defersite

Senjata Sangar Bikinan Tanfoglio, Perusahaan Alutsista Indonesia yang Tak Kalah Edan dari Pindad

Selama ini kita hanya mengenal Pindad sebagai produsen alutsista dalam negeri. Padahal masih ada satu lagi yang juga tak kalah hebatnya. Ya, namanya adalah Tanfoglio atau lengkapnya Tanfoglio Indonesia Jaya. Perusahaan satu ini bisa dibilang sangat greget. Pasalnya, mereka lah sedikit dari produsen alutsista swasta di Indonesia.

Tanfoglio sendiri bukanlah pemain baru. Brand ini berkembang di Italia kemudian masuk ke Indonesia. Di sini kemudian perusahaan itu berkembang dan kena sentuhan dalam negeri. Bukti nyatanya adalah deretan senjata-senjata buatan mereka yang disemati nama ala Indonesia. Soal produk, senjata bikinan Tanfoglio juga tak kalah gila dari buatan Pindad.

Satu lagi yang gila dari Tanfoglio adalah senjata mesinnya yang bernama Eli Gun. Mungkin sekilas sama seperti machine gun kebanyakan, tapi yang satu ini benar-benar gila. Salah satunya adalah kemampuannya melontarkan sekitar 3400 peluru dalam semenit.

Tak hanya itu, Eli Gun juga dibekali dengan berbagai perlengkapan gila. Mulai dari feed system yang lebih baru, sampai compability yang lebih luas. Untuk senjata yang macam begini di Indonesia yang buat hanya Tanfoglio saja. Pindad belum memilikinya.





Berikut spesifikasi Eli Gun :

Kaliber : 7,62 x 51 mm
Panjang keseluruhan : 96,5 cm (38 inci)
Panjang laras : 59,7 cm (23,5 inci)
Tinggi : 28,5 cm (11,2 inci)
Lebar : 34 cm (13,4 inci)
Berat : 19,5 kg (43 pon)
Berat total sistem : 30,9 kg (68 pon)
Sistem pengisian : Sabuk amunisi 7,62mm
Barrel rate of twist : 1: 10
Mode tembak : Hanya full auto

Kecepatan tembak : Ideal 3400 ppm, kisaran 3000-4000 peluru per menit
Kecepatan akselerasi : 0,5 detik
Kecepatan deselerasi : 0,4 detik
Daya yang dibutuhkan : DC AT 38 AMPS 24 volt
Operasi : Kekuatan listrik dari luar (eksternal)
Umur laras : Lebih dari 200.000 tembakan
Umur sistem : Sekitar 1.700.000 tembakan
Kekuatan tolak balik : 3000 ppm-200 pon, 3200 ppm-235 pon, 4000 ppm-235 pon
Harga : Berkisar USD 150.000-USD 300.000


Dari spesifikasi yang diberikan, bisa jadi minigun ini menjadi saingan M134 Minigun buatan AS. Mari kita lihat spesifikasi M134 Minigun:




Berat : 39 kg, 19 kg versi ringan
Panjang : 801,6 cm
Panjang laras : 558,8 cm
Cartridge : 7,62x51mm NATO
Kecepatan tembak : 2000-6000 ppm
Kecepatan tembak : 853 m/s
Jangkauan maksimum : 1000 meter

Dari perbandingan spesifikasi antara Eli Gun dan M134 Minigun, dapat dilihat keduanya sangat bersaing. Namun apa daya, TNI justru memilih untuk membeli 20 buah M134 minigun dibanding Eli Gun. Malah, beberapa negara Timur Tengah sudah memesan sampai 200 pucuk total yang dibeli. Ironis, bukan?

