defersite

Inilah Uji Coba Roket Vampire Milik TNI AL Yang Bikin Takut Negara Lain. Lihat Penampakannya


TNI Angkatan Laut melakukan uji coba alutsista terbaru mereka roket Vampire. Alusista terbaru tersebut baru saja dibeli dari Rep. Ceko. Roket Vampire sendiri memiliki kaliber 122 mm


Video diatas memperlihat uji coba yang berlangsung di pantai Baronang, Situbondo. Senjata ini jauh lebih unggul canggih dari jenis sebelumnya RM 70 Grad karena bisa dioperasikan secara digital.
Ujicoba roket ini bisa dibilang sukses dan disaksikan langsung KSAL laksamana Ade Supandi. : Sumber: http://blog.batikindonesia.com/42457/#.V8Y6USnbvIU

Koordinasi Tidak Jelas, Masyarakat Biak Numfor Tolak Pembangunan Pangkalan Militer

Pembangunan pangkalan militer di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua mendapatkan penolakan dari warga setempat akibat masyarakat merasa pemerintah tidak melakukan koordinasi yang jelas.



“Dalam proses pembangunan ini pun tidak ada koordinasi antara pihak militer dengan masyarakat Biak selaku pemilik hak ulayat,” kata Jhon Mandibo, Ketua Forum Peduli Kawasa Biak kepada Antara, Selasa (23/8) kemarin.

Jhon menilai bahwa pembangunan pangkalan militer untuk wilayah Indonesia Kawasan Timur yang bertempat di Kabupaten Biak Numfor dapat menimbulkan banyak masalah termasuk membungkam kebebasan hidup masyarakat setempat.

Masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Kawasan Biak tersebut juga mendesak pemerintah provinsi Papua untuk membentuk tim pansus dan menolak pengembangan pangkalan militer tersebut.

Sumber: HarianPapua

Curi Ikan di Perairan Indonesia, TNI AL Tahan 9 WN Singapura

KEPRI – Prajurit TNI AL menangkap kapal asing yang sedang mencuri ikan di Perairan Provinsi Kepuluan Riau (Kepri). Sebanyak sembilan Warga Negara (WN) Singapura dan tiga warga Indonesia ditahan.

"Saat ini kapalnya (kapal pencuri ikan) sudah bersandar di Tanjung Pinang," ucap Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Tanjung Pinang, Mayor Josdy D kepada Okezone, Selasa (23/8/2016).

Penangkapan kapal asing yang masuk periran Indonesia terungkap saat petugas TNI AL dari Lantamal IV Tanjung Pinang,Kepri, mendeteksi adanya kapal asing yang berada di posisi 7,5 Nautical Miles dari Tanjung Berakit pada 20 Agustus 2016 lalu. Kapal TNI AL kemudian mendekati kapal asing itu.

Saat didekati, para penumpang sedang melakukan aktivitas melakukan pemancingan ikan.

Saat diperiksa mereka tidak memiliki izin mencari ikan dan melakukan pelanggaran teritorial.

Petugas kemudian membawa kapal beserta 12 penumpang ke Markas Lantamal IV Tanjung Pinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka terdiri dari nahkoda dan dua anak buah kapal (ABK) dan sembilan orang WN Singapura,"ucapnya.(fzy) Sumber: Okezone

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!

Tampilannya lumayan mencolok di sudut utara Jalan Merdeka Barat, dibalut warna hijau loreng, sosok Raisa yang berjarak tak jauh dari gerbang Istana Negara sontak menjadi perhatian banyak orang. Inilah Raisa (Kendaraan Pengurai Massa) yang digelar untuk suatu waktu diperlukan guna mengurai konsentrasi massa di depan Istana dan area sekitar lapangan Monas saat perayaan HUT RI ke-71 hari Rabu lalu.

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!

Ada Raisa di Depan Istana Negara, Siap Mengurai Massa!


Siapakah Raisa? Dari tampilannya Raisa diusung oleh kendaraan offroad 4×4 dari jenis Nissan Frontier. Mengingatkan pada rantis Direction Finder YonHub TNI AD yang juga memakai kendaraan yang sama. Meski berbalut cat loreng, Raisa berplat hitam, yang artinya kendaraan ini berstatus milik sipil. Yang membuat Raisa menarik adalah adanya dua unit speaker dalam ukuran besar yang ditempatkan di bagian belakang.

