defersite

Kapuspen TNI: Pria yang Diduga Santoso Tewas Ditembak Prajurit Raider Kostrad

Dugaan pria yang tewas tertembak tim Satgas Tinombala adalah Santoso semakin menguat. Kapuspen TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menyebut bahwa pria diduga Santoso tewas setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang juga tergabung di Satgas Tinombala.




"Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kontak tembak dari satuan tugas batalio Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan pengejaran Santoso," kata Mayjen Tatang saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/7/2016).

Tatang membenarkan, baku tembak terjadi sekitar pukul 17.00 WIT. Ada lima orang yang terlibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, dua orang di antaranya tewas. Salah satunya diduga Santoso.

"Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mempunyai tahi lalat yang cirinya dicurigai mirip Santoso," jelas Tatang.

Saat ini, tim masih melakukan evakuasi, karena lokasi penembakan yang jauh, sekitar 60 Km dari Poso, tepatnya berada di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng. Tim akan langsung membawa dua jenazah itu ke RS Bhayangkara di Poso untuk diidentifikasi.

"Saat ini terakhir informasi yang saya dapat, masih dilakukan evakuai dari TKP, dengan satu pucuk M16. Informasi selanjutnya kita tunggu penjelasan dari pihak polisi," tutur Tatang.

Satgas Tinombala merupakan tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di hutan Poso. Tim ini merupakan gabungan dari prajurit TNI dan Polisi yang jumlah totalnya lebih dari 3.000 orang. Selama ini, kerjasama TNI dan Polisi yang tergabung dalam Satgas Tinombala cukup efektif menyulitkan pergerakan kelompok Santoso. Sudah banyak anggota kelompok Santoso yang berhasil ditangkap oleh tim Satgas Tinombala.
(Hbb/fdn) Sumber: Detik.com

Saat TNI dan Petani Berdampingan Membajak Sawah

JEMBER - Masih jatuhnya hujan membuat sebagian besar petani di Jember tertarik untuk menanami sawahnya dengan komoditas padi sepanjang tahun ini. Demikian halnya kelompok tani “Tani Mulyo” Dusun Ledok Desa Sidomukti Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember yang memulai membajak sawah di areal seluas 33 hektare.



PPL Didik dan Babinsa Desa Sidomukti, Serka Sapto saat mendampingi petani guna percepatan pengolahan lahan dan persiapan penanaman padi yang ditandai dengan pembajakan lahan dan penyiapan bibit padi di lahan milik Dasuki. Bagi, petani, menanam padi jauh lebih menguntungkan dibanding menanam tanaman komoditas lain.

''Berkali-kali sudah diimbau untuk diselingi dengan tanaman palawija agar unsur hara tanahnya dapat terpelihara dan lain-lain tetapi belum bisa merubah kemauan para petani," ujarnya seperti dikutip siaran pers Kodim Jember, Ahad (17/7).

Imbauan itu disampaikan mengingat hampir sepanjang hari ada yang panen namun ada pula yang tanam. Hal ini sudah berjalan selama bertahun-tahun dan sudah membudaya sehingga sulit untuk diubah. Namun tidak masalah selama ini produksinya relatif cukup baik, dan untungnya lagi relatif tidak ada hama yang menyerang.

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P saat kami konfirmasi menyampaikan terima kasihnya kepada unsur terkait dan jajarannya yang aktif turun ke sawah untuk melaksanakan pendampingan kepada petani. "Saya memang sudah atensikan kepada jajaran untuk lebih fokus lagi untuk pencapaian target serapan gabah produksi tahun 2016 ini sekitar 1.060.000 ton setara gabah," ujarnya.
 Sumber: Republika.co.id


Badan Intelijen Strategis TNI: Pokemon GO Miliki Dampak Negatif Terhadap Keamanan NKRI

Anda suka bermain Pokemon Go? Di mata Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, ada ancaman terhadap negara yang muncul dalam game yang sudah menjadi viral ini, termasuk penyadapan informasi mengingat penggunaan data-data dari geo positioning system (GPS).