Semua kembali kepada pemangku jabatan, kenapa lebih memilih senjata buatan luar negeri dibanding di dalam negeri. Tetapi, jika M134 dibeli untuk keperluan reverse-engineering (dibongkar dan dipelajari) saya rasa itu hal yang lumrah.(*)


Sumber:http://alutsista.xyz/senapan-mesin-minigun-buatan-indonesia-tidak-kalah-hebat-dengan-buatan-asing/

KASAL: Asing Jangan Ganggu Nelayan Indonesia

Tanjung Pinang – 64 unit KRI mengamankan perairan di wilayah barat Indonesia sehingga nelayan lokal tidak perlu merasa tidak dilindungi dari ancaman nelayan asing. “Perairan Kepri ini salah satu yang diamankan. Selama ini aman-aman saja,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di Tanjungpinang, Batam, Senin (25/5).



Ade Supandi yang pernah menjabat komandan Guskamlabar itu menjelaskan, TNI AL memiliki kapal cepat untuk mengamankan perairan di Kepri maupun perairan di wilayah barat Indonesia lainnya. Kapal cepat itu dipergunakan untuk merespons laporan bila ada ancaman atau gangguan dari pihak-pihak tertentu maupun dari pihak asing.

“Jadi kalau ditemukan pelanggaran di perairan, kami langsung dapat merespons segera,” ujar mantan kepala staf umum TNI tersebut.

Nelayan tidak perlu merasa takut dengan adanya gangguan dari nelayan asing. Jika nelayan asing mengganggu nelayan lokal, TNI AL berada di depan untuk mengejar dan menangkap nelayan asing tersebut. “Kalau ada nelayan kita yang diuber-uber pihak asing, kita akan uber kembali mereka, sampai dapat,” katanya seusai melakukan pertemuan singkat dengan Gubernur Kepri HM Sani.

Namun, Ade mengingatkan, nelayan untuk tidak memasuki wilayah negara tetangga. Nelayan hanya diperbolehkan menangkap ikan di wilayah Indonesia. Nelayan juga tidak diperbolehkan menggunakan pukat harimau saat menangkap ikan. “Nelayan harus mengantungi izin sebelum menangkap ikan,” ujarnya.

Sumber: Republika.co.id

TNI AL Sering Temukan Kapal Nelayan Asing di Perairan Nunukan

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Kabupaten Nunukan, Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, mengatakan bahwa pihaknya sering menemukan kapal asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.



“Kami masih sering menemukan kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia di ambang batas laut antara Malaysia-Indonesia dan Filipina selama ini,” kata Letkol Laut (P) Hreesang, Sabtu (18/06).

Danlanal mengatakan bahwa pihaknya sering memberikan toleransi kepada nelayan asing apabila beralasan tidak mengetahui telah memasuki wilayah perairan Indonesia akibat terbawa ombak, apalagi memang melakukan aktivitas pada malam hari.

“Kita tetap toleransi bagi nelayan asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia karena alasan teknis atau terbawa arus sehingga dianggap bukan sengaja memasuki wilayah kita (Indonesia),” ujar Letkol Laut (P) Hreesang.

Danlanal menjelaskan bahwa keberadaan kapal asing, khususnya kapal berbendera Malaysia, di perairan Indonesia masih dalam kondisi wajar karena tidak mengetahui batas perairan negara. Pihaknya hanya melakukan pengusiran agar meninggalkan wilayah perairan Indonesia setelah memberikan pemahaman bahwa telah melakukan pelanggaran batas wilayah.

Namun begitu, Letkol Laut (P) Hreesang menegaskan bahwa Lanal Kabupaten Nunukan tetap waspada setiap saat agar tidak kecolongan terhadap masuknya kapal-kapal asing yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.

Sumber: Antara

Gawat..!! Drone Target Banshee Milik Asing Jatuh di Kepulauan Riau. Sebarkan..!!

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Henri Alfiandi, mengatakan bahwa pesawat tanpa awak yang ditemukan di laut Kepulauan Riau, Kamis (31/03) sore kemarin, bukanlah milik TNI AU. Ia pun menjelaskan bahwa jika dilihat dari gambarnya, pesawat itu merupakan Drone Target.