Meski tampil sangar bak rantis (kendaraan taktis), sejatinya Raisa diciptakan untuk menjalankan dua fungsi, pertama untuk mengurai massa dan kedua untuk public announcement bila terjadi bencana alam atau tsunami. Khusus untuk fungsi yang pertama, apabila dipasang frekuensi tertentu, bunyi speaker Raisa akan sangat memekakkan telinga dan membuat demonstran lari dan bubar. Yang menjadi istimewa pancaran suara dari kendaraan ini bisa didengar hingga jarak satu kilometer.

Raisa sendiri merupakan produksi dalam negeri, yakni diciptkan oleh perusahaan V8sound.com. Keterlibatan Raisa di sekitar area Istana diperkirakan tak lepas dalam upaya mendukung tugas dalmas kepolisian. Raisa belum lama ini ditampilkan dalam ajang Prolight and Sound Messe di Frankfurt Jerman, 5 – 8 April 2016 lalu. Kabarnya teknologi speaker ini banyak diminati pihak asing.(Hans) Sumber: IndoMiliter

Pakar Sebut China Sengaja Provokasi Indonesia

Pakar hukum internasional menilai kekisruhan yang terjadi di perairan Natuna merupakan tindakan sengaja dari China untuk memprovokasi Indonesia. China bermanuver karena putusan pengadilan arbitrase di Den Haag dipredikasi membatalkan klaim China terhadap hampir seluruh kawasan Laut China Selatan. Pendapat itu disampaikan Melda Kamil Ariadno, seorang profesor hukum internasional di Universitas Indonesia. ”Pengadilan Tetap Arbitrase akan mengeluarkan vonis dan saya percaya itu akan membatalkan klaim China terkait nine-dash line (garis sembilan bidang).



Itulah mengapa China melakukan beberapa manuver,” ujarnya. Komentar Profesor Melda ini muncul setelah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Natuna bersama Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menko Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan sikap kerasnya terhadap kapal asing pencuri ikan. Presiden Jokowi bahkan menggelar rapat kabinet di atas kapal perang Indonesia di perairan Natuna, yang sekaligus menjadi pesan yang ditujukan pada China bahwa Natuna bagian dari kedaulatan Indonesia. 

Ditanya apakah konflik Indonesia dan China atas insiden di Natuna, Melda mengatakan: "Ingat, ini bukan hanya kita yang membutuhkan China, namun China membutuhkan kita. Jadi kita perlu memiliki hubungan yang baik tetapi tidak harus datang dengan mempertaruhkan hak kedaulatan.” Indonesia dan China sudah tiga kali terlibat insiden di perairan Natuna. Yang terbaru, kapal perang Indonesia menembaki kapal nelayan China karena diduga mencuri ikan di Natuna. Alih-alih meminta maaf, Pemerintah China justru memprotes keras dan menyalahkan Indonesia yang dianggap menyalahgunakan kekuatan militer. China juga mengklaim, kapal nelayannya beroperasi di perairan tradisional mereka.

Indonesia yang tertarik untuk mendorong investasi asing dari China, sebelumnya telah mengecilkan pertengkaran maritim. Namun, kali ini Presiden Jokowi menyampaikan sikap tegas. Jokowi bahkan menuliskan pesan di buku tamu kapal perang Indonesia di Natuna, bahwa dia meminta militer Indonesia menjaga Natuna sebagai bagian dari kedaulatan Indonesia. Pesan itu ramai diperbincangkan publik di media sosial. ”Saya pikir itu adalah masalah besar,” kata Evan Laksmana, dari Pusat Studi Strategis dan Internasional di Jakarta, mengomentari kunjungan Jokowi ke Natuna, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (24/6/2016). ”Hanya karena kami berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan China, tidak berarti Indonesia bersedia untuk menjual perairan. Itulah keseimbangan Jokowi. Itu perlu dibuat jelas bahwa pulau-pulau dan perairan sekitarnya adalah milik kita,” katanya. (mas) Sumber: sindonews 

Israel kembali serang Gaza pada tengah malam

Pesawat tempur Israel pada Minggu malam melancarkan serangkaian serangan udara terhadap posisi gerilyawan di bagian utara Jalur Gaza “sebagai tanggapan atas serangan roket sebelumnya” dari daerah itu ke dalam wilayah Israel Utara.