Ada dampak negatif yang ditimbulkan permainan ini terhadap keamanan negara, yaitu penyadapan dan pengumpulan data lokasi strategis badan keamanan suatu negara. Menurut Satuan Cyber Bais TNI, Pokemon Go serupa dengan sistem pengumpulan data lokasi yang biasa dilakukan oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) dan Central Intelligence Agency (CIA) di sosial media Facebook.

Pola penyadapan informasi berupa data lokasi yang dilakukan oleh permainan Pokemon Go ini terjadi dengan cara menyediakan pokemon langka atau pokemon legenda. Jenis pokemon ini hanya bisa didapatkan di sejumlah tempat strategis pemerintahan, seperti Istana Negara, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan serta Lembaga/Kementerian strategis lainnya pada waktu malam hari untuk diburu oleh seluruh Pokemaster.

Selanjutnya, Pokemaster yang memburu pokemon ke sejumlah tempat strategis pemerintahan itu secara tidak langsung juga akan membantu pihak asing untuk mengumpulkan informasi. Hal ini termasuk data lokasi wilayah penting yang selama ini sulit ditembus oleh negara manapun.

Pola pengumpulan data wilayah yang dilakukan Pokemon Go ini hampir sama dengan pola yang dilakukan oleh Google untuk layanan Google Maps atau Google Earth menggunakan kamera Google yang berkeliling ke seluruh wilayah atauStreet Maping. Mobil Google yang berkeliling ini mengumpulkan informasi berupa nama jalan, nama gedung, dan lokasi lainnya untuk digunakan pada layanan Google Maps atau Google Earth.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr Tina Afiatin, permainan Pokemon Go ini adalah perangkat jenis baru yang dimiliki oleh intelijen negara asing untuk merekonsiliasi data citra fisik valid. Hal ini sekaligus memetakan setiap sudut wilayah negara di mana para user mengaktifkannya dan berbentuk game yang terbalut teknologiinterconnecting geospasial.

“Coba bayangkan jika seluruh pejabat, tentara, polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game ini diwilayah kerja masing-masing. Berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses,” tuturnya.

Amerika Serikat juga sempat menjalankan sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan melalui eksploitasi dan analisis pencitraan serta informasi geospasial. Salah satunya upaya saat memburu Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin atau Osama bin Laden di rumah persembunyiannya dengan menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis bumi atau yang disebut Geospatial Intelligence pada 2 Mei 2011.

Berkat Google Maps dan Google Earth, Amerika Serikat dapat mengikuti perjalanan Osama Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad hingga daerah terpencil di mana pun sebelum dibunuh di Pakistan. Saat itu, teknologi Google Earth hanya dapat melakukan mencitrakan dalam bentuk datar suatu wilayah melalui satelit.

Pengumpulan informasi dalam bentuk wilayah ini akan lebih sempurna dan faktual dengan menggunakan aplikasi game yang dapat mengumpulkan data fisik dalam bentuk 3D seperti yang ada pada fitur Pokemon Go.

Permainan buatan Nintendo tersebut memang tengah menjadi tren belakangan ini dan banyak dimainkan oleh anak muda di seluruh dunia. Pengguna Pokemon Go juga telah memberikan banyak keuntungan kepada perusahaan game asal Negeri Sakura itu. Berdasarkan data perusahaan analisis aplikasi mobile Think Gaming, Pokemon Go diperkirakan berhasil meraup keuntungan hingga US$1,6 juta per hari hanya di Amerika Serikat. (solo/mg) Sumber: Konfrontasi.com

Alhamdulillah, Panglima TNI Bolehkan Jilbab untuk Prajurit

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mempersilahkan anggota wanita TNI AD (Kowad) untuk mengenakan jilbab. “Jadi begini, jilbab itu bulan puasa jadi pada pakai. Kalau mau gunakan ya gunakan saja,” kata Gatot di Kantor Menkopolhukam, Jumat (1/7).



Gatot tak melarang jika jilbab itu digunakan oleh Kowad sebagai seragam tugasnya pascabulan ramadhan. Namun, Gatot tidak menyebut secara rinci mengenai aturannya. “Pakai, pakai saja. Gak ada yang ngelarang kan. Boleh, saya gak larang,” kata Gatot.