Drone Target biasanya digunakan sebagai eksperimen untuk latihan menembak target sasaran (pesawat). Menurut Marsma Henri, drone itu mungkin gagal kembali, hingga akhirnya jatuh ke laut.Drone Target itu merupakan produk buatan Meggitt Defence Systems, satu perusahaan asal Inggris yang mengembangkan produk aviasi untuk keperluan pertahanan. Drone Target Banshee itu memiliki kecepatan maksimum 200 knot dan diluncurkan dengan menggunakan katapel dari dek kapal. Drone Target dapat digunakan berkali-kali dengan jangka waktu penggunaan hingga 25 tahun.Meggitt Banshee merupakan satu sistem target yang menyediakan simulasi penembakan untuk pelatihan senjata pertahanan udara, baik dari darat maupun dari laut.Pesawat tanpa awak yang ditemukan nelayan di perairan Kepulauan Riau pada bulan November 2012. (Noor Kanwa/Batam Pos/JPNN)

Brunei Darussalam dan Malaysia adalah negara pengguna Drone Target di Asia Tenggara. Brunei sudah menggunakan Drone Target Banshee sejak tahun 1987 dan menambahnya pada tahun 2010. Sedangkan Malaysia, sudah menandatangani kontrak dengan Meggitt Defence Systems pada tahun 2012, untuk pengadaan Drone Target Banshee selama lima tahun.

Walau fungsi utama Banshee adalah drone, namun Indonesia harus tetap waspada. Alasannya, Meggitt ternyata mengembangkan Banshee dengan kemampuan tambahan jika diperlukan. Kemampuan itu meliputi angkut chaff & flare, penjejak infra merah untuk mengarahkan rudal, serta kamera untuk pencitraan. Banshee mampu melakukan operasi militer terbatas.
GoRiau.com

TOP! Prajurit TNI Hijaukan Lahan Tandus di Afrika

SUDAN - Kiprah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-02 dibawah pimpinan Letkol Inf. Singgih Pambudi Arinto terus mengharumkan nama Indonesia. Kali ini, selain melaksanakan kegiatan rutin untuk menjaga keamanan dalam misi pemeliharaan perdamaian di wilayah Sektor Barat Darfur, Sudan, Benua Afrika, Prajurit TNI juga melakukan penghijauan. Para prajurit menanam 200 pohon Azadirachta Indica di wilayah Supercamp, El Geneina, Darfur Barat, Sudan.



Acara penanaman pohon Azadirachta Indica yang diselenggarakan oleh WEPU (Water and Environment Protection Unit) ini melibatkan gabungan personel dari Sipil, Militer dan Kepolisian dari masing-masing TCC (Troops Contributing Country) yang ada di wilayah Supercamp, El Geneina, Darfur Barat.

Azadirachta Indica (Nimba) merupakan jenis tanaman yang berasal dari India yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia dan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai anti mikroorganisme, anti virus, obat demam, obat gangguan pencernaan dan lain-lain.

Chief of WEPU Mr. Kidjo sebagai pimpinan acara dalam kegiatan ini menyampaikan, penghijauan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan sehat terutama di lingkungan Supercamp. Kedepannya program ini akan disosialisasikan kepada masyarakat lokal yang ada di sekitar Darfur.

"Kita awali gerakan penghijauan ini di wilayah Supercamp dan semoga kedepannya kegiatan ini dapat ditiru dan diikuti oleh masyarakat lokal di luar sana (Supercamp), guna terciptanya lingkungan yang asri dan sehat,” ujar Mr. Kidjo seperti dilansir dalam siaran pers Perwira Penerangan Konga XXXV-B/Unamid, Lettu Cku Mahardika A. Nugroho diterima di Jakarta, Selasa (14/6).

Pada kesempatan itu, Mr. Kidjo mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh personel yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, terutama kepada Prajurit TNI Satgas Indobatt-02.

