defersite

Rusia Tingkatkan Alat Sistem Komunikasi Militer

Pemerintah Rusia akan memberikan 244 alat sistem komunikasi dengan teknologi terbaru, kepada Angkatan Darat mereka. Rencananya, pemberian alat komunikasi tersebut akan direalisasikan pada akhir tahun 2016.

Kepala Staf Angkatan Darat Rusia Mayjen Alexander Galgash mengatakan, diharapkan dengan alat sistem komunikasi terbaru ini mampu meningkatkan kordinasi prajurit di lapangan agar cepat mendapatkan informasi.

“Sesuai dengan pesanan kementerian pertahanan, sebanyak 244 sistem komunikasi termutakhir direncanakan akan dikirim ke Pasukan Sinyal Komunikasi. Pengiriman ini akan meningkatkan persentase teknologi komunikasi yang terbaru hingga 45 persen, dan pada 2020 ditargetkan mencapai lebih dari 70 persen,” ujar Galgash, kepada radio Life Zvuk, Minggu (23/10/2016).

sumber : militer meter

Oso: Ancaman Narkoba Lebih Ngeri Ketimbang Serangan Militer

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan bahwa ancaman yang paling serius adalah gerakan kriminal narkoba. Karena tujuan untuk melumpuhkan pola pikir kebanggaan bangsa Indonesia, nilai budaya, dan segala yang menyangkut kepribadian bangsa Indonesia.

Oso sapaan akrab Oesman Sapta menyampaikan hal itu ketilka membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Makodam XII Tanjungpura di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (21/10). Sosialisasi ini diikuti oleh 530 peserta, terdiri dari para perwira, tamtama dan bintara se Garnizun Pontianak.


Lebih lanjut Oesman Sapta menegaskan, satu-satu jalan untuk mengintervensi bangsa Indonesia yang bisa dilakukan adalah dengan cara merusak moral generasi bangsa.


"Kalau intervensi fisik dengan cara merebut kedaulatan, TNI sangat mampu mengatasi hal-hal yang bersifat keamanan. TNI kita luar biasa," ungkap Oso dalam rilis Humas MPR.

Ancaman lewat narkoba ini luar biasa. Mereka memasukkan narkoba ke Indonesia terbesar di dunia. Kalau ini masalah narkoba ini tidak ditanggulangi, kata Oso, maka hancurlah martabat bangsa.

Lucunya, kata Oso, orang tua baik swasta, sipil, TNI, Polri maupun pejabat eksekutif, menteri dan lainnya, kalau anaknya terkena narkoba maka ia berusaha melindungi supaya orang lain tidak tahu kalau anaknya terkena narkoba.

"Jadi ancaman lewat narkoba ini lebih ngeri dari serangan militer. Musuhnya tidak ketahuan," ujarnya.

Nah, untuk mengatasi ini, tegas Oso, adalah dengan cara terus-menerus menyosialisasikan Empat Pilar.

Dinding pertahanan yang terakhir adalah Empat Pilar. Karena di dalam Empat Pilar, menurut Oso, dimana setiap pilarnya ada makna, ada pertahanan, ada ketahanan, ada rasa kebanggaan terhadap rasa memiliki bangsa Indonesia.

"Hanya itu satu-satu cara untuk mempertahankan negara kita," ujar Oso.

Sosialisasi ini selain dihadiri para pemateri, yaitu Prof. Bachtiar Aly (Ketua Fraksi Nasdem di MPR), Zainut Tauhid Sa'adi (Ketua Fraksi PPP MPR) dan Ma'ruf Cahyono (Sesjen MPR). Juga dihadiri Pangdan XII Tanjungpura Mayjen TNI Andhika Perkasa.

Selaku tuan rumah, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andhika Perkasa menyatakan, acara sosialisasi ini merupa peristiwa istimewa untuk Kodam XII Tanjungpura. Karena dihadiri oleh pimpinan lembaga tinggi negara beserta anggota MPR, dan Sesjen MPR. [rmol]

Pangkalan MIliter Rahasia Nazi Ditemukan di Kutub Utara

Sebuah pangkalan militer rahasia Nazi di kutub utara ditemukan oleh para ilmuwan asal Rusia. Di dalamnya terdapat banyak peninggalan bersejarah masa Perang Dunia II.

