defersite

Beginilah Rekayasa Kendaraan Tempur Pindad



Pindad terus melakukan ujicoba dan rekayasa kendaraan tempur buatan , agar memiliki fire power yang lebih signifikan dan bisa memenuhi kebutuhan militer modern.




Salah satu kunci sukses industri militer adalah bisa mengikuti trend pasar dan memahami kebutuhan militer sekarang dan masa depan.

Militer modern membutuhkan kendaraan tempur yang ringkas, mobile, gesit, fully protected, namun mematikan.

Jika sebelumnya, Pindad konsentrasi mengembangkan Armored Personnel Carrier (APC), maka kini Pindad bergerak maju dengan mengembangkan Infantry Fighting Vehicle (IFV). Pindad pun berencana melengkapi IFV mereka dengan rudal yang ditargetkan bisa ditampilkan ke publik pada tahun 2017, mendatang.

Photos : Defence.PK

TNI Akan Usut Dugaan Jenderal Bekingi Pengiriman Narkoba Freddy Budiman

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menelusuri pengakuan terpidana mati, Freddy Budiman, kepada aktivis HAM, Haris Azhar, soal dugaan keterlibatan TNI dalam peredaran narkoba.

Freddy mengaku sempat mengantarkan narkoba dengan menggunakan fasilitas mobil dinas seorang jenderal TNI.
"Ya di cek saja nanti kebenarannya. Kalau itu, pasti kami proses," ujar Gatot usai menghadiri acara perayaan 40 tahun pernikahan SBY dan Ani yang diselenggarakan di Djakarta Theater, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016).



Kendati akan menelusurinya, Gatot mengaku tak akan mencoba mengklarifikasi informasi itu kepada Haris yang menjadi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras).

"(LSM) Lembaga hukum bukan? Apa hubungannya? Kan begitu. Saya akan bekerja sama dengan hukum," kata dia.

Selain menyebut adanya oknum jenderal bintang II dalam pengiriman narkoba oleh Freddy, Haris juga menyebut ada keterlibatan oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri.

Menanggapi itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan bahwa Polri telah mengagendakan pertemuan dengan Koordinator Kontras, Haris Azhar, terkait tulisan dia tentang Freddy Budiman, terpidana mati narkotika yang dieksekusi pada Jumat (29/7/2016) dini hari.

Boy mengaku bahwa Polri telah menghubungi Haris dan mengajaknya berdiskusi untuk mendalami tulisan Haris yang menyatakan Freddy hanya bagian dari permainan bandar besar narkotika dengan petinggi Polri dan BNN turut terlibat di dalamnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi mengatakan, BNN akan menindak tegas jika ada oknum anggotanya terlibat dalam bisnis narkoba Freddy. Sumber Kompas.com

KoPasKhas, Satu Satunya Pasukan Angkatan Udara di Asia

Bila Angkatan darat memiliki Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat), Angkatan Laut memiliki Marinir, maka Angkatan udara memilik Pasukan Khas (Paskhas, Kopaskhas, Baret Jingga). Pasukan dengan baret berwarna jingga ini adalah satu satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan terlengkap di dunia, dahulu dikenal dengan nama Pasukan Gerak Tjepat dan Kopasgat. Angkatan Udara USA juga memiliki pasukan serupa dalam beberapa satuan yakni US Air Force Control Combat Team, US Air Force Pararescue, dan US Air Force Air Tactical Control Party.



Setiap prajurit Paskhas diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya. Tugas dan tanggung jawab Korpaskhas sama dengan pasukan tempur lainnya yaitu sebagai satuan tempur negara, yang membedakan yaitu dari semua fungsi paskhas sebagai pasukan pemukul NKRI yang siap diterjunkan disegala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI.

Paskhas mempunyai Ciri Khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan. Warna baret jingga Paskhas terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Bandung, yaitu tempat pasukan komando ini dilatih

Sepak terjang Paskhas sudah dimulai sejak era perang kemerdekaan, berbagai misi sudah pernah diemban oleh pasukan elit udara ini. Saat ini Paskhas diperkuat oleh 7.332 orang yang dilengkapi dengan berbagai jenis senjata pendukung. Terjun payung merupakan salah satu keahlian utama Paskhas untuk menguasai dan Mengoperasikan pangkalan lawan yang berhasil direbut, Awalnya konsep tugas Paskhas adalah sebagai pasukan pertahanan pangkalan (Defensif) maka sekarang ini konsep tersebut dirubah menjadi pasukan pemukul (ofensif) dan pasukan pertahanan (defensif).