Dalam kesempatan tersebut, Mr. Kidjo memberikan secara langsung 100 bibit pohon Azadirachta Indica kepada Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid dan diterima oleh Lettu Czi Arifian Wahyu Irfandi sebagai perwakilan. Rencananya, bibit pohon tersebut akan ditanam di dalam Markas Indobatt Supercamp, El Geneina, Darfur Barat-Sudan.(Sumber:fri/jpnn)

Vietnam akan Beli Tiga Pesawat Militer Produksi Indonesia

JAKARTA -- Pemerintah Republik Sosialis Vietnam akan membeli tiga unit pesawat jenis CN-295 dari PT Dirgantara Indonesia.



Kerjasama pembelian alat utama sistem persenjatan (alutsista) tersebut dibahas saat Menteri Keamanan Publik Republik Sosialis Vietnam To Lam mengunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jumat (10/6).

Deputi Wapres bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan, Dewi Fortuna Anwar, mengatakan bahwa Vietnam telah menandatangani kontrak kerjasama pembelian alutsista sejak 2013 lalu. Vietnam memesan tiga pesawat jenis CN 295.

"Saat ini PT Dirgantara Indonesia tengah menyiapkan mekanisme pembiayaan lewat bank," kata Dewi.

Pesawat CN-295 sendiri merupakan pesawat militer yang bisa difungsikan sebagai pesawat untuk penerbangan sipil. Pesawat tersebut tercatat sebagai alutsista teranyar yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

Saat ini Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara pengimpor alutsista terbesar di Asean. Pasar terbesar Indonesia yakni Cina. Sumber: Republika.co.id

TNI Dapat Sumbangan Puluhan Ribu Meter Kubik Keramik untuk Rumah Prajurit

PT Arwana Citramulia menyumbangkan 35.000 meter kubik keramik kepada TNI.

Acara penyerahan sumbangan tersebut digelar secara simbolis di Ruang Hening, Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2016).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tandean Rustandy atas sumbangan itu.



Panglima mengatakan, keramik-keramik itu akan didistribusikan ke para personel di TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

"Kami harus bersyukur berarti kesejahteran prajurit lebih meningkat. Tapi saya yakin masih ada beberapa tempat lagi yang belum tersentuh, segera saya distribusikan," ujar Gatot dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Sumbangan ini bertujuan untuk pembinaan kesatuan, teritorial dan kesejahteraan prajurit serta PNS TNI.

"Semoga dengan bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para prajurit dan para PNS TNI," lanjut Gatot.

Direktur Utama perusahaan penyumbang, Tandean Rustandy mengaku bangga dapat menyumbang keramik.

Ia berharap keramik itu dapat digunakan untuk rumah-rumah para personel TNI dan PNS TNI.

Rustandy juga mengatakan, sumbangan semacam ini sebenarnya bisa juga dilakukan oleh yang lainnya, meskipun kondisi ekonomi sedang melemah.

"Semua bisa kita lakukan, dalam kondisi baik ataupun sedang buruk. Yang penting kami tetap komitmen melakukan hal ini," ujar dia.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Bayu Galih
Sumber: Kompas.com

Prajurit TNI di Sudan berhasil selamatkan aset PBB dari pencurian

Prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Sudan,berhasil mengharumkan nama Indonesia. Mereka mendapatkan Piagam Penghargaan dari Komandan Sektor Barat Unamid-Darfur, karena berhasil menggagalkan upaya pencurian terhadap aset UN (United Nations) di Super Camp, El Geneina, Darfur Barat.



Pemberian Piagam Penghargaan kepada Prajurit TNI dalam hal ini Tim QFR (Quick Reaction Force) Satgas Indobatt, diberikan secara langsung oleh Komandan Sektor Barat Unamid Brigjen Edouard Mbengue.

Aksi penggagalan percobaan pencurian terhadap aset UN (United Nations) terjadi pada Rabu dini hari, tanggal 1 Juni 2016 pukul 01.00 dini hari. Mayor Inf Ragil Jaka Utama selaku Kasiops Satgas mendapat laporan dari personel jaga OP 09 dan OP 10 tentang adanya dua orang warga sipil yang mengendap-ngendap berusaha mendekat ke pagar pengaman pembatas Super Camp.