Jilbab di kalangan anggota wanita TNI merupakan yang pertama. Pada tahun lalu, saat Panglima TNI dijabat oleh Jenderal Moeldoko, TNI menyatakan telah mengakomodasi usul pemakaian jilbab bagi wanita TNI dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit. Tapi aturan penggunaan jilbab itu hanya diperuntukkan bagi wanita TNI yang bertugas di Aceh. "Aturannya sudah kita buat. Tak ada larangan. Kalau mau pakai jilbab, tinggal pindah ke Aceh. Selesai persoalan," kata Moeldoko waktu itu.

Sedangkan pada Mei 2015 lalu, Mabes Polri secara resmi mengakomodasi keinginan anggotanya maupun PNS yang bekerja di lingkungan Polri untuk berhijab. Kini para polwan sudah boleh mengenakan jilbab tanpa ada halangan lagi.

Dalam pengumuman yang terdapat dalam laman humas.polri.go.id aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor : 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri Nopol : SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.
Sumber: Republika.co.id

Satelit Mata-Mata AS Terdeteksi Di Atas Indonesia

Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu meluncurkan roket Delta IV dari Florida membawa satelit mata-mata. Menariknya, lokasi satelit mata-mata tersebut telah ditemukan oleh pelacak satelit amatir asal Australia.



Sesaat setelah peluncuran roket Delta IV, video peluncuran langsung diputus agar lokasi satelit mata-mata itu tetap jadi rahasia. Sayangnya, tiga hari setelah peluncuran, satelit mata-mata itu terdeteksi oleh Marco Langbroek, pelacak satelit asal Australia.

Dibantu dua temannya, Paul Camilleri dan Ted Molczan, Langbroek berhasil mendeteksi lokasi satelit mata-mata itu berada di atas Selat Malaka yang kemudian melintasi pulau Sumatera. Langbroek menambahkan bila satelit itu terlihat mengarah ke barat.

“Perkiraanku, satelit itu akan berhenti di garis bujur 80E (selatan Sri Lanka) atau 10E (di atas Afrika Tengah)," tulis Langbroek seperti dikutip Merdeka.

Dugaan sementara, satelit mata-mata tersebut berjenis 'Mentor' yang sering digunakan untuk mendengarkan sinyal radio. Satelit tersebut kemungkinan terkait dengan misi rahasia 'NROL-37' milik National Reconnaissance Office (NRO). NRO sendiri tercatat sebagai satu dari 16 badan intelijen AS. Namun Pihak NRO belum mengeluarkan keterangan resmi soal penemuan satelit itu oleh Langbroek.

 [Sumber: Siyasa/Tarbiyah.net] di http://www.tarbiyah.net/2016/06/satelit-mata-mata-as-terdeteksi-di-atas.html

KRI Irian, legenda kapal perang raksasa milik TNI AL

Armada China terus bikin ulah di laut Natuna. Mereka menghalang-halangi TNI AL yang hendak menangkap kapal China yang maling ikan di perairan Indonesia. Tindakan China ini sudah mengganggu kedaulatan Indonesia. 



Mengenang sejarah, dulu Presiden Soekarno benar-benar membangun kekuatan armada Angkatan Laut. Soekarno sadar betul Indonesia adalah negara kepulauan. Untuk menjaganya perlu Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang sangat tangguh. Tak ada yang berani macam-macam.

Di laut, Indonesia pernah memiliki armada laut terbesar akibat hubungan baik dengan Rusia. Bahkan periode 1960-an, Indonesia memiliki sebuah kapal perang terbesar di Asia dan belahan bumi bagian selatan. Namanya KRI Irian, dibeli dari Rusia tahun 1962.

KRI Irian sebelumnya bernama Ordzhonikidze atau Object 055. Nama kapal diambil dari nama Menteri Industri Berat era Stalin, Grigory 'Sergo' Ordzhonikidze). Kapal ini dibuat di Admiralty Yard, Leningrad. Peletakan lunas pertama dilakukan tanggal 9 Oktober 1949, diluncurkan tanggal 17 September 1950, dan pertama kali dioperasikan tanggal 30 Juni 1952 oleh Armada Baltik Uni Soviet.