Paskhas merupakan bagian inti dari PPRC, Pasukan Pemukul Reaksi Cepat, suatu penggelaran pasukan berintensitas tinggi yang didukung juga oleh kesatuan Lintas Udara dari Kostrad. PPRC pasukan pemukul TNI untuk mengatas kondisi darurat di wilayah NKRI, ketika perang Aceh berkorbar, PPRC diterjukan untuk mengamankan tempat-tempat strategis seperti bandara. Didalam tubuh pasukan khas juga terdapat pasukan elit paling muda di Indonesia, yakni Detasemen Bravo 90, merupakan pasukan anti teror miliki Angkatan Udara yang tak kalah hebat dari pasukan elit paling populer Kopassus.

Seperti halnya Kopassus TNI AD, Taifib Korps Marinir, dan Kopaska TNI AL, Detasemen (Den) Bravo 90 Paskhas TNI AU juga punya senapan heavy barrel andalan. terkait tugas tempur perang kota dan sniper, Den Bravo mengandalkan Hecate II untuk melumpuhkan sniper lawan (counter sniper) yang kerap mengganjal jalannya pergerakan pasukan.

Hecate lahir dari keluarga senapan runduk Ultima Ratio yang sudah kondang di tataran benua Eropa. Senjata ini dirancang Gilles Payen dan di produksi oleh PGM Precision, Perancis. Material Hecate dibuat dari high grade alumuniumdengan metode machining sangat presisi. Cukup langka untuk senapan sniper kelas berat pada jamannya. Seperti senapan runduk kelas berat lainnya, Hecate beroperasi dengan sistem bolt action, dengan bolt dilengkapi tiga lug pada bagian depan, sama halnya dengan Zastava M-93 Black Arrow yang digunakan Kopassus TNI AD.

Fitur unggulan Hecate lainnya adalah monopod di bagian popor untuk meningkatkan kestabilan. Selain itu, fitur keamanan yang terpenting pada Hecate adalah dengan adanya tingkat tekanan (overpressure vents) yang bekerja membuang tekanan gas bila terjadi keadaan darurat dengan peluru pecah dan meledak di dalam kamar peluru.

Sumber: indomiliter/berbagai sumber

Special Operations Commander Australia : Kopassus yang Terhebat di Dunia

Special Operations Commander Australia (SOCAUST), Mayjen Jeff Sengelman berkunjung ke Makopassus dalam rangka meninjau pelaksanaan Latma Dawn Komodo TA.2016 antara Kopassus TNI Angkatan Darat dengan Special Air Service Regiment (SASR) Angkatan Darat Australia yang ditutup (Kamis, 28/7) di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar.



SOCAUST, Mayjen Jeff Sengelman Courtesy Call diterima Danjen Kopassus, Mayjen M. Herindra didampingi Pamen Ahli Kopassus, Ir. Kopassus dan para Asisten Danjen Kopassus di Ruang Kerja Danjen Kopassus. Sementara Mayjen Jeff Sengelman didampingi Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Laksma (Brigjen) Robert Platt, Atase Darat Australia Kolonel Justin Roocke, Staff Officer SOCAUST Mayor Thomas Lonergan dan Staf Atase Darat Australia untuk Indonesia Warrant Officer2 David Hayes.

Acara diawali dengan welcome speech, pengenalan para Staf Danjen Kopassus, pemutaran video profil Kopassus dan ditutup dengan pertukaran cinderamata. Selanjutnya, delegasi SOCAUST menuju Sat-81 Kopassus untuk menyaksikan demo ketrampilan yang dipertunjukkan prajurit Sat-81 Kopassus. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah untuk melaksanakan makan siang bersama di Gedung Flamboyan, Makopassus dan pengisian pesan-kesan pada buku tamu.

Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra menjelaskan bahwa latihan bersama ini adalah dalam rangka saling tukar pengalaman untuk berbagi sharing antara Kopassus dengan Special Operations Command (SOCOMD) Australia terutama pengalaman yang pernah dilaksanakan di Afghanistan dan negara-negara lain untuk saling melengkapi yang difokuskan pada penanggulangan terorisme.



“Kita tahu bahwa The Special Operations Command (SOCOMD) Australia punya pengalaman yang sangat baik terutama bagaimana mereka melakukan operasi penanggulangan terorisme di Afghanistan, tegas Danjen Kopassus. Selanjutnya, Mayjen Jeff Sengelman mangatakan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan baginya karena hubungan Kopassus dan SOCOMD sudah berjalan hampir selama 25 tahun.