Setelah mendapat laporan, Kasiops Satgas segera menyiapkan satu Tim QRF (Quick Reaction Force) untuk melakukan penyergapan guna menangkap dua pencuri yang diduga akan melakukan pencurian kawat berduri (concertina).

Pada pukul 03.00 local time, Tim QRF berhasil menangkap dua orang itu kemudian menyerahkannya kepada GoS Police (Goverment of Sudan Police) dengan didampingi oleh Chief UNDSS (The United Nations Department of Safety and Security) untuk penanganan lebih lanjut.

"Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian (Prajurit TNI Satgas Indobatt) yang berhasil menggagalkan upaya pencurian, dan saya akui kalian sangat professional," ujar Komandan Sektor Barat Unamid Brigjen Edouard Mbengue.

Komandan Satgas Indobatt-02 Konga XXXV-B/Unamid Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto menyatakan rasa bangganya kepada seluruh Prajurit TNI Satgas Indobatt, khususnya Tim QRF yang telah berhasil menggagalkan dan menangkap dua orang yang berupaya melakukan pencurian terhadap aset UN.

Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers di Darfur, Sudan, beranggotakan 800 personel, terdiri dari 650 personel TNI AD, 100 personel TNI AL dan 50 personel TNI AU.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Pasukan Indonesia ditempatkan di dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 (tiga) Kompi Senapan yang berada di Super Camp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 (satu) Kompi Senapan berdiri sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Super Camp El Geneina.

Sumber: Merdeka.com

Mengejutkan Dunia. Inilah Pasukan Khusus Indonesia yang Lebih Hebat dari SWAT

Kita boleh kagum pada SWAT, pasukan elit asla Amerika yang tersohor. Seragam Hitam, senapan M16 di pundak, helm serta kacamata hitam pekat, dan rompi anti peluru berlabel SWAT. Tak disangkal penampilan pasukan khusus milik Amerika ini memang sangat memukau. Tak hanya soal penampilan serta peralatan mematikan, kiprah mereka juga benar-benar hebat dan mungkin sudah ratusan misi berhasil dilakukan dengan gemilang. Sehingga tak heran jika SWAT ini pun jadi contoh untuk diimplementasikan di negara-negara lain.

Perlu diketahui adalah Indonesia juga punya satuan yang tak kalah mematikan dari kebanggaan Amerika itu. Bernama Brimob, ini adalah korps andalan pemerintah yang juga tak kalah gahar dilihat dari sisi mana pun. Pamor Brimob bahkan sangat melegenda dengan berbagai konflik yang berhasil diredam oleh para pasukan spesial ini dengan sempurna.
Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua.

Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.
Nah, jika dibuat semacam perbandingan antara Brimob dan SWAT, manakah yang lebih unggul? Kita bisa membusungkan dada karena Brimob tak kalah hebat dari pasukan khusus Amerika tersebut. Berikut adalah fakta-faktanya.

1. Kualifikasi Brimob Sama Ketatnya Dengan SWAT

Brimob adalah pasukan khusus, sama seperti detasemen militer khusus yang dimiliki TNI seperti Paskhas dan sebagainya. Jadi, artinya hanya yang benar-benar kompeten serta lolos kualifikasi saja yang bisa masuk ke dalam pasukan ini dan menjadi anggota. Proses rekrutmennya sendiri bisa dibilang lebih ganas jika dibandingkan awal masuk kepolisian.latihan-brimobBrimob sendiri memang harus punya kemampuan lebih karena tugas mereka sangat vital. Terutama dalam mengamankan kota, tokoh-tokoh penting, sampai menahan huru-hara. Ada begitu banyak proses yang harus dilalui termasuk ditempa oleh para pasukan elite, hingga akhirnya bisa menyandang baret biru kebanggaan Brimob.