Ordzhonikidze merupakan sebuah kapal penjelajah kelas Sverdlov (Project 68-bis). Panjangnya 210 meter dengan lebar 22 m. Bobot kapal mencapai 13.600 ton. Kapal ini termasuk canggih pada masanya.

Senjata utama dari KRI Irian adalah 4 buah turret/kubah, dimana setiap turret berisi 3 meriam kaliber 6 inchi. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inchi di geladaknya.

Selain itu, kapal dilengkapi 10 tabung torpedo antikapal selam kaliber 533 mm. 12 Kanon tipe 57 cal. B-38 kaliber 15.2 cm (6 di depan, 6 di belakang). 12 Buah kanon ganda tipe 56 cal. Model 1934 6 (twin) SM-5-1 kaliber 10 cm. Selain itu 32 buah kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm dan 4 buah triple gun Mk5-bis kaliber 20 mm (untuk keperluan antiserangan udara).

Indonesia membeli kapal ini saat persiapan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian Barat. Mungkin karena itu pula kapal akhirnya diberi nama Irian alias Ikut Republik Indonesia anti-Netherlands. Sebelumnya Rusia tidak pernah menjual kapal seberat dan sebesar ini. Terlihat bagaimana saat itu Rusia begitu mengistimewakan Indonesia. 

Baca: Ancaman di natuna begitu nyata.. kalau tidak ada kebijakan preventif, dimana harga diri kita sebagai bangsa.

Melihat dari persenjataan, kapal ini cukup tangguh untuk menghancurkan kapal-kapal perang Belanda yang berkeliaran di sekitar Arafuru.

Sebelum dibawa ke Indonesia, pihak Uni Soviet berusaha memodifikasi Ordzhonikidze agar bisa dioperasikan di perairan tropis yang bersuhu 40 derajat celcius. Tentu butuh modifikasi luar biasa karena kapal ini biasa beroperasi di perairan Baltik yang nyaris beku.

Tahun 1962, kapal tiba di Pelabuhan Surabaya. Karena kurang pengalaman, kapal berharga mahal itu langsung mengalami kerusakan. Suhu yang panas juga membuat sejumlah peralatan tidak bisa berfungsi optimal. Bulan Maret 1964, KRI Irian dikirim ke Vladivostok guna menjalani sejumlah perbaikan. Para teknisi di Pabrik Kapal Dalzavod kaget melihat kondisi Ordzhonikidze yang mengalami kerusakan cukup parah.

Bulan Agustus 1964, kapal selesai diperbaiki dan dipulangkan ke Surabaya. Namun hingga akhir konfrontasi dengan Belanda, KRI Irian tercatat tidak pernah berhadapan dengan kapal musuh.

Tahun 1965, angin politik berbalik. Soeharto yang menggantikan Soekarno kurang tertarik membangun kekuatan di laut. Soeharto pun enggan meneruskan hubungan dengan Rusia yang komunis. Akibatnya sejumlah pesawat tempur dan kapal perang made in Russia pun terbengkalai. Kurang perawatan dan suku cadang.

KRI Irian yang dibeli dengan harga mahal dan canggih juga terkena imbas angin politik itu. Kondisinya terus memburuk tanpa ada yang peduli.

Ada beberapa versi akhir KRI Irian. Versi pertama menyebutkan saat kapal sudah sedemikian hancur, KSAL Laksamana Sudomo membawanya ke Taiwan. Kemudian kapal ini pun dihancurkan menjadi besi tua.

Versi wartawan senior Hendro Subroto, kapal perang ini dijual di Jepang setelah persenjataannya dipreteli. Hendro menyebut sebenarnya KRI Irian tidak kekurangan suku cadang. Hanya saja tidak ada teknisi yang bisa merawat dan memperbaiki KRI Irian setelah peristiwa Gestapu tahun 1965. Semua teknisi Rusia sudah dipulangkan ke negaranya. Hubungan dengan negara-negara blok Soviet juga sudah memburuk.