Diberitakan The Independent, Jumat (21/10), pangkalan militer itu ditemukan di pulau Alexandra. Instalasi itu dibangun pada 1942, setahun setelah Adolf Hitler menginvasi Rusia.




Bernama sandi "Schatzgraber” yang artinya "pemburu harta karun" oleh tentara Jerman, pangkalan militer tersebut digunakan sebagai stasiun cuaca taktis. Pangkalan itu ditinggalkan setelah para peneliti di dalamnya jatuh sakit setelah keracunan daging beruang kutub pada 1944 sehingga harus diselamatkan oleh U-boat Jerman.

Sejak saat itu, pangkalan militer tersebut tidak diketahui keberadaannya. Pangkalan itu ditemukan 72 tahun kemudian dan lebih dari 500 benda ditemukan di dalamnya, di antaranya dokumen-dokumen yang masih tertata rapi.

Benda lainnya yang ditemukan di dalam bunker pangkalan militer itu, termasuk peluru-peluru berkarat dan barang-barang bersenjata dari Perang Dunia II. Semuanya dalam kondisi yang baik karena diawetkan oleh cuaca yang dingin.

Pulau Alexandra sangat penting bagi Jerman dalam Perang Dunia II. Di tempat ini, peneliti mengirimkan laporan cuaca yang vital bagi perencanaan serangan, pergerakan tentara, kapal selam dan armada tempur laut.

Nama "pemburu harta karun" disematkan karena pangkalan militer itu diyakini memiliki misi rahasia, yang diduga oleh para sejarawan adalah untuk memenuhi ambisi Hitler menemukan benda-benda antik.

Rusia juga berencana membangun pangkalan militer permanen di pulau ini. (den) CNNIndonesia

BNN Akan Rekrut TNI Bersenjata Canggih Buru Bandar Narkoba

PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional ( BNN) sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo untuk melengkapi persenjataan canggih lebih hebat dari yang dimiliki oleh TNI dan Polri yang jangkauan tembakan mencapai 1,6 kilometer tembakan lurus sedangkan, tembakan lambung mencapai 2,4 km.



Bahkan, BNN akan mengambil prajurit TNI yang handal dan terlatih dalam membekuk bandar narkoba yang makin menjadi-jadi yang sudah menjadi musuh negara yang tujuannya menghancurkan NKRI.

BNN juga menguraikan, bahwa semua jenis narkoba selain ganja adalah merupakan pasokan dari luar negeri termasuk ada narkoba jenis yang baru jenis ekstasi masuk ke Indonesia yang ternyata kiriman dari negara Jerman.

Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso ( Buwas ) saat menjadi pembicara dalam acara workshop tentang pemberantasan peredaran narkoba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah , Selasa (18/10/2016) mengatakan, soal pengadaan senjata canggih dan bekerjasama dengan TNI, sudah dapat persetujuan Presiden, tinggal persetujuan DPR RI.

Menurut Budi Waseso, yang mengaku datang ke Palangkaraya sekaligus untuk mengenang masa lalu dia saat menjadi Kapolresta Palangkaraya, selama ini pihak BNN dan polisi kesulitan dalam proses hukum bandar narkoba, karena meskipun pelaku dan modus serta jaringan sudah diketahui secara akurat.

Namun lanjut dia, kesulitan sering ditemukan dilapangan terkait barang bukti dan alat bukti terhadap bandar narkoba untuk membekuknya untuk mengajukannya ke persidangan.

"Kendala ini yang sering kami hadapi dilapangan untuk polisi dan BNN dalam melakukan operasi," katanya.

Lalu kenapa BNN mengandeng TNI dalam melakukan operasi membekuk bandar narkoba tersebut?

"Indonesia sudah darurat narkoba. Bandar Narkoba merupakan musuh negara yang harus dibasmi. Yang bisa membasmi musuh negara adalah TNI bekerjasama dengan polisi membekuk bandar narkoba," katanya.

Buwas menegaskan, dengan kesiapan TNI yang selalu melakukan latihan rutin untuk perang melawan musuh negara serta dengan dilengkapi senjata canggih, ketika data dan fakta sudah lengkap dan jelas, bahwa sosok yang ditarget adalah bandar narkoba.