Hubungan antara Kopassus dengan SOCOMD didasarkan atas kepercayaan, persahabatan dan pemahaman. Latihan bersama yang sudah dijelaskan dan dilaksanakan oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra terfokus pada pertukaran pengetahuan, pertukaran pengalaman untuk meningkatkan ketrampilan Special Forces Indonesia dan Australia. Latihan yang telah dilaksanakan di Indonesia dan Australia membawa manfaat baik buat pasukan TNI AD, Kopassus maupun pasukan Special Forces Australia, dan hubungan ini sudah berjalan lumayan lama.

“Dan dari demonstrasi yang dilihat tadi yang dipertunjukan oleh prajurit Kopassus, saya yakin motto, skill, dan ketrampilan prajurit Kopassus masih yang terhebat di dunia”, kata Mayjen Jeff Sengelman. Lebih lanjut, Mayjen Jeff Sengelman mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Danjen Kopassus, Mayjen TNI M.Herindra serta prajurit Kopassus yang telah bertindak sebagai tuan rumah Latma Dawn Komodo TA.2016.

Latma Dawn Komodo TA.2016 ini diselenggarakan di Jakarta dan Bandung selama dua minggu sejak tanggal 18 Juli dan akan berakhir besok (Kamis, 28/7), dengan melibatkan 50 personel dari pasukan khusus kedua Angkatan Darat. Sebelumnya, Kopassus juga telah mengirimkan 30 prajuritnya pada bulan Maret 2016 lalu dipimpin oleh Komandan Batalyon 812 Sat-81 Kopassus Mayor Inf Viliala Romadhon, untuk melaksanakan Latihan Bersama dengan Special Air Service Regiment (SASR) dalam kegiatan yang sama dengan sandi Latma Dawn Kookabura di Perth, Australia. Sumber: JakartaGreater.com

Ngeri, Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Bongkar Keterlibatan Asing Terkait Vaksin Palsu

Kemunculan vaksin palsu bagian dari strategi asing dalam menjalankan assymetrical war atau perang asimetris di Indonesia.



Demikian dikatakan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam pesan singkat di group diskusi whatsapp.

Kata Siti Fadilah, sebentar lagi berduyun-duyun rumah sakit asing akan menyerbu Indonesia setelah beberapa rumah sakit di Indonesia terpuruk dituduh menyediakan vaksin palsu.

“Masyarakat dbuat tidak percaya lagi.
Sebentar lagi akan ada jargon “makanya belilah vaksin impor”. Inilah kelengahan kita sebagai bangsa Kenapa mendiamkan kapitalisme global dengan mekanime pasar bebasnya dianut dalam politik ekinomi kita secara menyeluruh,” ungkap Siti Fadilah.

Siti Fadilah meminta berbagai lembaga kesehatan tidak boleh masuk ke mekanisme pasar bebas tuan-tuan karena nyawalah taruhannya.

“Menangislah berteriaklah tapi sudah tidak ada gunanya kecuali kita hadapi untuk anak cucu kita kembalilah kita kepada guidance kita pancasila dan “UUD 45 asli” untuk mengatur negara ini. Anda-Anda semua sedang berperang dengan assymetrical war menghancurkan NKRI,” ungkap Siti Fadilah.

Siti Fadilah mengatakan, menteri yang hanya menurut peraturan-peraturan internasional tanpa melihat kebutuhan rakyatnya sesuai preambule UUD 45 Asli hanya akan memposisikan rakyatnya sebagai korban assymetrical war yang sekarang sudah mulai. Sumber: http://suaranasional.com

Erdogan: Kudeta Militer Bertujuan Jadikan Minoritas Dominan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan angkat bicara soal upaya penggulingan terhadap dirinya yang dilakukan sekelompok orang berbaju safari pada Jumat 15 Juli waktu setempat atau Sabtu 16 Juli WIB.



Menurut mantan Wali Kota Istanbul ini, kudeta militer yang menewaskan lebih dari 250 orang tersebut merupakan ulah sebagian kecil pasukan militer yang berusaha menguasai masyarakat mayoritas di Turki.

Kesalahan juga dia limpahkan kepada Fetullah Gulen (75) yang kini berdiam di Pennsylvania, Amerika Serikat. Minoritas dalam angkatan bersenjata Turki itu ditudingnya merupakan para antek setia ulama kharismatik pendiri gerakan Hizmet tersebut.