Versi ketiga, saat akan dibesituakan, KRI Irian dicegat oleh sejumlah kapal dari Uni Soviet. Kapal ini diambil alih oleh Soviet karena tidak ingin rahasia kapal penjelajah miliknya jatuh ke tangan Blok Barat.

Tidak jelas versi mana yang benar. Yang pasti akhir nasib Ordzhonikidze pasti tidak segagah saat kapal ini pertama kali datang dan dielu-elukan di Pelabuhan Surabaya tahun 1962. Sumber: Merdeka.com

Hadapi Potensi Konflik, Natuna Dijadikan Pangkalan Utama TNI AL

BATAM - Pemertintah Indonesia akhirnya menyikapi manuver Tiongkok yang mencaplok perairan Natuna, Kepulauan Riau sebagai bagian wilayah perikanan tradisonal mereka.



Menghadapi potensi konflik itu, Pemerintah Indonesia menegaskan akan memperkuat pertahanan di Pulau Natuna. Natuna diproyeksikan menjadi pangkalan utama TNI AL dengan kekuatan yang besar dan siap menghadapi berbagai kemungkinan buruk jika terjadi konflik.

Saat berkunjung ke Natuna bersama Presiden Jokowi, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dalam kunjungan perdananya ke Natuna, Jokowi ingin melihat langsung kekuatan militer RI di sana.

Saat ditanya soal detail pengembangan pertahanan di Natuna ke depan, Luhut belum mau menjawab rinci. Namun dia memastikan peningkatan dan penguatan pertahanan itu tak akan mengganggu stabilitas di kawasan.

“Saya kira masih kita pelajari, tapi tadi kita fokus masalah ekonomi dan masalah kedaulatan. Jadi tadi Bu Menlu sampaikan kita tidak ingin mengganggu stabilitas keamanan di kawasan ini,” ucap Luhut.

Salah satu yang dikembangkan itu adalah Pangkalan Utama Angkatan Laut di Natuna. “Ya pastilah itu dilakukan sedang dalam perencanaan, tentu tidak bisa kita buka semua (menyangkut pertahanan, red),” tambah Luhut. (Sumber:jpnn.com)

Kapal China Sering Terobos Batas, Pangkalan Militer di Natuna Diharapkan Segera Selesai

Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menyatakan, kebutuhan Indonesia akan keberadaan pangkalan militer di Natuna memang mendesak. Pasalnya, sudah begitu sering kapal berbendera China memasuki wilayah perairan tersebut.



Padahal, wilayah perairan Natuna merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Indonesia yang telah diakui oleh UNCLOS (Konvensi Hukum Laut Internasional). Sementara China mengklaim wilayah tersebut merupakan zona penangkapan ikan tradisional milik mereka.

"Untuk pembangunan pangkalan militer di Natuna memang sudah disetujui DPR dan masih tahap proses pembangunan, tahun lalu pemerintah sudah memperpanjang landasan pesawat di sana, sekarang prosesnya berjalan terus dan semoga cepat selesai," ujar Hanafi saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).

Hanafi menambahkan, memang insiden di Natuna antara Indonesia dan Tiongkok Jumat (17/6/2016) lalu harus diselesaikan melalui perundingan secara damai. Namun, penguatan sumber daya militer di sana juga wajib dilakukan sebagai langkah pengamanan.

"Selain berunding, kita juga harus ada langkah law enforcment, salah satu bentuknya ya dengan membangun dan memperkuat pangkalan militer di Natuna," ujar politisi Partai Amanat Nasional(PAN) itu.

Hanafi pun menyatakan keberlanjutan pembangunan pangkalan militer di Natuna merupakan hal mendesak yang tak bisa ditunda, meskipun saat ini pemerintah tengah mengalami defisit anggaran.

"Tentunya harus ada siasat lain kalau anggarannya kurang, bisa juga anggaran untuk pos yang kurang mendesak dialokasikan ke pembangunan pangkalan militer di Natuna," ucap Hanafi.