"TNI bisa melakukan penembakan hingga mati terhadap pelaku, karena dia adalah musuh negara yang harus dibasmi. TNI khusus untuk melakukan penembakan saja, soal jenazahnya, nanti jadi urusan polisi dan BNN untuk membungkusnya dengan kantong jenzah, itu bukan lagi urusan TNI," ujar Buwas.

Buwas juga mengatakan, usulannya dalam rapat kabinet kepada Presiden Joko Widodo, untuk menempatkan semua tahanan narkoba dalam satu pulau yang banyak binatang buasnya seperti buaya sudah disetujui.

"Sehingga rencananya gedung tahanan narkoba tersebut akan dibangun di dekat pulau Natuna yang dijaga ketat oleh TNI," tegas uBuwas yang menceritakan ayahnya adalah mantan anggota Kopasus. (*) Tribunews

Ini Gadis Pertama yang Kenakan Hijab di Sekolah Militer, AS

Sampai saat ini, dunia barat sangat rentan terhadap kasus diskriminasi terhadap kaum muslim atau sering disebut juga dengan islamophobia. Namun, semua itu tidak menjadi masalah untuk Sana Hamze.

Sana Hamze jadi muslimah pertama yang diizinkan memakai hijab di sekolah militer di Vermont, Amerika Serikat. Gadis lulusan Universitas Norwich itu, kini tengah menempuh pendidikan di sekolah militer swasta tertua di AS.

"Saya tidak memandang diri saya sedang mengubah dunia atau mengubah Amerika," kata gadis 18 tahun asal Fort Lauderdale, negara Bagian Florida itu, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (17/10).

"Saya tidak memandang diri saya sedang mengubah dunia atau mengubah Amerika," kata gadis 18 tahun asal Fort Lauderdale, negara Bagian Florida itu, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (17/10).

"Saya melihatnya ini hanya soal sebuah sekolah yang mengizinkan seorang siswanya menjalankan pratik agama sekaligus menempuh pendidikan untuk menjadi tentara Angkatan Laut," lanjut dia.


Sana Hamze

Dengan mengikuti sekolah militer Hamze rupanya ingin meneruskan jejak keluarganya yang berasal dari keluarga militer. Awal tahun ini ketika mendaftar ke Norwich dia sudah meminta izin akan mengenakan hijab sebagai bagian dari keyakinannya dan permohonannya dikabulkan.

Awalnya dia ingin masuk ke Charleston, kampus militer di South Carolina, tapi permohonannya untuk memakai hijab ditolak.
Nenek buyut Hamze dulunya tentara Angkata Udara dan nenek-kakeknya waktu itu bertemu ketika bertugas di Puerto Rico sebagai tentara Angkatan Laut dan ayahnya adalah polisi di Florida.

"Saya tahu apa yang saya lakukan adalah untuk melindungi negara. Saya bergabung di ketentaraan untuk melindungi negara," kata dia. (Ref: sandk, merdeka.com, dailymail.co.uk)

Vietnam Tolak Perairannya Dijadikan Pangkalan Militer Rusia

Keinginan Rusia untuk menghidupkan kembali pangkalan militer Uni Soviet di luar negeri harus dikubur. Sebab, salah satu negara yang disebut-sebut akan menjadi tempat didirikannya markas itu, Vietnam menolak usulan Negeri Beruang Merah tersebut.

Penolakan ini disampaikan sehari setelah Rusia menyampaikan pertimbangannya untuk membuka pangkalan di dua negara, yaitu Vietnam dan Kuba.

Terkait hal itu, Vietnam pun bereaksi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Le Hai Binh menegaskan, hal tersebut tak sesuai dengan kebijakan dalam negeri negaranya.



"Vietnam selalu konsisten dengan kebijakannya yaitu tidak mau terikat atau bersekutu dengan negara lain untuk melawan sesama negara di dunia," sebut Le seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2016).

"Kami juga tidak akan mengizinkan negara manapun membuka pangkalan militer di Vietnam," lanjut dia.

Dalam sejarah, daerah di Negeri Paman Ho, tepatnya di perairan Cam Ranh, sempat dijadikan pangkalan militer Uni Soviet. Hal ini berlangsung saat terjadinya Perang Dingin.