2. Misi Brimob Tak Kalah Mencekam
Dalam sejarah perjuangan Indonesia, Brimob sudah melakukan banyak sekali misi-misi berbahaya. Misalnya saja Pertempuran 10 November 1945 ketika itu korps ini masih bernama Pasukan Polisi Istimewa. Brimob juga pernah ditugaskan menumpas separatis yang mengancam stabilitas negara, misalnya Andi Aziz, DI/TII, RMS, dan juga PRRI.latihan-tempur-brimobBrimob juga yang pernah bikin Malaysia ketar-ketir pada konflik 1963. Korps ini juga terlibat penuh dalam pergolakan di Timor Timur pada tahun 1975. Pasukan militer Indonesia memang berjasa besar, tapi Brimob juga punya kiprahnya sendiri yang tak kalah penting bagi Indonesia.


3. Brimob Dibekali Dengan Persenjataan Modern
Sebagai pasukan istimewa, maka sudah bukan hal yang mengherankan lagi kalau Brimob punya senjata yang mematikan pula. Ada berbagai senjata taktis yang selalu dipakai oleh korps satu ini. Misalnya saja M4 buatan Amerika. Senapan ini hampir sama seperti M16 namun punya kelebihannya sendiri. Misalnya tak perlu mekanisme susah ketika memasukkan bracket peluru dan juga tahan panas. Dikatakan pula jika senjata ini lebih nyaman digunakan dari yang lainnya.senjata-brimobSS1 juga merupakan senjata andalan Brimob ketika bertugas. Senapan ini konon mampu menembak akurat dalam jarak ratusan meter. Kontruksinya sendiri juga kokoh dan bisa digunakan di banyak medan. Yang bikin bangga, SS1 adalah senjata yang dibuat oleh Pindad. Meskipun lokal, kemampuan SS1 sangat diakui dunia. Tak hanya dua senjata mematikan ini, Brimob juga kadang menggunakan AK101 yang merupakan generasi berikutnya dari sang legenda AK47.

4. Brimob Punya Keahlian Kompleks yang Jarang Dimiliki

Ungkapan populer mengatakan jika senjata bagus takkan pernah bisa mematikan jika pemegangnya tidak mendukung. Hal ini memang benar adanya. Sebagus apa pun sebuah senjata harus diimbangi oleh skill pemakainya yang handal. Dalam hal ini, Brimob sudah memenuhi syarat tersebut.aksi-brimobSeperti yang dijelaskan sebelumnya, kualifikasi Brimob berbeda dari polisi biasa. Mereka ditempa sedemikian rupa untuk menghadapi misi yang lebih besar. Tugas Brimob sendiri adalah antiteror, sehingga mereka dibekali kemampuan khusus yang sangat beragam. Mulai penyelamatan sandera, menjinakkan bom, mengatasi huru-hara, mengepung perampokan, serta masalah-masalah yang dekat hubungannya dengan masyarakat. Brimob bahkan konon memiliki kemampuan Raider TNI yang mematikan itu. Hanya saja keduanya berada di ranah yang berbeda Tak perlu mengagumi SWAT berlebihan kalau kita punya tandingan yang tak kalah hebat seperti Brimob. Harapannya, semoga detasemen satu ini makin meningkatkan kemampuan mereka sehingga bisa mampu mengatasi kejahatan dan terorisme dengan lebih sempurna lagi. Makin berkualitas maka jaminan aman sudah pasti besar pula.
sumber: (liputan co id, wikipedia)

Pasukan Elit Terbaik di Dunia "DENJAKA", Tetap Ibadah Puasa Bikin US Marine Terpana

Dalam Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2014 yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Agustus 2014, Marinir TNI AL menjadi kontingen Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, mereka kembali menorehkan tinta emas. Dua anggota Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), sebuah Datasemen pasukan khusus TNI AL, telah menerima label Godzilla sebagai penghargaan bagi peserta tertangguh selama pelatihan.



“Justru aneh jika kita tidak menjadi yang terbaik dalam pelatihan ini. Karena setiap pelatihan seperti ini kita selalu menjadi yang terbaik,” ujar Serka (Mar) Riyanto Pane, salah seorang penerima penghargaan tersebut.