Sumber: Kompas.com

Presiden Jokowi dan Panglima TNI Kunjungi Natuna Besok

Jakarta - Menyusun insiden penembakan TNI AL terhadap kapal milik China di perairan Natuna, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi lokasi itu besok, Kamis (23/6). Presiden akan didampingi sejumlah anggota Kabinet Kerja.



"Ya kita ingin lihat Natuna, terus nanti setelah lihat kita rapat. Nanti kita tahu apa yang kita mau ngomong," ucap Menko Pohukam Luhut Pandjaitan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/6/12016)

Luhut tidak merinci apa yang ingin diketahui oleh Presiden di perairan Natuna. Namun seperti kebiasaan Presiden, hal itu akan jadi masukan penting untuk mengambil keputusan atau kebijakan selanjutnya.

"Tadi Presiden sampaikan setelah ninjau kita akan berikan keterangan di sana," ujarnya.

Sementara Seskab Pramono Anung mengatakan kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna akan didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi dan para kepala staf TNI.

"Natuna adalah wilayah NKRI, itu sudah final. Maka dengan demikian sebagai seorang kepala pemerintahan dan kepala negara, Presiden ingin memastikan bahwa Natuna adalah bagian dari kedaulatan RI," ujar Pramono.

Natuna adalah kabupaten yang masuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Jika dilihat di peta, posisi Kepri sebetulnya berada di perairan jauh dari Sumatera. Natuna merupakan kepulauan paling utara di Selat Karimata.

Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

Baca: Panglima TNI Sebut Tak Perlu Ada Koordinasi dengan China karena Natuna Milik RI
Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hong Kong, Jepang, Korea dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680.000 barel.

Di perairan Natuna itu terjadi insiden penangkapan oleh KRI Imam Bonjol terhadap 1 dari 12 kapal nelayan China yang diduga melakukan aktivitas illegal fishing pada Jumat 17 Juni 2016. Pemerintah China mengirim protes diplomatik atas insiden yang menurutnya membuat satu nelayan di kapal lainnya terluka.
(miq/fdn)

Panglima TNI Sebut Tak Perlu Ada Koordinasi dengan China karena Natuna Milik RI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa perairan Natuna dalam kondisi aman. TNI, kata Gatot, sudah mempersiapkan pengamanan di wilayah tersebut.

"Pengaman sudah siap, tanggung jawab TNI, Saya jamin (aman)," kata Gatot usai menghadiri buka puasa bersama di kediaman Ketua DPD, Irman Gusman, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).



Gatot juga menegaskan, tidak perlu ada koordinasi antara Indonesia dan China terkait perairan Natuna.

Menurut Gatot, wilayah tersebut merupakan teritorial Indonesia. "Enggak perlu koordinasi, enggak perlu. Itu wilayah kita sendiri kok. Koordinasi apaan, emang gua pikirin. Pokoknya, natuna aman. Saya jamin," Tegas Gatot.

Sebelumnya, TNI AL menangkap kapal berbendera China, Han Tan Cou 19038 yang berisi tujuh awak kapal. Kapal tersebut merupakan salah satu dari 12 kapal yang mencuri ikan di kawasan Natuna.

Dalam penangkapan kapal tersebut, Kapal Coast Guard China sempat meminta Han Tan Cou dilepaskan. Namun, permintaan itu tidak digubris.

Baca:  TNI AL Sering Temukan Kapal Nelayan Asing di Perairan Nunukan
Dalam protes yang dimuat kantor berita Perancis AFP, Juru Bicara Kemlu China mengatakan perairan Natuna termasuk wilayah penangkapan ikan tradisional mereka sehingga penangkapan tersebut melanggar hak.

Sementara itu, seperti dikutip dari Kantor Berita Xinhua, China menyebut status Natuna masih belum jelas karena diklaim oleh China dan Indonesia.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2016/06/22/20273001/panglima.tni.sebut.tak.perlu.ada.koordinasi.dengan.china.karena.natuna.milik.ri
Diberdayakan oleh Blogger.