Sangat jelas bahwa mereka adalah kelompok minoritas. Kita tidak bisa membiarkan minoritas mendominasi mayoritas. Kami sudah mengambil sejumlah langkah yang signifikan untuk mencegah kudeta semacam itu terjadi lagi,” ujarnya, seperti dikutip dari APA, Kamis (21/7/2016).

Erdogan bersyukur, upaya pemakzulan dirinya itu berhasil digagalkan. Rakyat pun berbalik semakin mencintai dan berusaha melindungi dia. Mengetahui bahwa ada marabahaya di dalam negerinya yang bukan berasal dari pemerintah.

“Selama kita saling bahu-membahu dan berada di pihak rakyat, tank-tank sekalipun tidak akan bisa mengalahkan kita,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.

Kudeta militer tersebut terjadi saat Erdogan tengah berlibur. Mendengar kabar tersebut, orang nomor satu di Turki itu segera pulang ke Istanbul. Sementara itu, dua kota utama di Turki, yakni Ankara dan Istanbul telah dikuasai militer.

Bom Marmaris yang menjadi penginapan terakhir Erdogan sebelum meninggalkan liburannya juga dibom. Dalam perjalanan pulang, dikabarkan pesawat yang membawa dia juga sempat dibidik dua jet tempur F-16.

Pasca-kudeta, pasukan yang terlibat telah ditahan, ditelanjangi, dan diikat. Mereka bahkan tengah menunggu putusan hukuman mati jadi atau tidak. Dampaknya juga berimbas kepada pemecatan dan penangguhan jabatan terhadap puluhan ribu pegawai negeri sipil, guru, hakim, pejabat, dan staf di sejumlah kementerian yang dianggap tidak setia pada Erdogan. Sumber: okezone.com

TNI dan Militer Malaysia Latihan Bersama, Sejumlah Alutsista Dikerahkan



TNI dan militer Malaysia menggelar latihan militer bersama di Tanjung Gelang, Kuantan Pahang, Malaysia pada 21 Juli-3 Agustus 2016. Latihan militer bertajuk Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia Darsasa-9 AB/2016 itu mengambil tema Combined Coordination Centre(CCC).

Berdasarkan siaran pers Puspen Mabes TNI, Kamis (21/7/2017), latihan bersama itu bertujuan meningkatkan kerja sama dan memelihara hubungan militer kedua negara.

"Selain itu, juga meningkatkan kemampuan satu sama lain demi mewujudkan strategi penanggulangan bencana di wilayah perbatasan," ujar Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin.

Dalam amanat saat upacara pemberangkatan personel, Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Agung Ridhianto menegaskan, latihan militer bersama itu murni untuk menghadapi bencana alam.

"Peranan militer mampu memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi kedua negara yang rentan terhadap ancaman bencana alam," ujar dia.

Agung berpesan agar meminimalisir peluang kecelakaan dalam latihan bersama itu. Ia juga berpesan agar para prajurit menunjukkan disiplin, semangat, kerja sama dan kekompakkan sesama TNI di negeri orang.

Terakhir, Agung berpesan agar prajurit mengevaluasi apa yang menjadi kelemahan seusai melaksanakan latihan bersama itu.

"Adakan evaluasi internal perbagian, selesai pelaksanaan tiap fase kegiatan latihan guna mengadakan perbaikan dan persiapan optimal untuk melaksanakan fase berikutnya," ujar dia.

Jumlah prajurit TNI yang diberangkatkan ke Malaysia, yakni berjumlah 500 orang. Pemberangkatan itu melalui upacara militer di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta Utara.

Mereka terdiri dari tiga matra TNI, termasuk dua orang dari Polri dan dua orang pula dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di Negeri Jiran, para prajurit dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro mewakili Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Ridhianto.

TNI mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), antara lain KRI Banda Aceh-593, dua unit The Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP), satu unit kendaraan Nubika, satu unit helikopter Bell, satu unit pesawat Hercules (A-1318) dan satu unit helikopter Nas-332 Super Puma (H-3213). Sumber: Kompas.com

Foto-Foto Dramatis TNI Bikin Rakyat Haru

Sangar dan tangguh, begitu pandangan pertama saat orang-orang melihat barisan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat melintas di depan mata. Dengan seragam loreng hijau yang dikenakan, mereka nampak seperti prajurit yang profesional, dan siap menjalankan tugas tanpa kenal lelah.