Selain Pane, penerima lainnya ialah Kopda (Mar) Subiyanto. Keduanya membuktikan bahwa kemampuan Denjaka memang berada di atas kemampuan tentara angkatan laut negara lain peserta Rimpac 2014.

“Keunggulan tentara kita itu tidak pernah mengenal kata menyerah. Mungkin karena kita memiliki pepatah lama bahwa tidak ada rotan, akar pun jadi. Ini bisa negatif, juga bisa positif maknanya. Dan kita tidak pernah ketergantungan oleh satu alat. Contoh, ketika latihan menembak di sana, walaupun dengan menggunakan alat seadanya, ya kita jauh lebih unggul dibandingkan mereka yang sudah pakai alat canggih sekalipun, tetap mereka masih lewat dengan kami,” ujar Pane saat ditemui JMOL di Bumi Marinir Cilandak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, TNI sudah terbiasa dengan hal-hal yang serba kekurangan. Hikmahnya, secara kemampuan, jauh lebih unggul.

Sementara itu, Kopda (Mar) Subiyanto menambahkan, “Memang kalau secara peralatan, kita jauh tertinggal, tetapi kemampuan kita bisa sejajar, bahkan lebih dari mereka.”

Kedua pria yang sebelumnya berasal dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) ini mengakui dengan rendah hati bahwa porsi latihan di sana tidak ada yang lebih dari porsi latihan di sini.

“Dari sekian banyak porsi latihan yang diberikan oleh instruktur pada dasarnya sama saja, hanya namanya saja yang beda (menggunakan bahasa Inggris—red). Di sini pun kami juga sudah mendapat latihan seperti itu, bahkan sudah lebih jauh,” ujar Subiyanto.

Tetapi, mereka berdua mengakui bahwa pelatihan ini sangatlah berkesan dan istimewa, terutama dalam hal persahabatan antarbangsa dan antarnegara.

“Jadi, pada intinya, tidak ada yang baru dalam porsi latihan dan kemampuan, akan tetapi manfaat yang sangat berharga dalam latihan Rimpac ini adalah bagaimana kita menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Jadi, maksud dari atasan-atasan kami mengirim kami ke sana agar mampu menyamakan persepsi dan mempererat hubungan antarnegara tadi. Dan saya katakan bahwa pelatihan ini sangat istimewa, karena kami bisa bersahabat dengan tentara dari negara lain,” tutur Pane.

Tetap Beribadah Puasa

Yang menarik dalam pelatihan Rimpac 2014 lalu dilaksanakan dalam nuansa bulan puasa bagi yang beragama Islam. Sehingga bagi yang menjalankan ibadah puasa akan menjadi kendala selama pelatihan.

Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi anggota Denjaka. Mereka tetap dengan semangat mengikuti porsi latihan dan menjadi panutan bagi tentara negara lain.

“Ini yang mereka heran, terutama US Marine. Mereka kalau latihan pasti bawa minum satu orang botol besar. Mereka sangat kaget melihat kita yang berpuasa tetapi tetap menjalankan porsi latihan yang sama,” ungkap Pane dengan penuh semangat.

Karena kemampuan dan ketangguhannya, Marinir Indonesia kerap mendapat pujian dan rasa kagum dari tentara negara lain. Ini pun diakui saat berakhirnya pelatihan, tenda Marinir Indonesia banyak dikunjungi kontingen negara lain.

“Yang pasti mereka sangat kagum dengan kita. Terlihat saat berakhirnya pelatihan, tenda Indonesia paling banyak dikunjungi oleh kontingen dari negara lain,” kenang Pane.

Pelatihan Rimpac 2014 diikuti 23 negara, dan untuk Marinir, dipusatkan di Kaniohe Bay (Marine Corps Base Hawaii).

Sumbber: Jurnal Maritim
Fb: Kang Bebe
Diberdayakan oleh Blogger.