Ketika Uni Soviet runtuh, Rusia menutup semua pangkalan militer tersebut. Mereka pun mulai mengurangi kehadirannya militernya di seluruh dunia.

Cam Ranh dikenal sebagai salah satu tempat strategis yang saat ini dimanfaatkan oleh militer Vietnam. Selain Rusia, kawasan ini juga pernah dijadikan pangkalan militer AS.

Lautan di sana dikenal begitu dalam. Sehingga saat perang dingin berlangsung kapal selam Uni Soviet kerap beroperasi di perairan itu. Sumber: Liputan6

Kementerian Pertahanan Tetap Ingin Beli Senjata Meski Anggaran Dipotong

Anggaran untuk Kementerian Pertahanan kena potong triliunan rupiah. Namun rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) baru bakal tetap dipertahankan.




"(Usulan anggaran untuk 2017) Rp 104 triliun. Dipotong," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu jelang rapat di Komisi I Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Sebagaimana diketahui, pemotongan untuk Kementerian Pertahanan sebesar Rp 7,933 triliun. Pemotongan ini dilakukan karena pemerintah melakukan penghematan. Pemotongan ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2016 tertanggal 26 Agustus 2016.

Ryamizard menyatakan pihaknya tetap fokus untuk menyediakan Alutsista dalam bentuk penambahan alat baru. Soalnya, persenjataan militer Indonesia terbilang banyak yang uzur.

"Penyediaan alat, nambah alat baru. Lihat saja yang tua-tua itu (alutsistanya), umurnya 30 hingga 40 tahun," tutur Ryamizard.

Konkretnya, kata dia, Alutsista baru yang direncanakan dibeli adalah pesawat tempur dan tank. Dia belum merinci lagi pesawat dan tank jenis apa dan dari mana yang akan dibeli.

"Pesawat lah. Ada tank, segala macam, pokoknya diganti," ujarnya.

Tak lama berselang, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo datang. Dia hanya singkat berbicara sambil bergegas masuk ruang rapat Komisi I DPR, menyatakan tak ada pembelian alutsista yang dibatalkan gara-gara pemotongan anggaran.

"Enggak ada yang dibatalkan. Paling ditunda," ucap Gatot.
(dnu/erd) Sumber: Detik

Yang Direvisi dalam Belanja Militer RI Tahun 2017

Jakarta – Kementerian Keuangan mengusulkan pemotongan anggaran bagi Kementerian Pertahanan sebesar Rp 2,5 triliun dari Rp 104,4 triliun menjadi Rp 101,9 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Namun, pemangkasan anggaran ini diyakini tidak akan mengganggu kinerja Kemenhan.



“Tadi Bu Menkeu tidak hadir, jadi tidak ada keputusan dan akhirnya pembahasan anggaran tahun depan, ditunda. Karena keputusan hanya dari beliau, tidak bisa diwakilkan,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu di Gedung DPR, Jakarta, (10/10/2016).

Terkait pemotongan anggaran Rp 2,5 triliun di 2017, Ryamizard optimistis tidak akan mengganggu kinerja ?Kemenhan, khususnya dalam menjalankan program-program prioritasnya untuk bangsa dan negara.

“?Prioritas kami kesejahteraan, pergantian alutsista yang sudah tua, melengkapi arsenal pesawat yang kurang, contohnya bom atau rudal. Jadi tidak ada masalah,” ujar Ryamizard.

Ryamizard menuturkan, anggaran yang dipotong bukan untuk program atau kegiatan mendesak. Kegiatan mencegah terorisme, penanggulangan bencana alam termasuk di daerah perbatasan, akan menjadi prioritas.

“(Pemotongan anggaran) untuk kegiatan yang tidak mendesak, tapi alat berat untuk bencana di perbatasan masuk kategori mendesak. Untuk ke depan belum ada perang besar-besaran, apalagi 1-2 tahun tidak ada. Ancaman nyata seperti : teroris, bencana alam itu yang didahulukan ,” ujar Ryamizard.

Menteri Pertahanan mengatakan pembelian alutsista tahap II. “Sukhoi ganti, tapi tidak banyak. Kita tentara rakyar, semua yang diperjuangkan untuk rakyat dan kepentingan rakyat harus didahulukan,” tuturnya.