Aksi ini merupakan aksi balasan atas tindakan pasukan milisi Palestina yang dikabarkan berafiliasi dengan ISIS menyerang kawasan Israel.

Beberapa sumber keamanan mengatakan tank Israel yang ditempatkan di perbatasan antara bagian utara Jalur Gaza dan Israel juga menembakkan sembilan bom ke daerah pertanian di Kota Kecil Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza, tapi tak ada orang yang cedera.

Beberapa saksi mata mengatakan jet tempur dan pesawat tanpa awak milik Israel terbang di atas wilayah itu dan melancarkan 15 serangan udara berturut-turut terhadap pos dan intalasi milik Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), Jihad Islam dan Front Rakyat (PFLP) –yang berhaluan kiri.

Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, mengatakan dua warga sipil cedera dalam serangan Israel terhadap bagian utara Jalur Gaza tersebut, demikian laporan Xinhua, Senin pagi. Ditambahkannya, mereka dibawa ke satu rumah sakit untuk diobati.

Beberapa sumber keamanan mengatakan sejak Sabtu sore, militer Israel telah melancarkan 46 pemboman dan serangan udara terhadap bagian utara Jalur Gaza “sebagai reaksi atas penembakan roket sebelumnya ke dalam wilayah Israel”.

Pada Minggu pagi, beberapa gerilyawan yang tak dikenal menembakkan empat roket dari bagian utara Jalur Gaza ke dalam Kota Kecil Sderout di wilayah Israel Selatan. Satu roket merusak dua rumah di kota kecil tersebut, tapi tak ada laporan mengenai korban cedera.

Satu kelompok milisi, yang berafiliasi kepada kaum Salafi dan memiliki logo yang sama dengan ISIS, dalam satu pernyataan mengaku bertanggung-jawab atas penembakan empat roket ke dalam wilayah Israel. JakartaGreater

Jaga Kedaulatan, Bank Indonesia dan TNI AL Edarkan Rupiah di Pulau Terluar

Bank Indonesia (BI) melepas pelayaran kapal TNI AL KRI Beladau di Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Sabtu (13/8/2016). Kapal tersebut akan mengedarkan uang kas rupiah ke 5 pulau di Provinsi Kepulauan Riau.



"Kerjasama ini adalah komitmen menjaga kedaulatan Indonesia," ujar Deputi Gubernur BI Erwin Riyanto saat memberikan sambutan pelepasan KRI Beladau.

Sebagai negara maritim dengan jumlah 17.000 pulau, kedaulatan Indonesia sudah seharusnya dijaga hingga pulau-pulau terluar dan terpencil. Namun kenyataannya, transaksi ekonomi masih dilakukan dengan rupiah yang lusuh, rusak, dan tidak layak edar. Bahkan, masih ada masyarakat di sebagian kecil daerah perbatasan yang masih melakukan transaksi ekonomi dengan mata uang asing.

Atas dasar itulah BI menggandeng TNI AL untuk melayani penyediaan yang kas di pulau-pulau terluar dan terpencil sejak 2011.

Masyarakat bisa menukarkan pecahan uang rupiah yang sudah lusuh atau rusak dengan uang baru yang layak edar tanpa dipungut biaya apapun.

Sementara itu, Palaksa Lanal Batam Letkol Laut Jatiar Sinaga menilai program layanan kas ke pulau-pulau terluar dan terpencil memiliki makna yang penting bagi kepentingan nasional. Menurut ia, kebijakan hasil kerjasama BI dan TNI AL itu berkontribusi menjaga kedaulatan Indonesia melalui penggunaan rupiah di pulau terluar dan terpencil.

"Ini memilki makna yang penting untuk kepentingan nasional ikut menjaga kedaulatan," kata Jatiar.

Setelah dilepas, KRI Beladau akan langsung berlayar selama 8 hari mulai 13-20 Agustus 2016. Rencananya, kapal tersebut akan bersandar di 5 pulau terluar yakni Pulau Jemaja, Tarempa, Sakatung, Ranai, dan Subi. Sumber: Kompas.com
Diberdayakan oleh Blogger.