Di balik kesangaran dan ketangguhan, para prajurit ini tetap terlahir sebagai manusia biasa. Mencintai rakyat kecil merupakan bagian dari tugas mereka.

Ada sejumlah momen di mana prajurit tetap menunjukkan sisi kemanusiaan, baik saat berlatih maupun ketika berada di tengah tugas. Berikut foto-foto dramatis TNI yang dikumpulkan merdeka.com:

Penuhi Nazar di depan makam ayah





Dengan bertelanjang kaki sambil memegang erat foto sang ayah dan bendera merah putih yang telah dilipat, Rayski Bagus Mandala Putra berlari menuju makam sang ayah. Pemuda yang biasa disapa Pikki itu berlari ke tempat peristirahatan terakhir sang ayah untuk menepati nazarnya, jika ia menjadi anggota TNI.

Foto ini langsung menjadi viral di dunia maya, dan membuat netizen terharu. Ayah Pikki sendiri merupakan anggota Kopassus dengan pangkat terakhir Sersan Mayor. Namun, janji itu tetap ditepatinya. Foto ini disebar luas oleh akun Facebook Greafik Ltk.

Berbagi mi instan di tengah asap





Foto dua anggota TNI ini yang tengah menangani kebakaran hutan dan lahan bikin heboh di media sosial. Foto ini pun menjadi viral di media sosial.

Dalam foto tersebut terlihat kedua anggota TNI itu terlihat kompak bukan cuma dalam menangani kabut asap, namun juga ketika beristirahat. Kekompakannya nampak terlihat saat seorang anggota TNI tengah memberikan mi instan yang belum matang kepada rekannya.

Salat minta hujan saat tiba di medan tugas





Setelah melakukan perjalanan selama berjam-jam menuju lokasi kebakaran hutan, para prajurit ini tidak lantas berleha-leha. Mereka lantas menggelar salat istisqa di sekitar landasan untuk meminta hujan.

Foto tersebut disebarluaskan oleh akun Facebook Eka Wijayanti. Dia memperlihatkan seluruh prajurit berpakaian loreng sedang bersujud kepada Allah SWT agar bencana kabut asap bisa ditangani.

Gendong nenek seberangi jembatan darurat





Foto ini didapatkan dari akun Instagram @indonesian_spetsnaz, yang memperlihatkan seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) saat ditugaskan ke lokasi bencana alam. Dia rela mengangkat nenek yang tidak dikenalnya dan menyeberangkannya ke tempat yang aman.

Setiap langkah harus diperhitungkan dengan baik, jika salah dia dan nenek tersebut bisa kehilangan nyawa. Ditambah lagi titian jembatan yang licin akibat siraman hujan dan aliran air di bawahnya nampak deras.


Memberi sedekah pada pengemis





Akun Instagram @indonesian_spetsnaz juga memamerkan foto haru yang membuat banyak orang menitikkan air matanya. Pada foto itu nampak barisan prajurit sedang berlatih fisik dengan berlari, latihan ini biasa dilakukan di semua tangsi militer.

Yang bikin haru adalah, satu di antara seluruh prajurit, ada yang tetap memberikan sedekah kepada ibu tua. Ibu tersebut duduk seorang diri, dan nampak terkejut ketika menerima lembaran rupiah dari prajurit baik hati itu.

Itulah beberapa foto prajurit TNI yang bikin banyak orang terharu. Sumber: Merdeka

Capai Kecepatan Suara, Gelombang Kejut F-16 Buat Kaget Warga Pekanbaru

Hari Senin (17/7) kemarin, warga di kota Pekanbaru, Riau, dikagetkan dengan bunyi dentuman keras yang terdengar hampir di seluruh penjuru kota. Warga yang panik atau penasaran segera keluar rumah untuk mengetahui asal sumber suara dentuman itu.


Ternyata, suara keras itu berasal dari shockwave sonic boom jet tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi, menjelaskan bahwa dentuman keras mirip ledakan bom itu bersumber dari jet tempur F-16 yang sedang melakukan uji mesin baru setelah diperbaiki.

“F-16 adalah pesawat super sonic yang mampu terbang dua kali kecepatan suara. Jadi suara itu dihasilkan karena shock wave atau gelombang kejut akibat pesawat menembus kecepatan suara,” kata Marsma Henri.


Danlanud Roesmin Nurjadin menjelaskan bahwa latihan itu dilakukan di aerodrome zero-zero dengan ketinggian 40.000 feet. Menurutnya, jika latihan berada di bawah ketinggian tersebut maka dapat menyebabkan kaca-kaca dan gendang telinga menjadi pecah.