Kemenkeu memangkas anggaran sebesar Rp 2,5 triliun dari Rp 104,4 triliun menjadi Rp 101,9 triliun. Fokus belanja untuk pengadaan alutsista, peralatan perang, pesawat tempur yang menjadi target pelaksanaan 2017.

“Mudah-mudahan hanya penajaman saja karena masih ada yang belum optimal. Kemenhan tahu mana yang harus dikendalikan,” ujar Dirjen Anggaran Kemenkeu, Askolani.

Sumber : Liputan6.com

Brigjen TNI Madsuni Jabat Danjen Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar upacara penyerahan satuan dari Mayjen TNI M Herindra kepada Brigjen TNI Madsuni selaku Danjen Kopassus baru. Upacara penyerahan satuan ini digelar di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta, 8/10/2016.

Brigjen TNI Madsuni Jabat Danjen Kopassus


Usai upacara penyerahan satuan, Brigjen Madsuni mengatakan dirinya berjanji akan membangun Kopassus menjadi pasukan elite yang profesional dan memiliki kemampuan tempur yang disegani.

“Kopasuss ke depan yang jelas (jadi) pasukan yang kuat, efektif, efisien dan dahsyat. Fokus kami, akan membenahi pembinaan satuan Kopassus ke depan akan lebih baik lagi,” ujar Brigjen Madsuni, seperti dilansir sindonews.com, Senin (10/10).


Mayjen TNI M Herindra (kanan) melakukan salam komando dengan Brigjen TNI Madsuni saat Upacara Penyerahan Satuan Kopassus di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu (8/10/2016). (sindonews.com)


Sebelumnya, upacara serah terima jabatan Danjen Kopassus telah dilaksanakan pada hari Jumat (7/10) di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Mayjen Herindra menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi menggantikan Mayjen TNI Hadi Prasojo yang pindah ke Mabes TNI Angkatan Darat sebagai Inspektur Jenderal Angkatan Darat.

Sumber: detik.com dan sindonews.com

SBY Berharap TNI, Polri dan Intelijen Netral di Pilgub DKI

Jakarta - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap unsur TNI, Polri dan intelijen bersikap netral dalam Pilgub DKI 2017. SBY berharap ketiga unsur tersebut tidak merusak nilai-nilai demokrasi.



"Karena kita cinta politik yang baik, agar saudara kita, TNI, Polri dan jajaran intelijen bersikap netral. Sebagai salah satu pejuang dan pelaku reformasi TNI/Polri dulu, di masa krisis saya mengingatkan janganlah TNI/Polri mencederai semangat reformasi. Jangan merusak nilai-nilai demokrasi dan jangan melukai hati rakyat," kata SBY di depan ratusan santri dari Jaringan Santri Indonesia (JSI) di Cikeas Mansion, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016).

SBY yang juga Ketum Partai Demokrat (PD) ini mengajak para relawan JSI untuk berpolitik dengan cara yang baik. Yaitu dengan tidak menghalalkan segala cara untuk menang. Dirinya berharap proses Pilgub DKI berjalan secara jujur, adil dan demokratis. SBY juga meminta kepada gubernur DKI untuk tidak menyalahgunakan wewenang.

"Ajakan saya adalah mari kita berjuang secara baik-baik, berpolitik baik-baik jangan menghalalkan segala cara. Kita kawal Pilgub DKI jangan sampai ada penyimpangan, jangan sampai ada kecurangan dan jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang dari mereka yang memegang kekuasaan," ujar SBY.

"Saya juga mengajak masyarakat luas yang cinta kebenaran dan keadilan mengawal Pilgub DKI agar segalanya berjalan dengan baik. Mari kita memastikan Pilgub akan datang berjalan secara jujul dan adil, fair dan demokratis," imbuhnya.

SBY mengingatkan semua pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni untuk bersatu. Karena hanya dengan bersatu perubahan di Jakarta bisa terjadi.

"Tuhan tidak akan yang akan mengubah masa depan bangsa kecuali jika kita bersatu. Dengan izin Allah melakukan tindakan-tindakan yang baik untuk merubah Jakarta di masa depan untuk menjadi lebih baik," pungkasnya. Sumber: Detik
Diberdayakan oleh Blogger.