengan 56 jet tempur buatan Rusia dan AS. Baru-baru ini Malaysia memesan empat unit pesawat angkut militer teranyar Airbus A400M dan bakal merombak armada udaranya dengan jet tempur generasi terbaru, Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, F18 Super Hornet atau Saab JAS 39 Gripen dengan nilai pembelian sebesar 2,46 miliar USD

Tumpul di Laut

Tentera Laut DiRaja Malaysia berada di garda terdepan dalam konflik di Laut Cina Selatan. Tapi untuk tugas berat tersebut TLDM cuma diperkuat dengan 2 kapal fregat kelas Lekiu, dua kapal selam kelas Scorpène dan 6 kapal patroli kelas Kedah buatan Jerman dengan teknologi teranyar, tapi dengan persenjataan minim. Baru-baru ini Malaysia berniat memesan 6 kapal patroli tambahan dari Jerman

Tentara Masa Depan

Pemerintah Kuala Lumpur saat ini sedang menjalankan program Future Soldier System buat modernisasi personil militer. Nantinya setiap serdadu akan dibekali dengan helm dan rompi anti peluru, kacamata pelindung, dan perlengkapan untuk melihat di malam hari. Selain itu pasukan infanteri juga bakal dipersenjatai dengan senapan otomatis generasi teranyar buatan AS.

Bajak Laut dan Cina

Angkatan laut Malaysia sejauh ini banyak berurusan dengan operasi anti bajak laut di selat Malaka. Armada yang tersebar di enam pangkalan laut di selat Malaka misalnya didominasi oleh kapal patroli dan kapal cepat milik pasukan penjaga pantai. Sementara kapal korvet dan kapal selam Malaysia ditempatkan di pangakalan laut Teluk Sepanggar di utara Borneo, buat mengamankan Laut Cina Selatan.

Minim Pengalaman

Selain mengawal misi damai PBB, militer Malaysia tidak banyak mengantongi pengalaman bertempur. Insiden terbesar yang melibatkan Malaysia adalah pertempuran Mogadishu, saat pemberontak Somalia menyerbu pasukan elit AS yang diabadikan dalam film Black Hawk Down. Pasukan PBB yang ditugaskan menyelamatakan tentara AS yang disandera, kehilangan beberapa serdadu, termasuk seorang prajurit Malaysia. 
Sumber: http://www.dw.com/id/rahasia-kekuatan-militer-malaysia/g-19233209
Diberdayakan oleh Blogger.