Marsma Henri mengatakan bahwa latihan itu akan sering dilakukan. Ia meminta agar masyarakat dapat membiasakan diri dengan bunyi seperti itu. ”Kami lakukan sesuai dengan aturan dan prosedur. Atas kejadian ini, kami minta maaf. Karena memang membuat kaget. Nanti juga akan terbiasa,” ujarnya.

Sumber: merdeka.com, riaupos.co, dan republika.co.id

Pesawat Bomber China Bermanuver di Wilayah Sengketa LCS

China kembali ‘unjuk gigi’ kekuatan militernya di wilayah sengketa Laut China Selatan (LCS). Kali ini China memamerkan pesawat pengebom H-6K di atas langit Scarborough, sebuah pulau di Laut China selatan. Negeri tirai bambu semakin memperkuat militernya pasca keputusan pengadilan abitrase di Den Haag yang memenangkan gugatan Filipina terkait sengketa di LCS.



Pesawat bomber H-6K memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal jelajah nuklir ke seluruh wilayah di kawasan Asia Pasifik, termasuk ke pangkalan militer AS, di Guam. Pesawat ini dirancang pada tahun 1950 oeh Rusia.

Aksi China ini diduga sebagai aksi balasan kepada Amerika Serikat yang pernah mengirimkan jet tempur A10 Thunderbird di wilayah yang sama.

Diduga memiliki kedekatan dengan CIA, Putin melarang Pokemon Go di Rusia

Presiden Rusia Vladmiri Putin mengeluarkan larangan permainan anak-anak Pokemon dari Amerika Serikat. Anak-anak muda yang gandrung terhadap permainan ini ditipu memberikan informasi pribadi oleh agen rahasia AS, CIA, melalui mainan ini.



“Kremlin sedang melakukan investigasi mengenai permainan Pokemon yang sedang marak,” tulis Worldtruth, Senin, 18 Juli 2016. Putin menuding bahwa permainan Pokemon itu adalah serigala berbulu domba.

Menurut laporan Worldtruth, pencipta permainan ini, Niantec, memiliki hubungan sangat dekat dengan CIA. CEO Niantec, John Hanke, membuat Keyhole alias lubang kunci pada 2001, belakangan hasil karyanya dibeli Google.


“Hampir seluruh uang yang digunakan untuk membuat Keyhole berasal dari National Geo-Spatial Intelligence Agency dan CIA,” kata Worltruth.

Pokemon GO sejauh ini adalah menjadi puncak karir intelijen Hanke. Dia merupakan agen intelijen New World Order yang karirnya diperoleh dengan menciptakan cara cerdik untuk memata-matai warga tanpa curiga dan menyampaikan informasi kembali ke agen intelijen.

Dengan peluncuran viral permainan ini, CIA secara efektif merekrut jutaan orang tanpa mereka sadari. Orang-orang itu bekerja sebagai agen intelijen dan melakukan operasi mata-mata serta mengumpulkan informasi sebelum mengosumsi. “Ini biaya mahal untuk lembaga intelijen.”

Seorang agen yang ingin menampilkan sisi dalam sebuah rumah atau bangunan sekarang ini dapat menempatkan Pokemon di sana. Bagi warga yang naif, mereka akan mengumpulkan informasi untuk para agen itu.

Putin pun berjanji menghancurkan New World Order pada tahun ini.

Permainan itu tidak dirilis di Rusia, namun, beberapa penggemar Pokemon Rusia sudah terlanjur mulai memainkan permainan ini di Moskow. Untuk itu, Putin meminta mereka menjauh dari rumah dan gedung-gedung pemerintah dengan alasan keamanan.

Bukan hanya Rusia yang mengeluarkan pelarangan atas permainan ini. Cina, negara pasar terbesar permainan anak-anak dan smartphone, melakukan ha yang sama. Negeri itu menuding permainan tersebut seperti Kuda Troya untuk melakukan serangan militer oleh AS dan Jepang. Sumber: JakartaGretaer

Kapuspen TNI: Pria yang Diduga Santoso Tewas Ditembak Prajurit Raider Kostrad

Dugaan pria yang tewas tertembak tim Satgas Tinombala adalah Santoso semakin menguat. Kapuspen TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menyebut bahwa pria diduga Santoso tewas setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang juga tergabung di Satgas Tinombala.




"Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kontak tembak dari satuan tugas batalio Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan pengejaran Santoso," kata Mayjen Tatang saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/7/2016).

Tatang membenarkan, baku tembak terjadi sekitar pukul 17.00 WIT. Ada lima orang yang terlibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, dua orang di antaranya tewas. Salah satunya diduga Santoso.

"Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mempunyai tahi lalat yang cirinya dicurigai mirip Santoso," jelas Tatang.

Saat ini, tim masih melakukan evakuasi, karena lokasi penembakan yang jauh, sekitar 60 Km dari Poso, tepatnya berada di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng. Tim akan langsung membawa dua jenazah itu ke RS Bhayangkara di Poso untuk diidentifikasi.

"Saat ini terakhir informasi yang saya dapat, masih dilakukan evakuai dari TKP, dengan satu pucuk M16. Informasi selanjutnya kita tunggu penjelasan dari pihak polisi," tutur Tatang.

Satgas Tinombala merupakan tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di hutan Poso. Tim ini merupakan gabungan dari prajurit TNI dan Polisi yang jumlah totalnya lebih dari 3.000 orang. Selama ini, kerjasama TNI dan Polisi yang tergabung dalam Satgas Tinombala cukup efektif menyulitkan pergerakan kelompok Santoso. Sudah banyak anggota kelompok Santoso yang berhasil ditangkap oleh tim Satgas Tinombala.
(Hbb/fdn) Sumber: Detik.com

Saat TNI dan Petani Berdampingan Membajak Sawah

JEMBER - Masih jatuhnya hujan membuat sebagian besar petani di Jember tertarik untuk menanami sawahnya dengan komoditas padi sepanjang tahun ini. Demikian halnya kelompok tani “Tani Mulyo” Dusun Ledok Desa Sidomukti Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember yang memulai membajak sawah di areal seluas 33 hektare.



PPL Didik dan Babinsa Desa Sidomukti, Serka Sapto saat mendampingi petani guna percepatan pengolahan lahan dan persiapan penanaman padi yang ditandai dengan pembajakan lahan dan penyiapan bibit padi di lahan milik Dasuki. Bagi, petani, menanam padi jauh lebih menguntungkan dibanding menanam tanaman komoditas lain.

''Berkali-kali sudah diimbau untuk diselingi dengan tanaman palawija agar unsur hara tanahnya dapat terpelihara dan lain-lain tetapi belum bisa merubah kemauan para petani," ujarnya seperti dikutip siaran pers Kodim Jember, Ahad (17/7).

Imbauan itu disampaikan mengingat hampir sepanjang hari ada yang panen namun ada pula yang tanam. Hal ini sudah berjalan selama bertahun-tahun dan sudah membudaya sehingga sulit untuk diubah. Namun tidak masalah selama ini produksinya relatif cukup baik, dan untungnya lagi relatif tidak ada hama yang menyerang.

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P saat kami konfirmasi menyampaikan terima kasihnya kepada unsur terkait dan jajarannya yang aktif turun ke sawah untuk melaksanakan pendampingan kepada petani. "Saya memang sudah atensikan kepada jajaran untuk lebih fokus lagi untuk pencapaian target serapan gabah produksi tahun 2016 ini sekitar 1.060.000 ton setara gabah," ujarnya.
 Sumber: Republika.co.id


Badan Intelijen Strategis TNI: Pokemon GO Miliki Dampak Negatif Terhadap Keamanan NKRI

Anda suka bermain Pokemon Go? Di mata Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, ada ancaman terhadap negara yang muncul dalam game yang sudah menjadi viral ini, termasuk penyadapan informasi mengingat penggunaan data-data dari geo positioning system (GPS).



Ada dampak negatif yang ditimbulkan permainan ini terhadap keamanan negara, yaitu penyadapan dan pengumpulan data lokasi strategis badan keamanan suatu negara. Menurut Satuan Cyber Bais TNI, Pokemon Go serupa dengan sistem pengumpulan data lokasi yang biasa dilakukan oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) dan Central Intelligence Agency (CIA) di sosial media Facebook.

Pola penyadapan informasi berupa data lokasi yang dilakukan oleh permainan Pokemon Go ini terjadi dengan cara menyediakan pokemon langka atau pokemon legenda. Jenis pokemon ini hanya bisa didapatkan di sejumlah tempat strategis pemerintahan, seperti Istana Negara, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan serta Lembaga/Kementerian strategis lainnya pada waktu malam hari untuk diburu oleh seluruh Pokemaster.

Selanjutnya, Pokemaster yang memburu pokemon ke sejumlah tempat strategis pemerintahan itu secara tidak langsung juga akan membantu pihak asing untuk mengumpulkan informasi. Hal ini termasuk data lokasi wilayah penting yang selama ini sulit ditembus oleh negara manapun.

Pola pengumpulan data wilayah yang dilakukan Pokemon Go ini hampir sama dengan pola yang dilakukan oleh Google untuk layanan Google Maps atau Google Earth menggunakan kamera Google yang berkeliling ke seluruh wilayah atauStreet Maping. Mobil Google yang berkeliling ini mengumpulkan informasi berupa nama jalan, nama gedung, dan lokasi lainnya untuk digunakan pada layanan Google Maps atau Google Earth.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr Tina Afiatin, permainan Pokemon Go ini adalah perangkat jenis baru yang dimiliki oleh intelijen negara asing untuk merekonsiliasi data citra fisik valid. Hal ini sekaligus memetakan setiap sudut wilayah negara di mana para user mengaktifkannya dan berbentuk game yang terbalut teknologiinterconnecting geospasial.

“Coba bayangkan jika seluruh pejabat, tentara, polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game ini diwilayah kerja masing-masing. Berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses,” tuturnya.

Amerika Serikat juga sempat menjalankan sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan melalui eksploitasi dan analisis pencitraan serta informasi geospasial. Salah satunya upaya saat memburu Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin atau Osama bin Laden di rumah persembunyiannya dengan menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis bumi atau yang disebut Geospatial Intelligence pada 2 Mei 2011.

Berkat Google Maps dan Google Earth, Amerika Serikat dapat mengikuti perjalanan Osama Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad hingga daerah terpencil di mana pun sebelum dibunuh di Pakistan. Saat itu, teknologi Google Earth hanya dapat melakukan mencitrakan dalam bentuk datar suatu wilayah melalui satelit.

Pengumpulan informasi dalam bentuk wilayah ini akan lebih sempurna dan faktual dengan menggunakan aplikasi game yang dapat mengumpulkan data fisik dalam bentuk 3D seperti yang ada pada fitur Pokemon Go.

Permainan buatan Nintendo tersebut memang tengah menjadi tren belakangan ini dan banyak dimainkan oleh anak muda di seluruh dunia. Pengguna Pokemon Go juga telah memberikan banyak keuntungan kepada perusahaan game asal Negeri Sakura itu. Berdasarkan data perusahaan analisis aplikasi mobile Think Gaming, Pokemon Go diperkirakan berhasil meraup keuntungan hingga US$1,6 juta per hari hanya di Amerika Serikat. (solo/mg) Sumber: Konfrontasi.com

Alhamdulillah, Panglima TNI Bolehkan Jilbab untuk Prajurit

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mempersilahkan anggota wanita TNI AD (Kowad) untuk mengenakan jilbab. “Jadi begini, jilbab itu bulan puasa jadi pada pakai. Kalau mau gunakan ya gunakan saja,” kata Gatot di Kantor Menkopolhukam, Jumat (1/7).



Gatot tak melarang jika jilbab itu digunakan oleh Kowad sebagai seragam tugasnya pascabulan ramadhan. Namun, Gatot tidak menyebut secara rinci mengenai aturannya. “Pakai, pakai saja. Gak ada yang ngelarang kan. Boleh, saya gak larang,” kata Gatot.

Jilbab di kalangan anggota wanita TNI merupakan yang pertama. Pada tahun lalu, saat Panglima TNI dijabat oleh Jenderal Moeldoko, TNI menyatakan telah mengakomodasi usul pemakaian jilbab bagi wanita TNI dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit. Tapi aturan penggunaan jilbab itu hanya diperuntukkan bagi wanita TNI yang bertugas di Aceh. "Aturannya sudah kita buat. Tak ada larangan. Kalau mau pakai jilbab, tinggal pindah ke Aceh. Selesai persoalan," kata Moeldoko waktu itu.

Sedangkan pada Mei 2015 lalu, Mabes Polri secara resmi mengakomodasi keinginan anggotanya maupun PNS yang bekerja di lingkungan Polri untuk berhijab. Kini para polwan sudah boleh mengenakan jilbab tanpa ada halangan lagi.

Dalam pengumuman yang terdapat dalam laman humas.polri.go.id aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor : 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri Nopol : SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.
Sumber: Republika.co.id
Diberdayakan oleh Blogger.